“Hidup di negeri sendiri lebih baik. Banyak peluang di Republik ini. Jangan termakan iming-iming. Kami betul-betul berharap bapak ibu jadi pintu untuk berikan informasi secara jujur kepada saudara kita di daerah,”

 

Liputankepri.com,Batam – Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad berpesan kepada korban selamat kecelakaan kapal pengangkut TKI dari Malaysia, agar menyampaikan kabar baik kepada keluarga di kampung.

“Jangan buat keluarga di kampung risau. Sampaikan kondisi bapak ibu di sini baik-baik saja. Sampaikan salam kami pemerintah daerah, kepada keluarga di kampung,” kata Amsakar ketika mengunjungi para korban yang ditampung di Pusat Rehabilitasi Sosial Nilam Suri Batam di Sambau Kecamatan Nongsa, Jum’at (4/11) pagi.

Selain itu, Amsakar juga berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi para korban. Sehingga muncul rasa jera untuk kembali bekerja ke luar negeri secara ilegal.

Baca Juga :  Anggota DPRD Batam Angkat Bicara soal Pernyataan Ketua Kadin

“Hidup di negeri sendiri lebih baik. Banyak peluang di Republik ini. Jangan termakan iming-iming. Kami betul-betul berharap bapak ibu jadi pintu untuk berikan informasi secara jujur kepada saudara kita di daerah,” ujarnya.

Terkait pemulangan ke daerah, menurut Amsakar, akan difasilitasi oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Namun ia meminta agar sedikit bersabar karena proses pendataan masih berlangsung.

“Ada protap yang harus dilalui. Jadi bersabarlah. Proses ini kurang lebih tujuh hari. Sekarang hari kedua. Intinya semua akan dikembalikan kalau sudah selesai,” kata dia.

Baca Juga :  Impor Pangan dari Cina Banjiri Batam

Sebanyak 38 korban selamat ditampung di panti rehabilitasi Nilam Suri, terdiri dari 35 pria dan tiga wanita. Menurut petugas Tagana, pada hari kejadian Rabu (2/11) lalu, korban yang berhasil diselamatkan nelayan dalam keadaan hidup ada 39 orang. Tapi saat pendataan di darat, satu orang menghilang dari rombongan.

“Alhamdulillah kami diberi tempat seperti ini. Makan juga aman, sehari tiga kali. Alat mandi dan semuanya disediakan. Sekarang ini kami hanya menunggu kabar kapan kami dipulangkan,” kata seorang korban. (MC Batam Kartika/lk)