class="wp-singular post-template-default single single-post postid-29739 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Ekonomi / Karimun / Kepri / Nasional

Minggu, 2 Februari 2020 - 11:23 WIB

Pelabuhan Malarko Ditargetkan Rampung Tahun 2021

Karimun – Kementerian Perhubungan menargetkan perbaikan Pelabuhan Malarko di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Karimun Kepulauan Riau ditarget rampung Tahun 2021.

Target perbaikan pelabuhan ini disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya saat melakukan kunjungan kerja ke Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Sabtu (1/2/2020).

“Saya diperintahkan Pak Presiden Jokowi untuk membangun daerah perbatasan atau terluar. Dan Kabupaten Karimun ini merupakan daerah terluar yang sangat strategis dan berhadapan dengan negara lain,” kata Menhub di Tanjung Balai Karimun, Sabtu (1/2).

Sebagai daerah yang masuk dalam wilayah terluar, beberapa infrastruktur Karimun akan segera diperbaiki, khususnya Bandara Raja Haji Abdullah dan Pelabuhan Malarko.

Tiba di Bandara Raja Haji Abdullah, Menhub yang didamping Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Dirjen Laut, Agus A Purnomo dan Staf Ahli Menhub Bidang Teknologi, Energi dan Lingkungan (Tel), M Pramintohadi Sukarno disambut beberapa pejabat Kemenhub maupun dari Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun.

Menhub pun langsung melakukan rapat koordinasi membahas beberapa rencana pembangunan dan pengembangan infrastruktur.

Baca Juga :  Bupati Karimun terima mobil tangki kapasitas 4000 liter dari Kementrian PUPR

Menhub juga mengatakan Karimun ini mempunyai potensi yang sangat besar, baik dari industri maupun pariwisatanya.

Mantan Dirut AP II ini optimis penduduk Karimun akan meningkat dari 200 ribu menjadi 400 ribu.

“Apalagi jika Pelabuhan Malarko ini sudah bisa digunakan. Karena ini bisa menjadi Pelabuhan Samudera,” kata Budi Karya.

Budi Karya optimistis Tahun 2021 baik itu Bandara maupun Pelabuhan sudah bisa selesai. Dia berjanji jika keduanya rampung di Tahun 2021, maka akan mengusulkan diresmikan oleh Presiden Jokowi.

“Biaya yang kita butuhkan untuk Pelabuhan Malarko kurang lebih 200 miliar rupiah, nantinya sharing antara pemerintah pusat dan daerah dengan keterlibatan swasta,” tegasnya.

Agar perbaikan pelabuhan tersebut bisa rampung sesuai target, Menhub mendesak Pemerintah Daerah setempat, Bupati yang dibantu Kapolres, Dandim dan Forkompinda untuk menyelesaikan masalah tanah, agar pelabuhan dapat dibuat dalam bentuk kerjasama atau KSP.

Baca Juga :  Bupati Karimun Hadiri Acara Pisah Sambut Dandim 0317/TBK

Skemanya adalah nanti tanah diserahkan ke pemerintah, kemudian pemerintah pusat mengkerjasamakan dengan BUMD.

“Saya juga minta BUMD untuk kerjasama dengan beberapa swasta. Saya yakin ini akan besar sekali apalagi potensinya. Dan daerahnya bebas pajak,” ungkapnya.

Diketahui Pelabuhan Malarko yang terletak di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Karimun dan merupakan Wilker dari KSOP kelas 1 Tanjung Balai Karimun ini sudah dibuat dari Tahun 2008 sampai dengan 2013.

Lalu pembangunannya dihentikan oleh Inspektorat karena ada temuan yang tidak sesuai. Semangat membangun daerah terluar ini yang membuat pelabuhan itu akan kembali dibangun.

Beberapa rencana di Pelabuhan Malarko ini yaitu Rencana Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus, Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Karimun dan Kawasan Ship To Ship.***

(ura)

Share :

Baca Juga

Featured

Petugas Patroli DJBC Kepri Amankan Speedboat Pengangkut TKI Ilegal

Batam

BP Batam Peringatkan Pengembang Perumahan Palm Spring

Batam

KNPI Batam Sukses Hadirkan UAS, Randi Zulmariadi Ajak Ratusan Ribu Warga Bersinergi Bangun Daerah

Featured

Kapolda Kepri Tetapkan Enam Tersangka Penyelundupan 12 Ton Bahan PCC

Featured

Mudik Bareng Gratis 2018 Bersama Pelni

Batam

Ribuan Pencari Kerja Serbu Lokasi Job Fair di Universitas Putra Batam

Batam

Mulai 4 Desember 2024 Sandar Kapal Pelni Pindah ke Terminal Bintang 99 Persada

Ekonomi

Jelang Ramadhan Harga Kebutuhan Pokok Di Karimun Mulai Merangkak Naik
error: Content is protected !!