Warning: Undefined variable $txt in /home/liputank/public_html/wp-content/plugins/live-traffic-feed/admin/class-ltf-admin.php on line 196

Warning: Undefined variable $txt in /home/liputank/public_html/wp-content/plugins/live-traffic-feed/admin/class-ltf-admin.php on line 196
Kembangkan Wisata Desa, Dinas Pariwisata Kepri Siap Membina BUMDes | Berita Terkini class="wp-singular post-template-default single single-post postid-40869 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Kepri

Sabtu, 9 Oktober 2021 - 10:20 WIB

Kembangkan Wisata Desa, Dinas Pariwisata Kepri Siap Membina BUMDes

TANJUNGPINANG Gubernur Kepri Ansar Ahmad sedang menggesa pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Tak sedikit desa yang membidik sektor pariwisata sebagai usaha. Dinas Pariwisata Kepri siap membina BUMDes yang ingin mengembangkan desa wisata. 

“Untuk desa yang bergerak di bidang pariwisata, akan kita bantu manajemennya. Sekarang yang menjadi masalah adalah manajemen. Kalau di Jawa, kepala desa itu banyak yang sudah S2. Pada dasarnya tidak harus S2, tapi yang penting wawasannya luas seperti S2,” ujar Buralimar, Kadis Pariwisata Kepri, Kamis (7/10).

Ia menyebut Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang walaupun hanya lulusan SMA dari Paket C, namun wawasannya tak kalah dari para lulusan strata 2. Pola pikir dan wawasan yang paling dibutuhkan dalam mengembangkan desa wisata.

Baca Juga :  Awasi Dana Desa TA.2022, Unit Pemberantasan Pungli Gelar Rakor

Untuk mengimbangi hal itu, bagi desa yang ingin mengembangkan wisata sebagai usaha, dapat mengajak Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) yang sudah ada. “Kalau desa membentuk BUMDes pariwisata, sebaiknya memanfaatkan Pokdarwis sebagai tenaga pelaksana. Mereka sudah terdidik,” tambah Buralimar.

Pokdarwis sudah terbiasa mengelola objek wisata. BUMDes dapat menggandeng Pokdarwis dengan sistem bisa bagi hasil. Saat ini setidaknya ada 30 desa yang sedang mengembangkan desa wisata. Namun Buralimar tidak yakin, kesemuanya dapat bertransformasi menjadi desa wisata yang mandiri.

Pasalnya, ada banyak instrumen yang tak terpisahkan untuk menjadi desa wisata. Yang utama adalah 3A, yaitu atraksi, amenitas dan aksebilitas. Untuk memenuhi aspek tersebut, desa wisata tak hanya harus punya objek atau atraksi wisata, tapi juga memiliki lahan tersendiri.

“Seperti gurun pasir di Busung, itu lahan milik pihak swasta yang dikelola oleh masyarakat. Mungkin saat ini diperbolehkan untuk dikelola, tapi sampai kapan. Nanti ada saatnya akan diambil kembali oleh pemiliknya. Ini yang akan menjadi masalah,” ungkap pria yang gemar tanaman aglonema ini.

Baca Juga :  Kepri Berada di Level 1, PPKM Diperpanjang Sampai 8 November Mendatang

Karena itu, jika pemerintah desa ingin mengembangkan desa wisata, kepemilikan lahan harus jelas dimiliki oleh pemerintah desa atau pemerintah kabupaten/kota. “Jangan sampai nanti sudah bangun toilet di lokasi wisata dengan dana desa, sudah maju, tiba-tiba diambil kembali oleh pemiliknya,” terang Buralimar. 

Mengelola BUMDes dengan usaha di sektor pariwisata memang bukan hal mudah. Harus benar-benar dipersiapkan secara matang. “Kalau bicara BUMDes pariwisata ini bisa tiga hari tiga malam kita ngomongnya. Kompleks sekali,” sebut Buralimar.***

Share :

Baca Juga

Batam

BP Batam Pastikan Kemudahan Pengurusan UWT

Karimun

Kapolres Karimun Tinjau Langsung Kegiatan Vaksinasi 

Batam

Gubernur Kepri Angkat Bicara,Pulangkan Saja Imigran Ini

Batam

Amsakar Achmad Membuka Rapat Koordinasi Nasional Kepegawaian

Batam

Datangi KPU, Partai GELORA Batam Siap Berlaga Di Pemilu 2024

Featured

Inilah Titik Lokasi Pasar Murah Yang di Gelar Pemkot Tanjung Pinang

Berita

Sebanyak 225 Kontruksi Reklame Tak Berizin, Wako Rahma Ajak Pengusaha Segera Urus Perizinan

Batam

Bea Cukai Amankan Sabu Seberat 205,1 Gram
error: Content is protected !!