Dua Sejarah Baru LAMR: Gelar Adat Prabowo dan Perjuangan DIR Nasional Dibahas Tuntas

- Jurnalis

Minggu, 15 Juni 2025 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru – Selain menasionalkan gerakan untuk mewujudkan Daerah Istimewa Riau (DIR) , Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) memberikan gelar adat kepada Presiden Prabowo Subianto. Demikian antara lain program dan rekomendasi dari Musyawarah Kerja (Musker) LAMR, Jumat – Ahad (13 – 15/6).

Ketua Panitia Musker LAMR 2025 yang juga Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Harian (Sekum DPH) LAMR, Datuk Jonnaidi Dasa mengatakan, ditetapkan juga program kerja untuk melanjutkan program yang sudah ditetapkan sebelumnya. Selain itu, dicantumkan program baru seperti menasionalkan DIR dengan cara menjalin komunikasi dengan daerah lain dan menciptakan jaringan DIR antarprovinsi.

Di sisi lain, Musker memutuskan untuk memperjuangkan hak masyarakat adat dan tempatan dalam penerbitan kawasan hutan sampai 30 persen yang kini sedang dilakukan. Musker juga memutuskan agar LAMR di semua tingkatan, menggesa pendaftaran tanah ulayat secara menyeluruh.

Gelar Adat Presiden

Hal penting yang muncul dalam Musker ini adalah merekomendasikan pemberian gelar adat Melayu Riau kepada Presiden Prabowo Subianto. Sebab baik sengaja maupun tidak sengaja, sejak sebelum menjadi presiden, dia dinilai berjasa bagi alam Melayu.

Ketua Komisi Rekomendasi Musker LAMR 2025, Datuk Aziun Asy’ari mengatakan, Tuan Prabowo bertahun-tahun memimpin silat nasional bahkan internasional, menggunakan seragam Melayu, menyelenggarakan event silat dengan nama piala Hang Tuah. Dalam pidato ilmiahnya pertengahan tahun 2024, dia menyebutkan dua hal gemilang dari Indonesia yang harus dijunjung yakni pendiri bangsa dan bahasa Melayu Riau.

Baca Juga :  Pemkab Meranti Tegaskan Penamaan Jalan Harus Sesuai Regulasi

Setelah jadi presiden, lanjut Aziun, Datuk Seri Prabowo juga menunjukkan kiprahnya amat besar bagi Melayu Riau. Di antaranya yang sekarang sedang viral adalah penertiban kawasan hutan, 50 persen berada di Riau.

“Sejak betahun-tahun lalu kita tahu, dari temuan DPRD Riau, ada 1,6 juta hektar kebun ilegal di Riau, sedangkan komisi pemberantasan korupsi (KPK) menemukan 1,2 juta hektar. Selama ini pula, data itu tinggal angka-angka, tapi Bapak Prabowo berani mengambil tindakan menertibkannya, dan dalam waktu singkat sudah menyegel hampir satu juta hektar sawit ilegal di Riau, ” lanjut Datuk Aziun.

Monumental

Ia juga menyebutkan, Presiden Prabowo memenuhi permintaan LAMR agar diadakan Kementerian Kebudayaan. Selain itu, pada masanya pula pelajaran Budaya Melayu Riau (BMR) untuk tingkat SMA terdaftar dalam data pendidikan nasional. “Kami harus memanggil dia Datuk Seri karena beliau sudah memperoleh gelar di Melaka dan Johor, kini dari Riau pula, ” kata Datuk Aziun sambil menambahkan bagaimana Presiden Prabowo tentu akrab dengan kemelayuan karena dia pernah menempuh pendidikan di Malaysia selama empat tahun.

Baca Juga :  Hadiri Lepas Sambut Kakan Kemenag Meranti, Bupati Asmar: Mutasi Adalah Dinamika Organisasi untuk Jaga Kesinambungan Visi

Sementara, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (Ketum DPH) LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, mengatakan bahwa rekomendasi itu amat monumental bagi LAMR. Pasalnya, hal tersebut diusulkan langsung oleh LAMR Kab/ kota serta kawasan dan perwakilan meski sudah mulai dibicarakan di LAMR Provinsi. “Biasanya, pemberian gelar adat ini cukup selesai dimusyawarahkan LAMR Provinsi, tapi sekarang dari daerah, ” katanya.

Beberapa orang presiden memang sempat menerima gelar adat dari LAMR seperti Soesilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo. LAMR juga sempat memberi gelar adat kepada Hamengkubowono IX, Laksamana M. Ali, Syarwan Hamid, Ustad Abdul Somad, Arifin Achmad, pujangga Sutardji Calzoum Bachri, wartawan Rida K. Liamdi, Mohamad Iqbal, dan Akmal Abbas.

Menurut catatan, Musker LAMR 2025 memang mencatat berbagai hal baru. Biasanya Musker dilaksanakan akhir tahun. Pembicara biasanya internal, tapi kini mengundang Suwito, S.H., M.Kn, Direktur Pengaturan Tanah Pemerintah pada Direktorat Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah di Kementerian ATR/BPN meski lewat daring.

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Meranti Rampungkan Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Hari Ke 11 Capai 100 Persen
Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
Operasi Antik 2026 Polsek Tebing Tinggi Ringkus Di Duga Pengedar Sabu Nipah Sendanu
Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram
Tampa Ampun Polres Meranti Sikat Pengedar Sabu Di Selatpanjang.
Hadiri Lepas Sambut Kakan Kemenag Meranti, Bupati Asmar: Mutasi Adalah Dinamika Organisasi untuk Jaga Kesinambungan Visi
Polsek Tualang Perketat Pengawasan, Narkoba Jadi Target Utama
Polres Karimun Terima Kunjungan Tim Supervisi Baharkam Polri

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 11:10 WIB

Polres Meranti Rampungkan Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Hari Ke 11 Capai 100 Persen

Senin, 27 April 2026 - 09:05 WIB

Sekda Sudandri Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Meranti, Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah

Senin, 27 April 2026 - 09:02 WIB

Operasi Antik 2026 Polsek Tebing Tinggi Ringkus Di Duga Pengedar Sabu Nipah Sendanu

Minggu, 26 April 2026 - 08:32 WIB

Polsek Tebing Tinggi Beraksi Berhasil Sikat Pengedar Sabu 18,87 Gram

Sabtu, 25 April 2026 - 10:38 WIB

Tampa Ampun Polres Meranti Sikat Pengedar Sabu Di Selatpanjang.

Berita Terbaru

Berita

Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah

Selasa, 28 Apr 2026 - 12:18 WIB

Polres Karimun

Rotasi Sejumlah Pejabat Utama di Polres Karimun

Senin, 27 Apr 2026 - 11:50 WIB