Liputankepri.com,Selat Panjang- Ada banyak kegiatan dalam rangka perayaan Imlek di Kepulauan Meranti, Riau. Salah satunya adalah perang air. Dengan hal tersebut waktu yang ditunggu sudah mulai, ribuan masyarakat tumpah ruah di jalan.
Sabtu (28/2017) pukul 16.00 WIB, Pantauan Media dilapangan melihat langsung, ratusan masyarakat Tionghoa dan ratusan becak memadati ruas jalan. Dalam perang air tidak sedikit orang-orang menenteng pistol air di jalan yang sudah menjadi rute tiap tahun.
Dalam tradisi ini, ratusan bentor berkeliling kota. Tidak hanya perang air di atas bentor, warga juga menunggu di depan rumah dengan menggunakan ember berisi air untuk diguyurkan kepada peserta yang melintas.
Setiap warga yang beriringan jalan jadi sasaran empuk warga yang menunggu di depan rumahnya masing-masing. Akan tetapi para peserta yang naik becak dan sepeda motor membalas dengan menembakkan air ke arah warga.
Perang air dilaksanakan selama 6 hari berturut-turut sejak Imlek. Jika tertembak jangan marah kalau dijadikan sasaran tembak. Sebab, acara ini tidak mengenal batas usia. Tua dan muda semua turun ke jalan.
“Mudah-mudahan perang air ini berjalan dengan sebaiknya sesuai harapan kita,” ungkap Plt Disparpora Kepulauan Meranti Drs H Ismail Arsyad.(man)










