class="wp-singular post-template-default single single-post postid-34394 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Batam / Kepri / Law / Liputan Bea Cukai / Liputan Kriminal / Nasional / Video

Kamis, 19 November 2020 - 12:19 WIB

Tersangka Kasus Korupsi Impor Tekstil di Batam Segera Disidang

Batam – Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah melimpahkan berkas perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kasus Importasi Tekstil pada Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe B Batam ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

“Kemarin, Tim JPU pada Direktorat Penuntutan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung bersama-sama Tim JPU dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, telah melimpahkan berkas perkara kelima Terdakwa ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” kata Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono dalam keterangan pers tertulis, Rabu (18/11).

Hari menyebutkan kelima terdakwa yakni, pertama Komisaris PT FLEMINGS INDO BATAM dan selaku Direktur PT PETER GARMINDO PRIMA, Irianto selaku importer. Lalu kedua, Kepala Bidang Pelayanan dan Fasilitas Pabean dan Cukai II pada KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Mokhammad Mukhlas.

Baca Juga :  Bea Cukai Batam Gagalkan Pengiriman Dua Paket Ganja Sebanyak 4,1 Kilogram

Kemudian, ketiga Kepala Seksi Pabean dan Cukai II pada Bidang Pelayanan dan Fasilitas Pabean dan Cukai (PFPC) I KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Kamaruddin Siregar, keempat Kepala Seksi Pabean dan Cukai III pada Bidang Pelayanan dan Fasilitas Pabean dan Cukai (PFPC) I KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Dedi Aldrian, dan terakhir kelima Kepala Seksi Pabean dan Cukai III pada Bidang Pelayanan dan Fasilitas Pabean dan Cukai (PFPC) II pada KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Haryono Adi Wibowo.

“Dalam dakwaan para terdakwa diduga turut melawan hukum dengan menjual Tekstil yang telah diimpor kepada pihak lain dan mengimpor Tekstil melebihi Alokasi dengan mengubah dokumen impor berupa Invoice, Packing List, serta menggunakan Certificate of Origin (CoO) atau Surat Keterangan Asal (SKA) yang tidak benar,” terang Hari.

Menurutnya para terdakwa diduga turut melanggar Pasal 11 ayat (1) dan (2) Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No. 64/M-DAG/PER/8/2017 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan No. 85/M-DAG/PER/10/2015 Tentang Ketentuan Impor Tekstil dan Produk Tekstil.

Baca Juga :  Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 3,09 Kg Sabu Tujuan Surabaya

“Akibat perbuatan para terdakwa telah merugikan Keuangan Negara atau Perekonomian Negara yakni merugikan Perekonomian Negara sebesar Rp.1.646.216.880.000,” sebutnya.

Atas hal itu, Hari menyampaikan bila Tim JPU untuk saat masih menunggu penetapan Ketua Majelis Hakim tentang hari sidang.**

Share :

Baca Juga

Berita

Pasien Covid-19 Membludak, Walikota Tanjungpinang Tutup Aktivitas Gelper

Berita

Polisi Gerebek Perumahan PT Timah Prayun, Ditemukan Satu Paket Sabu

Batam

Sam Budigusdian: Perubahan Kultur Menuju Peningkatan Kualitas Kinerja Polri Yang Profesional.

Batam

Barang Bukti Kapal Pencuri Ikan Diduga Dijual di Batam

Kepri

Suhajar: Proses Demokrasi di Kepri Berjalan Cukup Baik

Ekonomi

Yosli: Akan Diupayakan Rumah Produksi Batik dan Pelatihan Bagi Pengrajin Karimun

Featured

Puluhan Nelayan Unjuk Rasa Didepan Mako Lanal TBK

Tanjungpinang

Sebanyak 1.911 Anak Di Tanjungpinang Serentak Sikat Gigi Bersama
error: Content is protected !!