class="wp-singular post-template-default single single-post postid-265206 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Batam / Berita / Peristiwa

Minggu, 25 Januari 2026 - 19:05 WIB

Diduga Faktor Human Error, Kapal Tanker Elsa Regent Terbakar di Galangan PT ASL Shipyard Batam

Batam — Peristiwa kebakaran kapal Elsa Regent sebuah kapal pengangkut minyak mentah yang berada di area KCP Jetty di kawasan galangan PT ASL Shipyard, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Minggu (25/1/2026) dini hari.

Insiden ini semakin menguatkan dugaan lemahnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya pada penanganan kapal dengan muatan berbahaya (hazardous cargo) seperti minyak mentah.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, ditandai dengan mobil Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam yang keluar-masuk area galangan. Hingga beberapa jam pascakejadian, akses ke dalam kawasan perusahaan masih ditutup, memunculkan pertanyaan terkait prosedur pengamanan darurat dan transparansi penanganan insiden.

Wakapolsek Batu Aji Ipda Andy Pakpahan membenarkan terjadinya kebakaran kapal, namun menyatakan pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait identitas kapal dan penyebab awal kejadian.

Baca Juga :  Lapak TINS Wadah PT Timah Promosikan Produk UMKM Secara Gratis di Media Sosial Perusahaan

Kepastian identitas kapal disampaikan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau (Disnakertrans Kepri). Kepala Disnakertrans Kepri Dr. H. Dicky Wijaya, M.Si mengungkapkan bahwa kapal yang terbakar adalah Elsa Regent / ELNUSA TRANS SAMUDRA, sebuah kapal pengangkut minyak mentah yang berada di area KCP Jetty PT ASL Shipyard.

“Kapal dalam kondisi tidak ada aktivitas pekerjaan dan masih kosong. Namun pengawas masih melakukan pendalaman, mengingat kapal tersebut merupakan kapal bermuatan minyak mentah,” ujar Dicky Wijaya.

Fakta bahwa kapal tidak berawak tidak serta-merta meniadakan risiko, karena uap, residu, dan gas mudah terbakar dari minyak mentah tetap memiliki potensi memicu kebakaran. Dalam standar K3 industri perkapalan dan migas, kondisi tersebut justru mewajibkan pengawasan ekstra ketat, termasuk:pengendalian sumber panas dan percikan api, sistem deteksi gas dan kebakaran, zona larangan aktivitas tertentu,serta kesiapsiagaan sistem tanggap darurat.

Baca Juga :  Bupati Bengkalis Harap Para Peserta Harumkan Nama Bengkalis Di Mata Dunia

Terbakarnya kapal tanker di area jetty menimbulkan indikasi kuat adanya kelalaian pengamanan, baik pada level operasional galangan maupun pengawasan internal K3.

Rekam Jejak Insiden Berulang

Peristiwa ini juga memperkuat kekhawatiran publik, mengingat PT ASL Shipyard sebelumnya pernah menjadi lokasi kebakaran kapal besar yang menelan korban jiwa.

Meski dipastikan kapal yang terbakar kali ini bukan MT Federal 2, kemunculan insiden serupa di lokasi yang sama menimbulkan pertanyaan serius terkait efektivitas evaluasi dan perbaikan sistem keselamatan pasca insiden sebelumnya.

Hingga berita ini diterbitkan, manajemen PT ASL Shipyard belum memberikan pernyataan resmi terkait kronologi detail, evaluasi K3, maupun langkah korektif yang akan dilakukan.***

 

 

Source: Independennews

Share :

Baca Juga

Berita

Perpat Provinsi Kepri Komitmen Dukung Muhammad Rudi – Aunur Rafiq

Advertorial

PT TIMAH Bantu Renovasi Musala Al Fajruh Kecamatan Kundur, Tingkatkan Kenyamanan Ibadah Masyarakat

Berita

Pemkab Kepulauan Meranti Hormati Proses Hukum Terkait Penggeledahan Bagian Umum

Berita

Bupati karimun Menghadiri acara Rapat Koordinasi Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi 2022

Berita

Polisi amankan Anggie dugaan penipuan arisan online

Batam

Pemuda Pujakesuma kota dan KNPI Provinsi Kepri serta IPK Berkolaborasi membagikan Ratusan Takjil

Advertorial

PT Timah Bersama Komunitas Peduli Kampung Gelar Festival Pantai Menuang

Berita

Ciptakan Kondusifitas Kamtibmas Menjelang Pergantian Tahun,Polsek Sabak Auh Tingkatkan Patroli
error: Content is protected !!