TVRI Dapat Hak Siar Piala Dunia 2026, Masyarakat Bisa Nonton Gratis

- Jurnalis

Selasa, 30 September 2025 - 22:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Lembaga Penyiaran Publik TVRI mendapat penugasan dari pemerintah untuk menjadi pemegang hak siar Piala Dunia 2026. Keputusan ini disambut positif oleh Dewan Perwakilan Rakyat, khususnya Komisi VII yang membidangi energi dan penyiaran. Masyarakat Indonesia dipastikan dapat menyaksikan turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut secara gratis.

Direktur Utama LPP TVRI Iman Brotoseno mengungkapkan keseriusan institusinya dalam mengamankan hak siar turnamen akbar yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada pertengahan 2026 mendatang. Langkah strategis pun tengah disiapkan, termasuk rencana perjalanan ke markas FIFA di Swiss untuk melakukan negosiasi langsung.

Penunjukan TVRI sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2026 merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan akses tontonan olahraga berkelas dunia dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi ekonomi. Berbeda dengan beberapa penyelenggaraan Piala Dunia sebelumnya yang disiarkan stasiun televisi swasta, kali ini masyarakat tidak perlu berlangganan platform digital berbayar.

Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief menyatakan dukungan penuh terhadap penugasan TVRI memegang hak siar Piala Dunia 2026. Politikus dari Fraksi PKS ini menilai kehadiran TVRI sebagai penyiar turnamen bergengsi sejalan dengan aspirasi masyarakat agar mendapat akses pertandingan tim nasional dan kompetisi internasional tanpa hambatan biaya.

Hendry menekankan pentingnya peran televisi publik dalam menyediakan hiburan berkualitas bagi rakyat. Apalagi sepak bola merupakan olahraga yang sangat populer di Indonesia dan Piala Dunia selalu dinanti-nantikan oleh jutaan penggemar. Dengan penugasan ini, tradisi nobar atau nonton bareng di kampung-kampung, warung kopi, hingga lapangan terbuka dapat kembali bergairah tanpa dibayangi masalah perizinan hak siar.

Dukungan DPR bukan sekadar pernyataan politik belaka. Komisi VII telah menyetujui penambahan anggaran untuk mendukung peningkatan kualitas siaran TVRI. Alokasi dana tersebut diharapkan dapat digunakan untuk modernisasi peralatan dan infrastruktur penyiaran yang selama ini menjadi kendala utama televisi publik dalam bersaing dengan stasiun swasta.

Meski disambut antusias, penugasan TVRI sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2026 juga membawa tanggung jawab besar. Hendry Munief mengingatkan manajemen TVRI untuk segera memperbaiki fasilitas pemancar, studio, dan teknologi penyiaran terutama di daerah pedalaman dan pulau terluar. Kondisi perangkat yang sudah berumur menjadi perhatian serius agar tidak mengganggu kualitas siaran saat momentum penting tiba.

Kualitas pemancar yang baik menjadi kunci kepuasan masyarakat dalam menikmati tayangan Piala Dunia 2026. Semakin luas jangkauan dan semakin jernih gambar yang ditampilkan, tentu akan semakin besar apresiasi publik terhadap kinerja TVRI. Hal ini juga berkaitan dengan kredibilitas lembaga penyiaran publik dalam mengemban amanah negara.

Persoalan infrastruktur memang menjadi pekerjaan rumah klasik TVRI. Banyak daerah terpencil di Indonesia yang masih kesulitan menangkap sinyal TVRI dengan baik. Padahal sebagai stasiun televisi milik negara, seharusnya TVRI menjangkau seluruh wilayah Nusantara tanpa terkecuali. Momentum Piala Dunia 2026 ini bisa menjadi pendorong percepatan perbaikan infrastruktur tersebut.

Ini bukan kali pertama TVRI dipercaya menyiarkan gelaran Piala Dunia. Pada era 1970-an hingga 1990-an, TVRI menjadi satu-satunya stasiun yang menyiarkan turnamen empat tahunan tersebut karena memang belum ada televisi swasta. Generasi tua Indonesia pasti masih mengingat bagaimana mereka berkumpul di depan televisi hitam putih menyaksikan aksi legendaris Maradona, Pele, atau Marco van Basten.

Namun sejak era reformasi dan maraknya televisi swasta, dominasi TVRI dalam penyiaran event olahraga besar mulai tergerus. Piala Dunia 2002 hingga 2022 lebih banyak disiarkan oleh stasiun swasta dan platform digital berbayar. Meski demikian, TVRI tetap mendapat jatah siaran meski tidak eksklusif dan seringkali terbatas pada pertandingan tertentu saja. Kini dengan penugasan sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2026, TVRI berkesempatan mengembalikan kejayaannya.

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sita Uang Tunai Miliaran dan Emas 3 Kg, KPK Tangkap Eks Direktur Penyidikan & Penindakan Bea Cukai
Polres Meranti Dukung Panen Raya Oplah Bersama Bupati Di Desa Mekar Baru Rangsang Barat
Lurah Tanjung Uma Gelar Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-34 Tingkat Kelurahan Kecamatan Lubuk Baja Batam
Kolaborasi BP Batam-OIKN Lewat FGD Perencanaan Infrastruktur
Kapolsek Tambang Dinginkan Aksi Spontan Wali Murid Demontrasi di SD N 02 Desa Tarai Bangun
Diduga Ada Oknum Bea Cukai Beking Cukong Rokok Ilegal
Pemkab Meranti Dorong Pemuda HMI Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir
Warga Karimun Lapor ke Menkeu Purbaya Soal Peredaran Rokok Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:33 WIB

Sita Uang Tunai Miliaran dan Emas 3 Kg, KPK Tangkap Eks Direktur Penyidikan & Penindakan Bea Cukai

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:15 WIB

Polres Meranti Dukung Panen Raya Oplah Bersama Bupati Di Desa Mekar Baru Rangsang Barat

Senin, 26 Januari 2026 - 15:02 WIB

Lurah Tanjung Uma Gelar Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-34 Tingkat Kelurahan Kecamatan Lubuk Baja Batam

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:13 WIB

Kolaborasi BP Batam-OIKN Lewat FGD Perencanaan Infrastruktur

Rabu, 12 November 2025 - 19:42 WIB

Kapolsek Tambang Dinginkan Aksi Spontan Wali Murid Demontrasi di SD N 02 Desa Tarai Bangun

Berita Terbaru

Advertorial

RSBP Batam Jadikan Kebersihan Budaya Kerja Berkelanjutan

Kamis, 12 Feb 2026 - 11:35 WIB