Di Guyur Hujan Selat Panjang Kembali Terendam

- Jurnalis

Sabtu, 8 April 2017 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com,SELATPANJANG – Hujan kembali mengguyur Selatpanjang, Ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (8/17) dinihari. Intensitas hujan kali ini cukup lebat, bahkan membuat beberapa ruas jalan di Kota Selatpanjang digenangi air. 

hujan lebat disertai petir itu mulai berlangsung sejak pukul 01.00 WIB hingga pagi hari. Sejumlah ruas jalan di Kota Selatpanjang, seperti Jalan Imam Bonjol, Jalan Kartini, Jalan T Umar, Jalan Siak, Jalan Diponegoro, dan Jalan Banglas, terlihat tak ubah seperti lautan, dimana perkiraan air mencapai 15 cm atau setengah lutut remaja.

Pengendara juga terlihat sangat berhati-hati ketika melintasi jalan yang digenangi air tersebut. Sebab, jika badan Jalan basah, otomatis jalan agak licin dan dikhawatirkan akan menyebabkan kendaraan macet. 

Selain itu, terlihat juga beberapa warga yang rumahnya sempat digenangi air langsung membersihkannya, dan beberapa penjaga toko yang agak rendah juga turut membuangkan air tersebut yang masuk ke toko. 

Menyikapi kondisi itu, Camat Tebing Tinggi, Rizki Hidayat, bersama Pj Kepala Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Edi Afrizal, didampingi staf, melakukan penelusuran di sepanjang yang tergenang air tersebut, Sabtu siang. Hal itu dilakukan guna untuk mencari tahu penyebab banjir yang melanda wilayah Kota Selatpanjang, sehingga bisa dicari solusi terdahap banjir yang terjadi selama ini. 

Dari hasil penelusuran, kata Rizki, arus air di turap sepanjang Sungai Juling, terlihat deras, berjalan normal tanpa henti. Namun, sebut dia, di sepanjang Jalan Imam Bonjol pula pondasi tanahnya rendah, selain itu juga ada selokan yang tersumbat diakibatkan sisa-sisa papan lama. 

“Untuk solusi sementara, sebaiknya menggunakan mesin penyedot air. Air yang berada di drainase terseumbat disedot lalu dibuang ke drainase besar di sebelah parit yang tidak tersumbat. Untuk jangka panjang, sebaiknya dilakukan pembongkaran di titik-titik yang tersumbat,” ujarnya.(An/nur)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengurus Koperasi Silva Aulia Lestari Hormati Kebijakan Penertiban Panglong Arang Bakau
Polsek Tebing Tinggi Barat dan Kelompok Tani Tanam Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan
ASN Meranti Dilarang Live Streaming Saat Jam Dinas
Perkuat Korwas PPNS, Polres Meranti Bahas Implementasi KUHAP 2025
PT Timah Salurkan Belasan Sapi Kurban di Meranti
Kunker Ke Meranti DPRD Karimun Pelajari Strategi Digitalisasi Disdukcapil
Bhabinkamtibmas Desa Sungai Cina Cek Kelompok Ternak Ikan Mujair untuk Dukung Ketahanan Pangan Rangsang Barat
Pemantauan Jagung Pipil: Polsek Tebing Tinggi Barat Terus Dampingi Petani

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:47 WIB

Pengurus Koperasi Silva Aulia Lestari Hormati Kebijakan Penertiban Panglong Arang Bakau

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:38 WIB

Polsek Tebing Tinggi Barat dan Kelompok Tani Tanam Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:50 WIB

ASN Meranti Dilarang Live Streaming Saat Jam Dinas

Senin, 25 Mei 2026 - 16:20 WIB

Perkuat Korwas PPNS, Polres Meranti Bahas Implementasi KUHAP 2025

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:28 WIB

PT Timah Salurkan Belasan Sapi Kurban di Meranti

Berita Terbaru

Berita

Operasi Patuh 2026 Bakal Digelar mulai 8 Sampai 21 Juni

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:13 WIB