class="wp-singular post-template-default single single-post postid-25595 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Ekonomi / Nasional / Peristiwa / Riau

Minggu, 14 Juli 2019 - 18:44 WIB

Kabut Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Selimuti Pekanbaru

Liputankepri.com,Pekanbaru – Kabut asap tipis menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (14/7/2019) ini. Kabut asap ini merupakan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah itu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru menyebutkan, jarak pandang di Pekanbaru jadi berkurang akibat adanya kabut asap tersebut.

“Berdasarakan data pengamatan synoptik jam 07.00 WIB di Stamet Bandara SSK II Pekanbaru terdeteksi adanya kekaburan udara akibat smoke (asap),” kata Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Sanya Gautami via telepon seluler, Minggu.

Asap itu membuat jarak pandang di Kota Pekanbaru hanya sejauh lima kilometer. Dampak kebakaran hutan dan lahan itu uga terasa di wilayah Kota Dumai.

“Jarak pandang juga lima kilometer,” ujar dia.

Sanya menyampaikan, pagi ini titik panas atau hotspot terdeteksi di 38 titik di wilayah Riau. Jumlah itu meningkat dibandingkan dari pantauan satelit pada Sabtu sore, yakni 35 titik.

Baca Juga :  Gunakan Paspor Untuk TKI Ilegal,81 Pemohon Ditolak Kantor Imigrasi

Titik panas di Riau tersebar di 11 kabupaten dan kota. Di Kabupaten Siak ada 9 titik, Pelalawan 7 titik, Bengkalis 6 titik, Rokan Hilir 6 titik, Kampar 3 titik, Rokan Hulu 2 titik, Kota Pekanbaru 1 titik, Kepulauan Meranti 1 titik, Kuantan Singingi 1 titik, Indragiri Hilir 1 titik, Indragiri Hulu 1 titik.

Dari jumlah hotspot tersebut, sebanyak 20 titik berada di level confidence 70 persen atau titik api.

“Level confidence 70 persen tersebar di Kabupaten Rokan Hilir 4 titik, Siak 6 titik, Pelalawan 4 titik, Rokan Hulu 2 titik, sedangkan Bengkalis, Pekanbaru, Indragiri Hulu dan Kampar, masing-masing satu titik,” kata Sanya.

Baca Juga :  Kaka: Napi Kasus Korupsi Dilarang Ikut Pileg 2019

Untuk wilayah pulau Sumatera, kata dia, titik panas terdeteksi ada 81 titik.

Provinsi Riau berada diperingkat teratas, yakni 38 titik. Setelah itu Provinsi Sumatera Selatan 19 titik, Jambi 7 titik, Sumatera Selatan 3 titik, Sumatera Barat 3 titik, Lampung 3 titik, Aceh 2 titik dan Bangka Belitung 2 titik.

Wadansatgas Karhutla Riau Edwar Sanger menyatakan, upaya pemadaman karhutla masih dilakukan tim Satgas Karhutla.

“Pemadaman dan pendingin titik api di Siak dan Rohil oleh tim darat. Kami optimalkan dulu tim darat,” ujar Edwar saat dikonfirmasi, Minggu.

Saat ditanya soal kondisi udara yang kabur di Pekanbaru, dia membantah bahwa hal itu dampak kabut asap karhutla.

“Gaklah. Karena lokasinya kan cukup jauh di Siak dan Rohil,” kata Edwar.

Share :

Baca Juga

Kep Meranti

Pengukuhan DPC IWAPI Meranti, Bupati Ajak Bersinergi dengan Pemkab

Nasional

Telkom Salurkan 33 Sapi Di Seluruh Indonesia

Nasional

Polri Akan Tegas Tindak Preman Berkedok Ormas Yang Ganggu Investasi

Berita

FIFGROUP Terus Berkiprah Dukung UMKM di Masa Pandemi

Berita

Resmi Mengundurkan Diri, Perry Warjiyo Lepas Jabatan Gubernur Bank Indonesia

Kep Meranti

Anggota Fraksi PDIP Minta Pemda Meranti Fokus Saja Wujudkan Meranti Maju,Cerdas Dan Bermartabat

Kep Meranti

Meranti Bersholawat ,Ribuan Santri Padati Taman Cik puan

Batam

Marlin Agustina: Keberagaman Masyarakat Jadi Kunci Wujudkan Batam Kota Baru
error: Content is protected !!