class="wp-singular post-template-default single single-post postid-4681 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Featured / Kep Meranti / Riau

Sabtu, 28 Januari 2017 - 14:15 WIB

Sambut Imlek Vihara Sejahtera Sakti Selatpanjang Lepaskan Ribuan Burung

Liputankepri.com,Selat Panjang – Tradisi melepas burung saat perayaan Imlek di Selatpanjang, setiap tahun diadakan di Vihara Sejahtera Sakti Jalan A Yani, Kepulauan Meranti. Tak tanggung-tanggung, ribuan burung disiapkan penjual di depan kelenteng tertua di Riau itu.

 Menurut penjual, burung-burung yang biasanya dibeli dan dilepas warga Tionghoa itu didatangkan dari Palembang Sumatera Utara (Sumut) harga jualnya pun bervariasi, mulai Rp5 ribu hingga Rp8 ribu. “Tergantung berapa banyak belinya. Kalau beli banyak, harganya semakin murah,” ujar beberapa penjual, Sabtu (28/1/2017).

Berdasarkan pengalaman, kata beberapa penjual, ribuan burung itu biasanya habis terjual selama perayaan Imlek. Sekitar 6 hari lamanya perayaan Imlek di Selatpanjang, selama itu pula mereka akan menjual burung di depan kelenteng. “Tahun kemarin habis terjual, tapi 6 hari lamanya,” kata beberapa penjual burung.

Pantuan di Vihara Sejahtera Sakti, ratusan warga Tionghoa silih memasuki vihara untuk berdoa. Mulai dari anak-anak, dewasa, hingga orang tua. Usai berdoa, mereka keluar membawa kertas sembahyang untuk dibakar di pinggir laut. Di sela-sela asap dan debu sisa pembakaran, terkadang warga Tionghoa ini juga membeli burung untuk dilepaskan.

Mereka sepertinya sedang menebus burung yang terkurung untuk dilepaskan. Burung yang sejak beberapa hari terkurung terbang bebas ke angkasa dan tak kembali lagi. Menurut warga yang merayakan Imlek, melepas burung merupakan simbol kebebasan. Mereka juga akan berdoa di dalam hati sambil melepaskan burung ini. Rata-rata warga yang membeli bersifat pribadi atau perorangan.

Sehingga, satu kali lepas burung tidak begitu banyak. Tradisi ini terlihat setiap tahun saat perayaan Imlek. Burung yang dijual pun biasanya didatangkan dari Palembang Sumut. Mengulas tentang Vihara Sejahtera Sakti atau disebut juga Kelenteng Hoo Ann Kiong atau Tua Pek Kong Bio (bahasa Hokkian) merupakan kelenteng tertua di Provinsi Riau.

Awal berdiri, kelenteng ini hanya gubuk sederhana saat zaman kolonial belanda. Vihara Sejahtera Sakti didirikan dengan tujuan untuk menghormati dewa bumi yang dikenal dengan nama Tua Pek Kong. Tak ada yang mengetahui secara pasti tahun berapa kelenteng itu didirikan. Namun, diperkirakan usianya saat ini lebih dari 150 tahun. ***

Share :

Baca Juga

Kep Meranti

Merespon Tewasnya 6 Anggota FPI dan penahanan HRS, LM2R Bersama Forum Masyarakat Lakukan Aksi Di Mapolres Meranti

Featured

BMKG : Fenomena Super Blue Blood Moon Tidak Bisa di Prediksi Penyebab Banjir di Sejumlah Wilayah Karimun

Featured

Mesin PLTD Carok Kembali Beroperasi

Kep Meranti

Bupati Meranti Terima Baznas Award Tahun 2018

Featured

Lagi,Satresnarkoba Polres Karimun Bekuk Empat Terduga Sabu 

Berita

Bupati Meranti Lantik 49 Anggota PPK Dari 9 Kecamatan Di Grand Meranti Hotel Selatpanjang

Featured

BNNP Kepri Kembali Amankan Kurir Sabu

Ekonomi

Wakapolresta Pekanbaru Kunjungi Warga Miskin
error: Content is protected !!