Jalan Siak – Pekanbaru Rusak Parah Penumpang Bus Meranti Terlantar

- Jurnalis

Kamis, 16 Februari 2017 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com,Selat Panjang- Jalan lintas Siak-Pekanbaru kembali mengalami kerusakan karena diguyur hujan dan dilintasi kendaraan bertonase tinggi. Akibatnya, perjalanan menggunakan bus atau mobil sangat beresiko dan menguji adrenalin di jalan tersebut.(16/17).

Salah Satu penumpang menceritakan kepada awak awak media “Bus yang mengangkut penumpang Naga Line dari Pekanbaru mengarah ke Pelabuhan Tanjungbuton untuk melanjutkan perjalanan ke Selatpanjang perjalanan yang semula tenang mulai terusik ketika sampai ke lokasi jalan rusak parah.”

Bus yang ditumpangi puluhan warga yang hendak ke Kepulauan Meranti itu terombang ambing seperti kapal laut dihantam ombak tinggi. Sekali-kali bus mengarahkan haluan ke kiri dan kanan jalan untuk mencari bagian jalan yang bagus. Namun, tiap kali bus bergoyang hebat, beberapa penumpang perempuan menjerit sambil membacakan doa akibat cemas di saat itu.

“Ada salah satu penumpang perempuan paruh baya sangat latah. Sehingga, mengeluarkan kata-kata apapun yang terfikir di benaknya. Di samping menakutkan, ocehan perempuan paruh baya dan latah itu akhirnya membuat lucu. Beberapa penumpang terlihat senyum-senyum dan tertawa.”

Merasa terlalu beresiko membawa penumpang menggunakan bus, sopir meminta penumpang turun dan berjalan kaki. Beruntung tidak begitu jauh berjalan kaki, karena hanya melintasi lokasi jalan rusak (sekitar 50 meter, red). Kemudian, penumpang kembali diminta masuk ke dalam bus untuk melanjutkan perjalanan menuju Tanjungbuton.

Sebelum sampai ke Tanjungbuton, masih ditemukan titik-titik jalan rusak. Meski sedikit menguji adrenalin, namun penumpang tidak diminta turun dan selamat diantarkan hingga ke Pelabuhan Tanjungbuton.

saat terjadi kerusakan yang di alami, penumpang pernah berjalan hingga 2KM menuju ke Pelabuhan Tanjungbuton. Hal itu diakibatkan ada dua truk terperosok di sisi kiri dan kanan jalan yang menyebabkan bus tidak bisa melintas.

Jalan yang rusak parah ini telah beberapa kali terjadi. Hotmix jalan pecah akibat dilintasi kendaraan seperti truk yang bermuatan. Alternatif lain yang dilakukan pihak terkait adalah menutup kerusakan jalan itu dengan tanah bercampur bebatuan

Namun, kondisi setelah ditutup tanah dan bebatuan itu hanya bagus saat musim panas.Ketika masuk musim penghujan, tanah dan bebatuan akan kembali rusak jika dilintasi kendaraan yang berat. Terlihat lubang-lubang besar di tengah-tengah jalan yang menyebabkan kendaraan bergoyang-goyang seperti kapal laut terombang ambing dihantam ombak tinggi. (An)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengurus Koperasi Silva Aulia Lestari Hormati Kebijakan Penertiban Panglong Arang Bakau
Polsek Tebing Tinggi Barat dan Kelompok Tani Tanam Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan
ASN Meranti Dilarang Live Streaming Saat Jam Dinas
Perkuat Korwas PPNS, Polres Meranti Bahas Implementasi KUHAP 2025
PT Timah Salurkan Belasan Sapi Kurban di Meranti
Kunker Ke Meranti DPRD Karimun Pelajari Strategi Digitalisasi Disdukcapil
Polsek Merbau Dukung Ketahanan Pangan Nasional Cek dan Beri Pakan Kambing
Bhabinkamtibmas Desa Sungai Cina Cek Kelompok Ternak Ikan Mujair untuk Dukung Ketahanan Pangan Rangsang Barat

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:47 WIB

Pengurus Koperasi Silva Aulia Lestari Hormati Kebijakan Penertiban Panglong Arang Bakau

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:38 WIB

Polsek Tebing Tinggi Barat dan Kelompok Tani Tanam Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:50 WIB

ASN Meranti Dilarang Live Streaming Saat Jam Dinas

Senin, 25 Mei 2026 - 16:20 WIB

Perkuat Korwas PPNS, Polres Meranti Bahas Implementasi KUHAP 2025

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:28 WIB

PT Timah Salurkan Belasan Sapi Kurban di Meranti

Berita Terbaru

Berita

Operasi Patuh 2026 Bakal Digelar mulai 8 Sampai 21 Juni

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:13 WIB