MERANTI – Salah Satu Kabupaten yang ada di Provinsi Riau yakni Kabupaten Kepulauan Meranti, di ketahui dengan hamparan sagunya yang luas dan kekayaan budaya Melayu, menyimpan sebuah permata wisata alam yang unik di Telaga Air Merah.
Salah satu obyek Wisata Telaga Air Merah yang menjadi daya tarik sendiri seperti Keunikan airnya yang berwarna kemerahan dan dikelilingi oleh rimbunnya vegetasi, menawarkan pesona tersendiri yang kian menarik perhatian wisatawan daerah maupun luar daerah.
Telaga Air Merah pada awalnya merupakan sebuah tempat bekas waduk yang dulunya digunakan sebagai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) pada masa era Kabupaten Bengkalis.
Namun sekarang tempat waduk ini dialih fungsikan oleh Pemerintah Desa sebagai tempat obyek wisata. Tepatnya di Dusun Tanah Merah, Desa Tanjung, Kecamatan Tebingtinggi Barat,
Berawal dari inisiatif kolektif, pemuda Tanjung untuk memanfaatkan lahan bekas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang terbengkalai dan mengubahnya menjadi destinasi wisata berbasis komunitas.
Karena dirasa memiliki potensi yang cukup besar dan menarik perhatian pengunjung, akhirnya sepakat untuk mengelola waduk tersebut sebagai wisata desa yang dikelola langsung oleh Badan Usah Milik Desa (BUMDeS) yang diketuai oleh Selamat Riadi.
Kades Tanjung Muhammad Anas, Telaga Air Merah merupakan aset Pemda yang dikembangkan menjadi tempat wisata, berawal dari tahun 2010 aset milik pada era Bengkalis, Setelah Kepulauan Meranti berpisah dengan Bengkalis
“Alhamdulillah dalam perjalanan aset atau PDAM ini diolah lagi untuk pengolahan air bersih ini terbengkalai hampir lebih 9 tahun sampai 2018, Waktu kalau kesini datang sendiri tidak berani karena semak belukar, karena PDAM ditutupi tumbuhan semak-semak,”
Lanjutnya, pada tahun 2018 kami menjumpai pihak Pemda yakni bagian Aset dan PUPR untuk mengelola aset ini jadi tempat wisata.
“Alhamdulilah berkat kerjasama teman-teman Pokdarwis dan BUMDES secara perlahan bisalah telaga ini sampai saat sekarang ini dikelola”
Selamat Riadi Ketua BUMDeS Tanjung Mandiri mengatakan, Pada tahun 2018, pemuda Tanjung berinisiatif mengerakkan dan mengelola lahan bekas Perusahaan Daerah Air Minum yang terbengkalai, melalui kerja sama bersama masyarakat dengan membersihkan lahan penuh semak belukar dipinggir kolam hingga bersih.
“Kalau berdirinya dulu pada tahun 2018, awalnya tempat ini belum diberikan nama telaga air merah, masih dibawah kelompok sadar wisata (Pokdarwis), dengan semangat tekad pemuda, dan tidak ada modal hanya modal gotong-royong,”
Lanjutnya, kita membangun telaga merah ini dalam satu tahun tanpa satu biaya apapun, kita hanya gotong royong dan bekerjasama setiap hari, sehingga pada 2019 barulah kita di support oleh Bumdes untuk menjadikan obyek wisata, dan kami berikan nama wisata telaga air merah.
diceritakan nya suka duka di tahun pandemi era corona, di pertengahan tahun 2020 hingga awal tahun 2019, waktu itu sudah ada bau bau isu covid -19 dipertengahan tahun lah kalau tak salah, Kita baru mulai buka, tapi buka nya secara kucing – kucingan, menghindari dari petugas keamanan Covid 19, yaa tau lah kan waktu itu dengan aturan yang ada diakibatkan isu corona tersebut.
“Kalau tak salah, bulan dua bulan tiga dan bulan empat, di saat bulan lima itu lah kami lakukan gotong royong disini, waktu itu belum buka secara resmi, tepatnya pada tanggal 12 Juni 2020 itu kami buka seadanya,”
lanjutnya, dimasa pandemi covid 19, kami buka itu pengunjung hampir ratusan orang yang datang dari merata tempat, pada masa itu, kami buka pun selepas hari perayaan idul Fitri, dimasa itu jugakan masih banyak orang tak boleh keluar, jadi kami buka seadanya.
Setelah melalui suram di era pandemi covid19 pun berlalu, wisata telaga air merah pun ramai dikunjungi wisatawan dan pengunjung dari berbagai wilayah hingga sekarang ditahun 2025, rata rata pengunjung ramai mendatangi wisata telaga air merah.
“Alhamdulillah, di tahun ini dan tahun sebelumnya pengunjung yang datang sudah semakin ramai bisa dihitung kalau dulu ratusan orang, sekarang ya ramai bisa melebihi ribuan orang yang hadir, berkat tekad dan modal semangat kawan-kawan telaga Air merah sudah semakin dikenali masyarakat lokal maupun luar.”

Selain itu, untuk tahun ini sudah kita sediakan juga wahana permainan bebek dayung, sampan, dan juga spot baru seperti kolam berenang anak-anak TK-SD, ya hanya segitu wahana yang ada saat ini, kalau hiburan seperti karaoke ya gratis.
“Untuk tiket masuk wisata telaga air merah dengan harga Rp. 5.000, untuk permainan seperti bebek ontel dayung Rp 15.000, Tiket sampan Rp. 10.000 dan hiburan seperti karoke kita gratis kan untuk para pengunjung”
Jika ini berjalan optimal kita akan berupaya menjadikan tempat wisata telaga air merah ini lebih baik lagi seperti Event Besar Hari Kemerdekaan 17 Agustus yang tentunya bisa menyedot banyak pengunjung baik dari dalam maupun luar yang tentunya dalam ini bisa diminati orang banyak.
Dengan semangat sosial, pemuda yang bernaung di Bumdes Tanjung Mandiri itu menarik minat juga hingga kolaborasi pun berjalan hingga sejumlah bantuan juga di berikan, seperti pembagunan toilet, fasilitas kebersihan, mushola, sepeda bebek dan akses jalan.
Telaga ini kini berfungsi lebih dari sekadar tempat rekreasi, tetapi juga sebagai ruang sosial, edukasi, dan ekonomi alternatif bagi masyarakat setempat maupun luar daerah.
Telaga Air Merah juga telah menjadi contoh simbiosis antara masyarakat dan perusahaan. Kemitraan ini tidak hanya menyediakan dana, tetapi juga semangat dan dukungan untuk pengembangan kawasan, seperti pembangunan fasilitas dan jalur edukasi.

Disamping itu, Arip Hidayatuloh CSR Koordinator emp PT Imbang Tata Alam (ITA) mengatakan, saat ini peran kami hanya memfasilitasi dan hanya mensuport seperti fasilitas pendukung seperti membantu membuka akses jalan rusak yang menuju lokasi wisata, seperti toilet, tempat kebersihan dan musholla, sehingga pengunjung yang datang lebih nyaman untuk berkunjung ke telaga air merah.
“Jadi ini adalah salah satu prioritas wilayah operasional yang mendukung terhadap program yang ada, yang dilaksanakan itu bisa seperti jalan nya rusak, maupun obyek toilet, musholla dan lainnya dan turut serta mengerakkan ekonomi lokal melalui pariwisata berbasis komunitas”
Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan pengunjung serta kualitas telaga air merah ini sehingga nantinya masyarakat dari dalam maupun luar bisa datang menikmati wisata telaga air merah lebih menarik.
Wisata Telaga Air Merah di Desa Tanjung bukan sekadar strategi ekonomi alternatif, melainkan juga arena sosial yang memperkuat solidaritas pemuda Desa Tanjung.
Untuk diketahui Desa Tanjung yang berjarak 17 KM dari kota Selatpanjang kabupaten Kepulauan Meranti ini, jarak tempuh hanya 30 menit mengunakan sepeda motor dan roda empat.
Wisata telaga air merah juga dibuka secara umum pada hari Sabtu, minggu dan juga hari libur nasional, seperti di hari raya idul Fitri, Idul Adha, dan tahun baru, kita buka dari pukul 09:00 wib hingga pukul 17:00 wib seperti biasa.
Dengan ada nya Telaga Air Merah ini bisa menjadi inspirasi bahwa perubahan positif dapat lahir dari langkah kecil dan keberanian masyarakat desa dan pemuda setempat untuk tidak menyerah dan membangun desanya sendiri.**








