Komisi IX DPR Cek Isu Serbuan TKA China di Morowali, Begini Faktanya

- Jurnalis

Minggu, 8 Juli 2018 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com,Jakarta – Ketua Komisi IX DPR, Dede Yusuf melakukan kunjungan kerja ke PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah terkait isu serbuan tenaga kerja asing (TKA) di sana. Seperti ini temuan Dede Yusuf terkait TKA di Morowali.

Hasil kunker itu dibagikan Dede di akun Facebooknya. Dede mengatakan dirinya dan rombongan Komisi IX mengecek langsung ke PT IMIP mulai dari kantin pekerja, mess pekerja, pabrik hingga ruang operator.

Dari hasil pengecekan itu, Dede menemukan jumlah TKA yang berada di PT IMIP berjumlah 2.500 orang. Sementara pekerja lokal mencapai hingga 28.000 orang.

Dede juga menyebut gaji para pekerja lokal cukup menggiurkan yakni Rp 4 juta untuk lulusan SMA yang bekerja sekitar 6 bulan. Sedangkan untuk pekerja dengan masa kerja sudah 2 tahun gajinya mencapai Rp 10 juta per bulan.

“Untuk membuktikan apakah benar TKA dari China menyerbu atau menguasai pabrik. Kami datangi semua, mulai dari kantin pekerja, mess pekerja China, pabrik, bahkan ruang operator. Jumlah karyawan asing ada 2500 TKA-nya. Sementara pekerja lokalnya mencapai 28.000 orang!!! Artinya TKA tidak sampai 10% dan memiliki izin kerja yang sah. Ini dibuktikan oleh laporan pejabat Imigrasi Kemenkum HAM di sana,” ujar Dede dalam postingannya, dilihat detikcom pada Minggu (8/7/2018).

“Saat ini masih dibutuhkan 10.000 tambahan karyawan lagi, semuanya tenaga lokal dan lowongan terbuka bagi umum. Mungkin ada yang berminat?” lanjutnya.

Baca Juga :  Pesan Jokowi ke MenPAN-RB Syafruddin: Tuntaskan Perekrutan PNS

Banyaknya TKA yang berada di PT tersebut diperkirakan karena adanya pembangunan smelter pada 2014 hingga 2016 lalu. Usai smelter rampung, TKA yang tinggal di lokasi PT IMIP hanya sekitar 10 persen.

“Mungkin dulu pada saat pembangunan smelter diawal 2014-2016 banyak TKA yang keluar masuk dengan kontrak per 2-3 bulan. Setelah Smelter berdiri, hanya 10% TKA yang tinggal. Untuk meneruskan Transfer Technologi kepada pekerja lokal. So once again, kami tidak menemukan serbuan TKA, yang ada justru puluhan ribu pekerja kita yang berasal dari sekitar Sulawesi,” jelasnya.

Baca Juga :  Masuk RI Secara Ilegal, 2 WN Timor Leste Diamankan di Riau

Dalam kunjungan, Dede juga bertemu dengan Bupati dan Ketua DPRD Morowali untuk membahas pendapatan daerah di sana. Dia meminta agar dibentuk Satgas Pengawasan TKA di sana.

“Saya juga mendapat penjelasan dari Bupati dan Ketua DPRD tentang pendapatan daerah dan multiplier effect ke daerah yang terasa besar. Bahkan Morowali sempat mendapat angka pertumbuhan ekonomi sebesar 35%. 5 besar tertinggi di Indonesia. Jika hubungan Pemda dan industri bisa berjalan baik, sangat mungkin Morowali ke depan akan menjadi kota industri Metropolitan dengan pendapatan daerah ratusan miliar setahun,” kata Dede.***

 

 

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Kepri Hadiri Konferensi Pers TNI AL Pengungkapan Penyelundupan 1.3 Ton Ketamin di Perairan Batam
Jaga Ketahanan Pangan, Polsek Kampar Kiri Pantau Perkembangan Jagung
Luput dari Pantauan Ataukah Sengaja Dibiarkan, Sabung Ayam di Pelipit Tidak Tersentuh Hukum
Konsumen Keluhkan Timbangan Para Pedagang di Pasar Puan Maimun
Kepulauan Meranti Siap Wujudkan Layanan Publik Modern Berbasis IKD
Meranti Percepat Pembangunan Gudang Bulog, Asmar: Kunci Perkuat Ketahanan Pangan Daerah Kepulauan
BGN Tutup Tiga Dapur Makan Bergizi Gratis di Riau
Jenguk Warga di RSUD Dorak, Bupati Asmar Tegaskan Komitmen Layanan Kesehatan Humanis

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Kapolda Kepri Hadiri Konferensi Pers TNI AL Pengungkapan Penyelundupan 1.3 Ton Ketamin di Perairan Batam

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Jaga Ketahanan Pangan, Polsek Kampar Kiri Pantau Perkembangan Jagung

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Luput dari Pantauan Ataukah Sengaja Dibiarkan, Sabung Ayam di Pelipit Tidak Tersentuh Hukum

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Konsumen Keluhkan Timbangan Para Pedagang di Pasar Puan Maimun

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:13 WIB

Kepulauan Meranti Siap Wujudkan Layanan Publik Modern Berbasis IKD

Berita Terbaru