class="wp-singular post-template-default single single-post postid-266609 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Kesehatan / Nasional

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:44 WIB

Riau Masih Aman, Belum Ditemukan Kasus Hantavirus

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan kasus Hantavirus belum ditemukan di wilayah manapun di Provinsi Riau. Hal tersebut dikatakan Kepala Diskes Riau, Zulkifli.

“Hingga saat ini belum ada laporan terkait Hantavirus di Riau,” kata Zulkifli, Sabtu (23/5/2026).

Dikatakan Zulkifli, saat ini pihaknya masih menunggu arahan pemerintah pusat untuk langkah penanganan jika memang ditemukan suspek virus tersebut.

“Virus ini kan mengarah pada penyakit menular, jadi memang harus kita tunggu surat edarana dari Kemenkes. Untuk bagaimana tindakan preventif, kuratif dan rehabilitatifnya,” katanya.

Meskipun begitu, Zulkifli mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah awal dalam mencegah penyebaran virus.

“Penularannya memang dari tikus. Untuk itu, mengimbau masyarakat untuk menerapkan PHBS, sebagai langkah awal pencegahan. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menghindari kontak langsung dengan tikus dan kotorannya,” kata Zulkifli.

Baca Juga :  Iran Tutup Kembali Selat Hormuz Pasca serangan Israel ke Lebanon

Kemudian, masyarakat diminta untuk menyimpan makanan di tempat tertutup dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, nyeri badan, batuk, atau sesak napas.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus hanta pulmonary syndrome (HPS) di Indonesia seperti yang ditemukan di Kapal Pesiar MV Hondius.

Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes dr Andi Saguni mengatakan, kasus yang terkonfirmasi di Indonesia adalah tipe haemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) dengan strain Seoul Virus.

Baca Juga :  Bupati Asmar Safari Ramadan di Desa Teluk Samak

“Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan kasus HPS di Indonesia. Kasus yang terdeteksi merupakan tipe HFRS dan terus kami pantau melalui sistem surveilans nasional,” ujar dr Andi, Senin (11/5/2026), dikutip dari laman resmi Kemenkes.

Menurut data Kemenkes, dalam kurun 2024-2026, ditemukan 256 kasus suspek dengan 23 kasus terkonfirmasi HFRS di sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Kemenkes mengatakan, kasus terkonfirmasi itu ditemukan paling banyak pada 2025 yaitu 17 kasus. Sedangkan pada 2024 hanya 1 kasus, dan pada 2026 hingga Mei sebanyak 5 kasus.

Share :

Baca Juga

Featured

Satgas TNI AL SBJ KE-66 Bantu Korban Banjir Di Lhoksukon Aceh

Kep Meranti

Wabup Meranti Pembina Apel 17 Hari Bulan, Bupati Ajak Pegawai Tingkatkan Kesadaran Perbaki Kualitas Hidup

Berita

Polda Riau Musnahkan Barang Bukti Narkoba, Irjen Iqbal Tegaskan Tidak Akan Berhenti Berantas

Nasional

Satres Narkoba Polres Siak Amankan Satu Orang Pria Diduga Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

Berita

Kapolres Siak: Operasi Yustisi ini kita gelar berskala besar

Batam

Akhirnya,Pemko Batam Salurkan Dana Bergulir Rp 50 Juta Sekali Pinjam

Featured

Ribuan Wartawan Media Online se-Indonesia Hadir Saat Mubes IWO Ke-I di Gelar

Kep Meranti

Wakil Bupati Meranti Inspektur Upacara HUT RI Ke-73 Tahun 2018 di Lapas Kelas II Selatpanjang
error: Content is protected !!