WNI Pengebom Gereja Filipina Dikirim Andi Basso

- Jurnalis

Selasa, 23 Juli 2019 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Policemen and soldiers stand outside bomb-hit church in Jolo, Sulu province on the southern island of Mindanao, on January 27, 2019. - At least 18 people were killed when two bombs hit a church on a southern Philippine island that is a stronghold of Islamist militants, the military said on January 27, days after voters backed the creation of a new Muslim autonomous region. (Photo by NICKEE BUTLANGAN / AFP)

Policemen and soldiers stand outside bomb-hit church in Jolo, Sulu province on the southern island of Mindanao, on January 27, 2019. - At least 18 people were killed when two bombs hit a church on a southern Philippine island that is a stronghold of Islamist militants, the military said on January 27, days after voters backed the creation of a new Muslim autonomous region. (Photo by NICKEE BUTLANGAN / AFP)

Liputankepri.com Nasional — Mabes Polri mengatakan pelaku serangan bom bunuh diri di gereja Katolik di Pulau Jolo, Filipina Januari 2019 diduga kuat asal Indonesia karena keterangan beberapa orang saksi.

Salah satunya adalah keterangan Yoga tokoh JAD Kalimantan Timur yang ditangkap Juni lalu di Malaysia. Yoga adalah orang yang menggantikan Andi Basso sebagai jembatan penghubung jaringan teror Indonesia-Filipina dan berkedudukan di Malaysia.

“Sedangkan Andi Basso adalah warga Makassar yang diyakini ada di Filipina Selatan. Dia juga merupakan buron pengeboman gereja Oikuemene di Samarinda pada November 2016 bersama Juanda dkk,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Andi juga yang diduga mengatur perjalanan Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh—deportan dari Turki dan berafilisi dengan ISIS—yang mengebom gereja di Pulau Jolo.

“Awalnya aparat keamanan kita hanya mendapatkan informasi pengebom di Jolo dari lima tersangka yang ditangkap di Filipina. Tapi setelah dilakukan penangkapan terhadap M Novendri dan Yoga di Malaysia baru mengkait ternyata pelaku bom bunuh diri di Filipina itu adalah dua orang warga negara Indonesia,” imbuhnya.

Novendri dibekuk di Padang pada 18 Juli. Dia adalah tokoh sentral sebagai bendahara jaringan yang dikendalikan oleh buron bernama Saefulah yang saat ada di Afghanistan.

Insiden ledakan dua bom di Gereja Jolo di Provinsi Sulu pada Minggu (27/1) lalu merupakan bom bunuh diri yang dilakukan dua orang. Bom ganda tersebut telah menewaskan 22 orang dan melukai 100 orang lainnya.

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Karimun Terima Kunjungan Tim Supervisi Baharkam Polri
Hari Bumi 2026, Kapolres Siak Ajak Generasi Z Jaga Kelestarian Alam Melalui Program Green Policing
Kemnaker Sinkronkan Pelatihan Vokasi dengan Industri KEK, 60 Ribu Kuota Pelatihan Disiapkan
Bupati H. Asmar Ikuti Rakornas Kementan RI, Bahas Strategi Hadapi Musim Kering Jaga Ketahanan Pangan Nasional
Wamenaker: Dunia Kerja Tak Hanya Lihat Ijazah, tapi juga Kompetensi
Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi
Menaker Tekankan Perusahaan Sesuaikan Tugas Magang dengan Latar Pendidikan Peserta
Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Laporan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 03:16 WIB

Polres Karimun Terima Kunjungan Tim Supervisi Baharkam Polri

Jumat, 24 April 2026 - 10:50 WIB

Kemnaker Sinkronkan Pelatihan Vokasi dengan Industri KEK, 60 Ribu Kuota Pelatihan Disiapkan

Kamis, 23 April 2026 - 11:37 WIB

Bupati H. Asmar Ikuti Rakornas Kementan RI, Bahas Strategi Hadapi Musim Kering Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Kamis, 23 April 2026 - 11:31 WIB

Wamenaker: Dunia Kerja Tak Hanya Lihat Ijazah, tapi juga Kompetensi

Kamis, 23 April 2026 - 11:14 WIB

Pasutri Diringkus Sat Resnarkoba Polres Kep Meranti, Diduga Jadi Pengedar Ekstasi

Berita Terbaru

Nasional

Polres Karimun Terima Kunjungan Tim Supervisi Baharkam Polri

Sabtu, 25 Apr 2026 - 03:16 WIB