Soal Virus Corona,Bupati Natuna Temui Warga Penagi

- Jurnalis

Jumat, 7 Februari 2020 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Natuna – Sepulangnya dari Jakarta, Bupati Natuna Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si., hari ini, Kamis (06/02) pagi langsung melakukan peninjauan ke permukiman penduduk di Kota Tua Penagi, Kecamatan Bunguran Timur.

Dalam kesempatan itu, Hamid Rizal ingin memastikan bahwa warganya yang tinggal berdekatan dengan lokasi observasi 238 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, dalam kondisi baik dan aman.

Hamid Rizal menyampaikan kepada masyarakat, bahwa mereka tidak perlu merasa khawatir dan cemas, lantaran Pemerintah Pusat telah menjamin bahwa kondisi WNI yang sedang menjalani observasi selama 14 hari di Hanggar Barat, Lanud Raden Sadjad Ranai, dalam kondisi sehat.

Untuk itu Hamid Rizal meminta supaya masyarakat tetap tenang, serta tidak perlu melakukan eksodus ke luar Daerah Natuna. Namun dirinya tetap menghimbau agar masyarakat selalu menggunakan masker serta berperilaku hidup bersih dan sehat, sebagai langkah antisipasi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

Baca Juga :  Bupati Natuna Dukung Penuh Masuknya Investor Pabrik Pengalengan Ikan

Lebih lanjut Hamid Rizal menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah bersama Ketua DPRD Natuna dan sejumlah tokoh perwakilan masyarakat, telah menyampaikan berbagai permasalahan sebagai dampak dari dijadikannya Natuna sebagai lokasi observasi ratusan WNI dari Wuhan, China, kepada Presiden Joko Widodo, melalui beberapa lembaga Kementerian. Diantaranya Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Kemanan (Kemenko Polhukam), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta Jajaran Komisi IX DPR RI.

Beberapa aspirasi masyarakat yang telah disampaikannya tersebut, imbuh Hamid, hanya satu yang tidak bisa direalisasikan oleh Pemerintah Pusat. Yaitu lokasi observasi yang dipindahkan di Kapal Perang milik Pemerintah Indonesia. Alasannya karena berdasarkan standart keamanan dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, warga negara yang dievakuasi dari China, harus dilakukan observasi didarat, bukan dilaut.

Baca Juga :  Pemkab Natuna Gelar Rakor Pemantapan Persiapan Pemilihan Kades Serentak

Namun usulan lainnya telah disetujui oleh Pemerintah Pusat. Diantaranya Menteri Kesehatan akan berkantor sementara waktu di Natuna, sampai masa karantina WNI tersebut selesai dan benar-benar telah dikembalikan ke daerahnya masing-masing.

Kemudian Pemerintah juga akan menambah tenaga medis untuk penanganan WNI yang menjalani masa observasi, serta membangun posko-posko kesehatan bagi masyarakat Natuna.**

(natunakabrils)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,9 Ton Pasir Timah ke Malaysia
Nonton Timnas di Piala AFF 2026 Sekarang Gratis di YouTube Reza Arap
Bahas KUA-PPAS 2027, Banggar DPRD Kota Batam Sinkronkan Persepsi dengan TAPD
Kapolsek Kampar Kiri Cek Langsung Penanaman Jagung Kuartal Kedua
Kemnaker Modernisasi Pelatihan Pejabat Fungsional untuk Perkuat Layanan Ketenagakerjaan
Sidak RSUD, Bupati Asmar Tegaskan Petugas Medis Wajib Layani Pasien dengan Empati
Menaker akan Hadiri Forum BRICS, Bahas Jaminan Sosial hingga Pengembangan Keterampilan
Penambangan Sedimentasi Laut di Karimun: Ancaman Baru bagi Nelayan

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:27 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,9 Ton Pasir Timah ke Malaysia

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:42 WIB

Nonton Timnas di Piala AFF 2026 Sekarang Gratis di YouTube Reza Arap

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:42 WIB

Bahas KUA-PPAS 2027, Banggar DPRD Kota Batam Sinkronkan Persepsi dengan TAPD

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:17 WIB

Kapolsek Kampar Kiri Cek Langsung Penanaman Jagung Kuartal Kedua

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:23 WIB

Kemnaker Modernisasi Pelatihan Pejabat Fungsional untuk Perkuat Layanan Ketenagakerjaan

Berita Terbaru