Rakik-rakik, Tradisi Kemeriahan Malam Takbiran di Danau Maninjau

- Jurnalis

Minggu, 4 Juni 2017 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com, Kepri  – Takbir berkumandang, bedug bertalu-talu, kembang api bersinar, obor menyala memeriahkan malam takbiran di Indonesia. Masyarakat Indonesia biasanya memeriahkan malam takbiran di daerahnya masing-masing. Setiap daerah punya tradisi menarik untuk memeriahkan malam takbiran.

Demikian juga dengan kampung HALAMANKU di Maninjau, Sumatera Barat. Daerah yang terletak disekeliling Danau Maninjau punya tradisi menarik sehingga menambah eloknya pesona Danau Maninjau.

Adalah rakik-rakik, sebuah tradisi malam takbiran yang telah berpuluh-puluh tahun diadakan setiap malam takbiran di Danau Maninjau. Konon, tradisi rakik-rakik telah ada sejak jaman Belanda yaitu belasan tahun sebelum kemerdakaan Indonesia. Menurut sejarahnya, dahulu kala saat malam Lailatul Qadr, bapak-bapak beri’tikaf di masjid, ibu-ibu beribadah dengan menyalakan obor di rumah, pemuda-pemuda bermain sampan di Danau. Kemudian muncullah ide untuk mengkombinasikan kebiasaan sampan, membuat rumah di atas sampan, dan membuat obor untuk penerangnya. Ide itulah yang kemudian menjadi rakik-rakik.

Mungkin ada yang roaming dengan kata rakik-rakik. Well, rakik-rakik merupakan Bahasa Minang dari rakit-rakit. So, arti rakik-rakik adalah merakit bambu dan menambah aksesoris lampu obor serta lampion. Dewasa ini, rakik-rakik dihiasi dengan telong (rakik-rakik kecil yang tergantung di samping rakik utama). Rakik-rakik dimeriahkan dengan badia batuang (semacam meriam bambu) untuk menambahkan keriuhan malam takbiran.

Suara badia batuang sangat keras sehingga malam yang sunyi bergema di selingkaran Danau Maninjau. Apalagi sekarang ditambah dengan kembang api. Rakik-rakik ini diiringi dengan atraksi tambua (tambur / rebana ukuran besar) dan lantunan takbir yang berkumandang. Kebayang donk meriahnya Danau Maninjau saat malam takbiran?

Rakik-rakik dibangun jauh hari sebelum malam takbiran. Bahkan, sebelum bulan Ramadhan. Dana yang dikeluarkan untuk membuat rakik-rakik lumayan besar yaitu 7-8 jutaan. Dananya diperoleh dari swadaya masyarakat dan donatur dari urang rantau.*(Rang Maninjau)*

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kodim 0317/TBK Ikuti Lomba Dayung Perahu Karet Danlanal Cup 2026
Telaga Air Merah, Dari Bekas Waduk PDAM Terlantar Menjadi Berkah Wisata Alam Di Desa
Amsakar Achmad Undang Masyarakat Batam Buka Puasa Bersama di Rumah KDA
Bupati Bengkalis Sebut Festival Musik Sebagai Wadah Menyalurkan Minat dan Bakat
Tata Kota Makin Indah, Kemajuan Batam Sukses Tarik Minat Wisatawan Mancanegara
Pemerintah Desa Bantan Tua Gelar Kegiatan Jumat Bersih di Masjid Al-Mu’minin
Vokalis Poey Sting, Hadir Di Selatpanjang Dalam Acara Kampanye Akbar Paslon Mahmuzin – Iskandar Budiman
Kemenag Kabupaten Karimun Masih Menunggu Keppres dan Witing list Jamaah Haji 2023

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 17:12 WIB

Kodim 0317/TBK Ikuti Lomba Dayung Perahu Karet Danlanal Cup 2026

Senin, 22 September 2025 - 22:31 WIB

Telaga Air Merah, Dari Bekas Waduk PDAM Terlantar Menjadi Berkah Wisata Alam Di Desa

Kamis, 6 Maret 2025 - 21:52 WIB

Amsakar Achmad Undang Masyarakat Batam Buka Puasa Bersama di Rumah KDA

Minggu, 23 Februari 2025 - 09:28 WIB

Bupati Bengkalis Sebut Festival Musik Sebagai Wadah Menyalurkan Minat dan Bakat

Senin, 3 Februari 2025 - 17:24 WIB

Tata Kota Makin Indah, Kemajuan Batam Sukses Tarik Minat Wisatawan Mancanegara

Berita Terbaru

Bengkalis

Kakek 70 Tahun Cabuli Bocil umur 4 Tahun Diringkus Polisi

Minggu, 25 Jan 2026 - 13:47 WIB

Advertorial

RSBP Batam Pelajari Pengelolaan Layanan Hiperbarik

Sabtu, 24 Jan 2026 - 19:04 WIB