Wah ini Lah Skema Seleksi Masuk Perguruan Negeri Tinggi Tahun Ini

- Jurnalis

Kamis, 26 Januari 2017 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com,Pendidikan- Rangkaian seleksi penerimaan mahasiswa baru program sarjana di seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) telah dimulai. Sama seperti sebelumnya, tahun ini pola penerimaan mahasiswa baru diatur dalam tiga jalur, yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), serta Seleksi Mandiri yang diatur oleh masing-masing PTN.

“Tahun ini persentase kuota yang disediakan semua PTN di Yogyakarta sama, yaitu 30 persen untuk SNMPTN, 40 persen untuk SBMPTN, serta 30 persen untuk seleksi mandiri,” ujar Direktur Direktorat  Pendidikan dan Pengajaran UGM, Sri Peni Wastutiningsih saat memberikan sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN kepada perwakilan SMA/SMK/MA se-DIY, Rabu (25/1).

Dari ketiga jalur seleksi tersebut, SNMPTN menjadi jalur seleksi yang diselenggarakan paling awal. SNMPTN sendiri merupakan pola seleksi nasional berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik dengan menggunakan rapor semester satu sampai lima.

Sementara itu, di Yogyakarta sendiri hanya ada empat PTN yang akan menyelenggarakan SNMPTN dan SBMPTN. Antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, serta Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran.

Adapun rangkaian kegiatan SNMPTN tahun ini telah dimulai pada tanggal 14 Januari dengan pengisian dan verivikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Sedangkan pendaftaran baru berlangsung pada tanggal 21 Februari hingga 6 Maret 2017.

Peni menjelaskan, jika dibandingkan dengan tahun lalu, perbedaan dalam sistem seleksi saat ini terletak pada pengisian PDSS. Di mana sekolah yang belum mengisi salah satu lembar PDSS dengan lengkap tidak dapat melanjutkan ke halaman selanjutnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi adanya kesalahan, karena siswa tidak dapat melakukan verifikasi jika data sekolah di PDSS belum tervalidasi.

Terkait pengisian PDSS ini, Peni berharap setiap sekolah, termasuk sekolah yang belum memiliki akreditasi A, B, atau C dapat melakukan pengisian data agar siswa mereka memiliki kesempatan untuk mendaftar di PTN. Meskipun peluang diterima hanya sebesar lima persen.

Sedangkan untuk proses pelaksanaan SNMPTN, biaya pelaksanaan akan ditanggung oleh pemerintah. Sehingga peserta tidak dipungut biaya seleksi. Peserta SNMPTN dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dan dinyatakan diterima di PTN juga berpeluang mendapatkan bantuan biaya pendidikan selama masa studi melalui Program Beasiswa Bidikmisi.

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kolaborasi BP Batam-OIKN Lewat FGD Perencanaan Infrastruktur
Kapolsek Tambang Dinginkan Aksi Spontan Wali Murid Demontrasi di SD N 02 Desa Tarai Bangun
Diduga Ada Oknum Bea Cukai Beking Cukong Rokok Ilegal
Pemkab Meranti Dorong Pemuda HMI Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir
Warga Karimun Lapor ke Menkeu Purbaya Soal Peredaran Rokok Ilegal
Jumat Barokah: Sahabat H. Asmar Ringankan Beban Lansia di Kepulauan Meranti
TVRI Dapat Hak Siar Piala Dunia 2026, Masyarakat Bisa Nonton Gratis
Pemkab Kepulauan Meranti Luncurkan Buku Muatan Lokal Budaya Melayu Riau untuk SD dan SMP

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:13 WIB

Kolaborasi BP Batam-OIKN Lewat FGD Perencanaan Infrastruktur

Rabu, 12 November 2025 - 19:42 WIB

Kapolsek Tambang Dinginkan Aksi Spontan Wali Murid Demontrasi di SD N 02 Desa Tarai Bangun

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 10:53 WIB

Diduga Ada Oknum Bea Cukai Beking Cukong Rokok Ilegal

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 09:40 WIB

Pemkab Meranti Dorong Pemuda HMI Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 09:35 WIB

Warga Karimun Lapor ke Menkeu Purbaya Soal Peredaran Rokok Ilegal

Berita Terbaru