class="wp-singular post-template-default single single-post postid-29824 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Batam / Ekonomi / Kepri

Rabu, 5 Februari 2020 - 21:29 WIB

Impor Pangan dari Cina Banjiri Batam

Batam – Sebanyak 12 ribu ton lebih makanan impor dari China masih membanjiri Kota Batam. Makanan itu terdiri dari buah dan sayuran.

Hal itu berdasarkan data Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan (BP) Batam. Produk tersebut terdiri dari anggur segar, apel, bawang bombay, bawang putih, jeruk mandarin, lemon dan orange segar.

Sebelumnya, Pemerintah memutuskan untuk menyetop impor pangan dari China menyusul merebaknya wabah virus Corona yang menewaskan ratusan orang. Kebijakan itu tentu berimbas bagi Kota Batam, Kepulauan Riau yang selama ini pasokan pangannya bergantung dari luar daerah, termasuk luar negeri.

Hingga akhir 2018 lalu, puluhan ton produk makanan dan minuman dari China masuk ke Batam. Produk tersebut kini masih beredar pasaran.

Baca Juga :  Pemerintah Lakukan Studi Kelayakan Pembangunan Jembatan Batam-Bintan

“Semua impor hortikulkura itu izin impornya dari kementerian (perdagangan),” kata Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan (BP) Purnomo Andiantono, Selasa (4/2/2020) kemarin.

Selain produk hortikultura, Batam juga mengimpor berbagai jenis makanan dan minuman ringan. Seperti, sohun, kuaci, makarel, kacang-kacangan, coklat, biskuit, permen, buah dalam kemasan, manisan buah, sereal, jamur dalam kemasan, sayur dalam kemasan, daging dalam kemasan dan wafer. Sedangkan minuman kemasan, hanya minuman bersoda saja.

“Kalau izin impor makanan dan minuman kemasan dari China, jumlahnya ada 121.447 karton,” ujarnya.

Untuk impor selain makanan dan minuman dari China, ada barang-barang rumah tangga antara lain plastik hanger, furniture, payung, tempat sikat gigi, ember, baskom, mug.

Baca Juga :  Pemerintah Lakukan Studi Kelayakan Pembangunan Jembatan Batam-Bintan

Andi mengungkapkan untuk awal tahun ini sudah ada impor produk konsumsi dari China. Namun, pihaknya belum bisa memeriksa barang tersebut.

“Kami belum bisa periksa datanya karena importer belum pada melaporkan realisasi impor. Karena ini baru awal Januari,” jelasnya.

Terkait perintah Menteri Perdagangan, Andi mengatakan BP Batam akan menghentikan izin impor Jika surat perintah penghentian sudah ada.

“Izin impor kan di kementerian, jadi jika kementerian menghentikan izin impor, tentunya BP Batam juga akan menghentikan izin masuk komoditi hortikultura maupun makanan kemasan. Namun sampai saat ini belum ada perintah untuk penghentian impor tersebut,” ucapnya.**

(dbr)

Share :

Baca Juga

Featured

PORPROV Kepri ke-IV tahun 2018 Akan digelar Tanggal 25 November

Batam

Kepala BP Batam Optimis Pertumbuhan Ekonomi Daerah Meningkat

Berita

Besok, Presiden Lantik Ansar-Marlin

Ekonomi

Gelar Razia Jelang Ramadhan, Tim Gabungan Jaring Puluhan Gepeng dan Anjal 

Anambas

HM Kasren Terpilih Jadi Ketua DPD II Partai Golkar Anambas Secara Aklamasi

Batam

Bea Cukai Batam Amankan 3 Penumpang Bawa Sabu 490 gram di Bandara Hang Nadim

Karimun

Bupati Karimun Hadiri Peresmian Kantor JMSI Kepri

Batam

Dukung Pengembangan Pulau Rempang, BP Batam Periksa Detail Jembatan 2 Barelang
error: Content is protected !!