class="wp-singular post-template-default single single-post postid-46452 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Batam

Rabu, 3 Agustus 2022 - 09:53 WIB

Gubernur Kepri Temui Petinggi Pertamina, Ada Apa..?

Batam – Gubernur Ansar Ahmad menemui  petinggi Pertamina Wilayah Kepri untuk membahas pengawasan JBT dan JBKB di Graha Kepri, Batam, Senin (1/8/2022).

Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM, terdapat 3 kategori jenis BBM yaitu pertama, Jenis BBM Tertentu (JBT) yang harganya ditetapkan Pemerintah dan diberikan subsidi yaitu Minyak Solar dan Minyak Tanah.

Kedua, Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) tidak diberikan subsidi, diberikan biaya tambahan 2% dan didistribusikan di wilayah non Jawa, Madura, Bali (Jamali) yaitu Bensin RON 88. Ketiga, Jenis BBM Umum (JBU) di luar JBT dan JBKP seperti Pertalite dan Pertamax series.

Dalam audiensi bersama petinggi Pertamina Wilayah Kepri gubernur mengusulkan untuk dibentuk suatu tim khusus bersama dalam pengawasan pendistribusian JBKB dan JBT.

Baca Juga :  Bintan Resmi Miliki Balai Rehabilitasi Pecandu Narkoba

Hal ini dikarenakan Nelayan dan Pelaku Usaha Transportasi Laut rawan menjadi celah bagi oknum-oknum yang ingin memanfaatkan disparitas harga antara BBM Subsidi terhadap BBM Industri.

“Untuk itu kita sarankan untuk diadakan pembahasan suatu peraturan yang mewajibkan Nelayan dan Pelaku Transportasi Laut untuk diberikan kuota harian yang mana mewajibkan sekian persennya membeli BBM Non-Subsidi” ujar Gubernur Ansar.

Gubernur mencontohkan, misal kebutuhan harian 100L, dapat digunakan mekanisme 70% BBM Subsidi dan 30% Non Subsidi. Gubernur pun meminta untuk dapat bersama-sama berfokus dalam pengawasan JBT dan JBKP.

Gubernur Ansar pun menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program MyPertamina Subisidi Tepat Sasaran bersama identitas tunggal Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan yang diterbitkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Baca Juga :  Breakingnews : Gubernur Kepri ditetapkan sebagai tersangka suap proyek reklamasi

“Kartu Kusuka ini ditujukan untuk perlindungan dan pemberdayaan pelaku usaha kelautan dan perikanan, percepatan pelayanan, peningkatan kesejahteraan nelayan. Untuk itu dalam finalisasi program digitalisasi, kita minta untuk dapat membuat program pengawasan sementara untuk JBKP dan JBT” kata Gubernur Ansar.

Audiensi dihadiri oleh Sales Area Manager (SAM) Retail Wilayah Kepri Mahfud Nadyo Hantoro, Sales Branch Manager (SBM) Wilayah I Kepri Reiza, dan Sales Branch Manager (SBM) Wilayah II Kepri Fadlan. Sedangkan Gubernur Ansar didampingi oleh Kadis DKP Kepri H.T.S Arif Fadillah, Kadis ESDM M. Darwin, dan Anggota Tim Khusus Gubernur Angelinus.**

 

Share :

Baca Juga

Batam

Ada Nilai Jual,Para Nelayan di Batam Kumpulkan Rumput Liar

Batam

Soal Penyelundupan PMI Ilegal, Polisi Telusuri Aliran Dana Pegawai BP Batam

Batam

Gelanggang Permainan Berbau Judi Marak di Batam, Aparat Lepas Kontrol

Batam

Berikan Pelayanan Prima, BU SPAM BP Batam Gerak Cepat Tangani Pipa Bocor

Batam

BNP2TKI fasilitasi Pemulangan Korban Tenggelamnya Kapal TKI

Batam

Kepala BP Batam Terima Kunjungan Kerja Menteri Besar Johor

Batam

Harlah IGRA 2024, Marlin: Momentum Dalam Membentuk Generasi Berakhlak Mulia

Batam

Ketua Pemuda Pujakesuma Batam mengapresiasi Pengukuhan PJMI
error: Content is protected !!