class="wp-singular post-template-default single single-post postid-29861 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Anambas / Kepri / Kesehatan / Nasional

Jumat, 7 Februari 2020 - 10:15 WIB

Soal Virus Corona,Bupati Natuna Temui Warga Penagi

Natuna – Sepulangnya dari Jakarta, Bupati Natuna Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si., hari ini, Kamis (06/02) pagi langsung melakukan peninjauan ke permukiman penduduk di Kota Tua Penagi, Kecamatan Bunguran Timur.

Dalam kesempatan itu, Hamid Rizal ingin memastikan bahwa warganya yang tinggal berdekatan dengan lokasi observasi 238 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, dalam kondisi baik dan aman.

Hamid Rizal menyampaikan kepada masyarakat, bahwa mereka tidak perlu merasa khawatir dan cemas, lantaran Pemerintah Pusat telah menjamin bahwa kondisi WNI yang sedang menjalani observasi selama 14 hari di Hanggar Barat, Lanud Raden Sadjad Ranai, dalam kondisi sehat.

Untuk itu Hamid Rizal meminta supaya masyarakat tetap tenang, serta tidak perlu melakukan eksodus ke luar Daerah Natuna. Namun dirinya tetap menghimbau agar masyarakat selalu menggunakan masker serta berperilaku hidup bersih dan sehat, sebagai langkah antisipasi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

Baca Juga :  Kapolres Karimun Himbau Waspadai Virus Corona

Lebih lanjut Hamid Rizal menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah bersama Ketua DPRD Natuna dan sejumlah tokoh perwakilan masyarakat, telah menyampaikan berbagai permasalahan sebagai dampak dari dijadikannya Natuna sebagai lokasi observasi ratusan WNI dari Wuhan, China, kepada Presiden Joko Widodo, melalui beberapa lembaga Kementerian. Diantaranya Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Kemanan (Kemenko Polhukam), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta Jajaran Komisi IX DPR RI.

Beberapa aspirasi masyarakat yang telah disampaikannya tersebut, imbuh Hamid, hanya satu yang tidak bisa direalisasikan oleh Pemerintah Pusat. Yaitu lokasi observasi yang dipindahkan di Kapal Perang milik Pemerintah Indonesia. Alasannya karena berdasarkan standart keamanan dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, warga negara yang dievakuasi dari China, harus dilakukan observasi didarat, bukan dilaut.

Baca Juga :  Bupati Natuna Resmi Buka Pelatihan Dasar 87 CPNS TA 2022

Namun usulan lainnya telah disetujui oleh Pemerintah Pusat. Diantaranya Menteri Kesehatan akan berkantor sementara waktu di Natuna, sampai masa karantina WNI tersebut selesai dan benar-benar telah dikembalikan ke daerahnya masing-masing.

Kemudian Pemerintah juga akan menambah tenaga medis untuk penanganan WNI yang menjalani masa observasi, serta membangun posko-posko kesehatan bagi masyarakat Natuna.**

(natunakabrils)

Share :

Baca Juga

Batam

Muhammad Rudi Ajak Masyarakat Manfaatkan Media Sosial Promosikan Kota Batam

Berita

Polsek Moro Gencarkan Pencegahan Karhutla di Wilayah Rawan

Batam

Safari Ramadhan di Buliang, Marlin Cerita Soal Wisata Religi

Ekonomi

Sejumlah Cabor Mulai Tentukan Balon Ketua KONI Meranti Periode 2019-2023

Ekonomi

Anggaran di Pangkas,Sri Mulyani: Pemerintah Pusat Pinjam ke Daerah Kaya

Karimun

Polisi Tangkap Pembobol Mesin ATM di Prayun Kundur

Featured

Prabowo dan SBY Bahas Tiga Hal, Salah Satunya soal “Power Sharing”

Ekonomi

JHS Gelar Sosialisasi Peluang Kerja Untuk Kapal Pesiar Di Kepulauan Meranti
error: Content is protected !!