banner 200x200

Home / Batam / Featured

Jumat, 11 November 2016 - 17:28 WIB

Sindikat Penjual Bayi Diancam Lima Tahun Penjara

Liputankepri.com – Batam – Ermanila alias Nila dijerat pasal berlapis dengan ancaman pidana penjara lima tahun lebih.

Ia pun harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Batam karena perannya sebagai perantara dalam sindikat penjualan bayi.

Ceritanya, pada awal Juni lalu dia menjadi perantara transaksi jual beli bayi antara Buyung dengan Yuliana.

Saat itu, Ermanila menanyakan kepada Yuliana apakah ada bayi yang hendak dijual. Dia juga mengatakan, saat itu ia tengah bersama calon pembeli, Buyung.

Yuliana cepat merespon dan mengatakan ada bayi laki-laki berusia dua bulan yang akan ia jual. Kepada Ermanila, Yuliana menyebut harganya Rp 40 juta.

Setelah sepakat, Ermanila dan Buyung menjemput bayi tersebut. Namun rupanya, Buyung juga hanya merupakan bagian dari sindikat penjualan bayi lintas negara.

Dia berencana menjual kembali bayi bernama Apui tersebut kepada Edi, warga negara Singapura, seharga 6.000 dolar Singapura atau sekitar Rp 60 juta.

Sialnya, transaksi jual beli bayi ini terendus polisi.

Aparat pun diam-diam menyamar menjadi calon pembeli dan menawar harga yang lebih tinggi, yakni Rp 8.000 dolar Singapura atau sekitar Rp 80 juta.

Singkat cerita, Buyung dan polisi yang menyamar bersepakat. Mereka bertransaksi di rumah Ahiang di Perumahan Cahaya Garden, Bengkong, Batam.

Transaksi dilengkapi dengan kwitansi yang dibuat Buyung.

Namun saat itu pula polisi yang menyamar tersebut langsung menangkap Buyung beserta Ermanila. Kemudian polisi melakukan pengembangan dan akhirnya berhasil menciduk Yuliana.

Kini ketiganya berstatus sebagai terdakwa. Mereka menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (10/11) sore.

Jaksa Penuntut Umum (JPU, Arie Prasetyo, mengatakan ketiga terdakwa dijerat dengan pasal 83 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Atau, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 77B Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Arie mengatakan, bayi bernama Apui tersebut sebenarnya merupakan titipan dari Ani, warga Perumahan Putri Hijau, Sagulung, Batam.(jppn/lk)

Share :

Baca Juga

Featured

Stok BBM Kosong Ini Penjelasan Dirut Perusda Karimun

Featured

Inilah Titik Lokasi Pasar Murah Yang di Gelar Pemkot Tanjung Pinang

Batam

Kejahatan Narkoba Warnai Batam Sepanjang Tahun 2016

Featured

DPW LMB Gelar Halalbihalal Bersama Warga Kepri

Featured

Warga Di Gegerkan Penemuan Mayat Di Dalam Rumah

Featured

136 Pegawai Eselon III Pemkab Karimun Ikuti Tes Urine

Batam

Partai Gerindra Usung 13 Nama Calon Wakil Gubernur Kepri

Batam

Polda Kepri Bongkar Sindikat Jaringan Narkoba Internasional