class="wp-singular post-template-default single single-post postid-37043 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Berita / Kepri / Life Style / Nasional / Tanjungpinang / Travel / Video

Selasa, 27 April 2021 - 11:06 WIB

BRGM RI Data Lokasi dan Luas Mangrove di Kepri

Tanjungpinang – Kepala BRGM RI, Hartono, mengatakan, pertemuannya dengan Gubernur Kepri merupakan bagian dari rangkaian roadshow BRGM RI ke 3 provinsi yaitu Sumatera Utara, Riau dan Kepulauan Riau.

“Kita ingin mensosialisasikan program restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove tahun 2021-2024 kepada para pihak di daerah. Program ini juga sesuai Perpres Nomor 120 Tahun 2021 tentang pembentukan Badan Restorasi Gambut dan Rehabilitasi Mangrove, yang bertugas memfasilitasi percepatan restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove di seluruh Indonesia,” ujar Hartono.

Pelaksanaan rehabilitasi mangrove, jelasnya, dijalankan dengan metode padat karya. Ini menjadi salah satu upaya Pemerintah untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi terutama pada pada pandemi Covid-19 ini. Di hampir semua daerah banyak hutan mangrove rusak karena berbagai faktor seperti penimbunan keperluan pemukiman, industri, tambak dan kegiatan ekonomi lainnya.

Baca Juga :  Airlangga Tinjau Operasi Pasar di Bintan

Untuk itu pihaknya dalam program restorasi atau rehabilitasi mangrove, selalu memperhatikan beberapa hal seperti soal status lahan dan yang terpenting pemerintah daerah maupun pusat harus memiliki satu visi dan analisis yang sama.

“Jangan sampai ketika satu instansi menanam tapi di sisi lain ada instansi yang malah melakukan penimbunan kawasan mangrove,” tegasnya.

Masih menurut Hartono, hutan mangrove sangat penting terutama untuk daerah kepulauan seperti Provinsi Kepri ini. Hutan mangrove jadi benteng utama agar pulau tidak tenggelam karena abrasi atau perubahan iklim.

Baca Juga :  Singapura Bantu Pemprov Kepri Dalam Penanganan Covid-19

“Keberadaan mangrove juga bagus bagi ekosistem sekitar termasuk menguntungkan bagi warga yang hidup dari sana, seperti nelayan,” tambahnya.

BRGM masih mendata lokasi dan luas mangrove di Kepri. Mereka sedang revisi data terakhir pada 2017. “Data terakhir, 69.000 hektar mangrove di Kepulauan Riau. Kondisi rusak sekitar 37.000 hektar, dalam kawasan hutan 25.000 hektar, di luar kawasan 12.000 hektar,” pungkasnya.**

(Ura)

Share :

Baca Juga

Berita

Terima Sertifikat CSFA dari BPK, Kapolri Ingin Personel Polisi Miliki Kemampuan Auditor

Ekonomi

Pajak Tax Amnesty Tahap Kedua Berakhir,Ini Datanya..

Karimun

Breaking News : Video Dubes RI Singapore Berkunjung Ke Karimun

Berita

Polres Meranti Patroli Skala Besar, Cegah Tindak Kejahatan & Premanisme

Kep Meranti

Danposal Selatpanjang Saidul Aripin Sebut Peran Media Sangat Penting

Berita

Polisi Amankan Satu Warga Desa Kuapan, 5 Paket Narkoba Ditemukan

Batam

Wakil Gubernur Kepri Apresiasi Laju Pertumbuhan Ekonomi Batam

Batam

Simpan Sabu Diarea Vital, Dua Wanita ini Diamankan di Bandara Hang Nadim
error: Content is protected !!