class="wp-singular post-template-default single single-post postid-29254 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Bintan / Kepri / Peristiwa

Jumat, 3 Januari 2020 - 09:35 WIB

Isdianto desak Pusat tangani masalah pencemaran limbah minyak hitam di OPL

Kepri – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mendesak Pemerintah Pusat untuk menangani limbah minyak hitam yang mencemari sejumlah pantai di kawasan pariwisata Kabupaten Bintan dan Batam.

Pelaksana Tugas Gubernur Kepri Isdianto di Tanjungpinang, Kamis (2/10 mengatakan pemerintah daerah memiliki keterbatasan kewenangan dalam menangani permasalahan itu sebab menyangkut perairan internasional.

Limbah itu, menurut dia bukan berasal dari perairan Indonesia, melainkan perairan Out Port Limit (OPL), yang berbatasan antara Indonesia, Malaysia dan Singapura.

“Ini permasalahan antarnegara sehingga kami memiliki keterbatasan dalam menanganinya, kecuali pendataan dan melaporkan kepada kementerian terkait,” ujarnya.

Baca Juga :  Plt Gubernur Kepri dukung KPK periksa pejabat Kepri

Isdianto mengungkapkan pencemaran limbah minyak hitam di Bintan dan Batam sudah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu. Permasalahan itu sudah disampaikan kepada pemerintah pusat.

Bahkan setiap tahun, terutama saat musim angin utara, ketika limbah minyak hitam itu masuk ke perairan Bintan dan Batam, Pemprov Kepri tidak bosan-bosannya melaporkan permasalahan itu kepada kementerian terkait.

“Kepri ini dapat imbas dari luar. Saat angin utara seperti sekarang, limbah itu dibawa arus laut ke wilayah Kepri,” katanya.

Baca Juga :  Polres Bintan Gagalkan 39 TKI Ilegal ke Malaysia

Isdianto mengemukakan limbah minyak hitam yang mencemari pantai di kawasan wisata di Pantai Lagoi dan Pantai Trikora, Kabupaten Bintan, dan Pantai Ningsa, Batam merugikan sektor pariwisata. Banyak wisman dan wisatawan nusantara yang berkunjung ke kawasan wisata itu melakukan komplain kepada pihak pengelola resort.

“Ini tentunya harus diperhatikan mengingat Kepri merupakan wilayah tujuan wisata terbanyak kedua setelah Bali,” ucapnya.*

(ura)

Share :

Baca Juga

Featured

Kayu Bekas Cetak Sawah Lingga Dijual ke Luar Daerah

Batam

Batam Produksi 48.906 Ton Ikan Sepanjang Tahun 2016

Ekonomi

Bupati Karimun: BID diharapkan mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa

Featured

JANTAN Gelar Donor Darah

Berita

Zudi Pimpin Pengurus Besar(PB)Esport Indonesia Kabupaten Karimun

Berita

Bupati Karimun Resmi Membuka STQ XIII Tingkat Kabupaten

Nasional

Gempa M 5,0 di Maluku Tenggara Barat, Tak Berpotensi Tsunami

Batam

Wagub Marlin Silaturahmi ke Panti Asuhan Assyaamil
error: Content is protected !!