Sambut Imlek Vihara Sejahtera Sakti Selatpanjang Lepaskan Ribuan Burung

- Jurnalis

Sabtu, 28 Januari 2017 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com,Selat Panjang – Tradisi melepas burung saat perayaan Imlek di Selatpanjang, setiap tahun diadakan di Vihara Sejahtera Sakti Jalan A Yani, Kepulauan Meranti. Tak tanggung-tanggung, ribuan burung disiapkan penjual di depan kelenteng tertua di Riau itu.

 Menurut penjual, burung-burung yang biasanya dibeli dan dilepas warga Tionghoa itu didatangkan dari Palembang Sumatera Utara (Sumut) harga jualnya pun bervariasi, mulai Rp5 ribu hingga Rp8 ribu. “Tergantung berapa banyak belinya. Kalau beli banyak, harganya semakin murah,” ujar beberapa penjual, Sabtu (28/1/2017).

Berdasarkan pengalaman, kata beberapa penjual, ribuan burung itu biasanya habis terjual selama perayaan Imlek. Sekitar 6 hari lamanya perayaan Imlek di Selatpanjang, selama itu pula mereka akan menjual burung di depan kelenteng. “Tahun kemarin habis terjual, tapi 6 hari lamanya,” kata beberapa penjual burung.

Pantuan di Vihara Sejahtera Sakti, ratusan warga Tionghoa silih memasuki vihara untuk berdoa. Mulai dari anak-anak, dewasa, hingga orang tua. Usai berdoa, mereka keluar membawa kertas sembahyang untuk dibakar di pinggir laut. Di sela-sela asap dan debu sisa pembakaran, terkadang warga Tionghoa ini juga membeli burung untuk dilepaskan.

Mereka sepertinya sedang menebus burung yang terkurung untuk dilepaskan. Burung yang sejak beberapa hari terkurung terbang bebas ke angkasa dan tak kembali lagi. Menurut warga yang merayakan Imlek, melepas burung merupakan simbol kebebasan. Mereka juga akan berdoa di dalam hati sambil melepaskan burung ini. Rata-rata warga yang membeli bersifat pribadi atau perorangan.

Sehingga, satu kali lepas burung tidak begitu banyak. Tradisi ini terlihat setiap tahun saat perayaan Imlek. Burung yang dijual pun biasanya didatangkan dari Palembang Sumut. Mengulas tentang Vihara Sejahtera Sakti atau disebut juga Kelenteng Hoo Ann Kiong atau Tua Pek Kong Bio (bahasa Hokkian) merupakan kelenteng tertua di Provinsi Riau.

Awal berdiri, kelenteng ini hanya gubuk sederhana saat zaman kolonial belanda. Vihara Sejahtera Sakti didirikan dengan tujuan untuk menghormati dewa bumi yang dikenal dengan nama Tua Pek Kong. Tak ada yang mengetahui secara pasti tahun berapa kelenteng itu didirikan. Namun, diperkirakan usianya saat ini lebih dari 150 tahun. ***

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Tebing Tinggi Barat dan Kelompok Tani Tanam Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan
ASN Meranti Dilarang Live Streaming Saat Jam Dinas
Perkuat Korwas PPNS, Polres Meranti Bahas Implementasi KUHAP 2025
PT Timah Salurkan Belasan Sapi Kurban di Meranti
Kunker Ke Meranti DPRD Karimun Pelajari Strategi Digitalisasi Disdukcapil
Polsek Merbau Dukung Ketahanan Pangan Nasional Cek dan Beri Pakan Kambing
Bhabinkamtibmas Desa Sungai Cina Cek Kelompok Ternak Ikan Mujair untuk Dukung Ketahanan Pangan Rangsang Barat
Pemantauan Jagung Pipil: Polsek Tebing Tinggi Barat Terus Dampingi Petani

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:38 WIB

Polsek Tebing Tinggi Barat dan Kelompok Tani Tanam Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:50 WIB

ASN Meranti Dilarang Live Streaming Saat Jam Dinas

Senin, 25 Mei 2026 - 16:20 WIB

Perkuat Korwas PPNS, Polres Meranti Bahas Implementasi KUHAP 2025

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:28 WIB

PT Timah Salurkan Belasan Sapi Kurban di Meranti

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:41 WIB

Kunker Ke Meranti DPRD Karimun Pelajari Strategi Digitalisasi Disdukcapil

Berita Terbaru

Berita

Operasi Patuh 2026 Bakal Digelar mulai 8 Sampai 21 Juni

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:13 WIB