class="wp-singular post-template-default single single-post postid-20016 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Featured

Rabu, 5 September 2018 - 13:17 WIB

Kapal Perang Filipina Kandas di Laut Cina Selatan

Liputankepri.con,Jakarta – Angkatan Laut Filipina berhasil mengevakuasi salah satu kapal perang terbesarnya ketika kandas di perairan dangkal minggu lalu di wilayah sengketa di Laut Cina Selatan.

Dilaporkan Associated Press, 5 September 2018, dua pejabat militer Filipina mengatakan bahwa tugboat digunakan untuk menderek BRP Gregorio del Pilar dari pinggiran Half Moon Shoal yang dangkal, yang disebut oleh Filipina sebagai Hasa Hasa, sebelum tengah malam.

Kapal jenis frigat, yang ditarik kembali ke pelabuhan Filipina, kandas selama patroli rutin Rabu malam 29 Agustus, dan merusak beberapa baling-baling kapal. Namun 100 awak kapal dilaporkan tidak terluka.

Perairan dangkal ini berada di tepi timur kepulauan Spratly yang disengketakan, di mana ketegangan meningkat dalam beberapa tahun terakhir setelah Cina membangun sistem pertahanan rudal di tujuh pulau.

Para pejabat pertahanan Filipina memberi tahu rekan-rekan mereka di Cina setelah terjadi kecelakaan frigat, untuk menghindari kesalahpahaman.

Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana, mengatakan pekan lalu bahwa Cina menawarkan bantuan tetapi Filipina menolak dan berupaya mengevakuasi kapal sendiri.

Baca Juga :  Rilis Lagu Baru " Jangan Gitu Dong " Ayu Tinting Sukses Tembus Trending Youtube

Sebelumnya sebuah frigat Cina juga terjebak di perairan dangkal ini pada 2012 dan ditarik oleh kapal militer.

Setengah perairan dangkal Half Moon Shoal terletak sekitar 110 kilometer dari ujung selatan pulau Filipina barat Palawan dan selatan dari Second Thomas Shoal Kyang disengketakan, di mana kapal angkatan laut Filipina sengaja dikerahkan pada 1999 dan sejak saat itu menjadi peralatan tempur Filipina di gugus depan perairan.

Cina telah berulang kali menuntut BRP Sierra Madre yang tua dipindahkan dari Second Thomas Shoal, yang diklaim oleh Filipina dan Cina.

Sebuah laporan militer mengatakan bahwa baling-baling BRP Gregorio del Pilar rusak oleh karang dangkal. Namun para awak melaporkan tidak ada kebocoran.

Setidaknya empat kapal Angkatan Laut dan Pasukan Penjaga Filipina dikerahkan untuk mengamankan BRP Gregorio del Pilar dan menyediakan makanan dan pasokan lainnya kepada para pelautnya. Kapal tunda dipekerjakan untuk melepaskan kapal dan mendereknya ke pelabuhan Filipina untuk perbaikan, kata jurubicara militer Kolonel Edgard Arevalo.

Baca Juga :  Rilis Lagu Baru " Jangan Gitu Dong " Ayu Tinting Sukses Tembus Trending Youtube

Frigat ini adalah salah satu dari tiga bekas pengawal Coast Guard AS yang diperoleh oleh militer Filipina dan sekarang adalah kapal perang terbesar di Filipina.

Pemerintah Amerika Serikat dan negara-negara Asia Tenggara yang mengklaim teritori di laut yang disengketakan, termasuk Filipina, telah memperingatkan pembangunan pulau dan militerisasi wilayah strategis Cina.

Filipina telah menjadi salah satu pengkritik paling vokal dari langkah Cina di perairan yang disengketakan. Pada 2016, sebagian besar gugatan yang diajukan ke pengadilan internasional, yang membatalkan klaim Cina atas wilayah di Laut Cina Selatan.

Meski demikian, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, mengambil langkah untuk menghidupkan kembali hubungan yang mendingin dengan Cina setelah ia menjabat pada 2016 saat ia mencari pendanaan infrastruktur dan lebih banyak perdagangan dan investasi dari Cina ke Filipina.***

 

Share :

Baca Juga

Ekonomi

DPRD Karimun Menggesa Pengesahan KUA-PPAS 2018

Featured

Kejaksaan Tanjungbatu Geledah Kantor Dinsos Karimun

Featured

Kapal Feri MV Oceana Dragon 6 kandas di perairan Pulau Ngenang

Featured

Danramil 03/Kundur: Kegiatan TMMD Optimalkan Peran Generasi Muda

Ekonomi

Penyerapan Anggaran Lambat,Pemerintah Terancam Di Beri Sanksi

Featured

Kabulog Ancam Putuskan Kerjasama Bagi Mitra Nakal

Featured

Tanpa Izin,Tambang Pasir Darat Liar di Desa Gemuruh Meresahkan Warga

Featured

Kepala SKP Kelas II TB Karimun:Maraknya Pangan Impor Ilegal,Kami Ini Ibarat Satpam
error: Content is protected !!