Komnas Perlindungan Anak : Desak Walikota Tangerang Berhentikan Petugas Pukesmas Cikokol

- Jurnalis

Senin, 26 Agustus 2019 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak mendesak Walikota Tangetang untuk segera memberhentikan petugas Puskesmas Cikokol Tangerang

Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak mendesak Walikota Tangetang untuk segera memberhentikan petugas Puskesmas Cikokol Tangerang

Liputankepri.com, Selatpanjang | Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak mendesak Walikota Tangetang untuk segera memberhentikan petugas Puskesmas Cikokol Tangerang dan memberikan peringatan keras kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang yang sengaja menolak memberikan mobil Ambulan kepada paman seorang anak korban meninggal lantaran tenggelam di Sungai Cisadane untuk mengantar jenazah keponakannya ke rumah duka, hanya karena terbentur SOP dari Dinas Kesehatan. (26/08/19) Senin

Lebih jauh Arist Merdeka Sirait menjelaskan kepada sejumlah media di Jakarta,
“Atas nama kemanusiaan dan bersesuaian dengan hak anak atas kesehatan yang diatur dalam Konvensi PBB tentang Hak Anak tahun 1989 junto UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak maupun UU RI tentang Sistim Kesehatan, bahwa penolakan yang dilakukan Petugas Puskesmas dan didukung dengan SOP Dinas Kesehatan untuk memberikan fasilitas ambulan adalah pelanggaran terhadap hak anak dan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Kejadian ini juga merupakan tindakan yang tidak bisa ditoleransi atas nama kemanusiaan. Oleh sebab itu, tidaklah berlebihan jika Komnas Perlindungan Anak sebagai lembaga yang diberikan mandat, tugas dan fungsi memberikan pembelaan dan perlindungan bagi anak Indonesia, mendesak Walikota Tangerang memberhentikan seluruh petugas yang sengaja menolak memberikan fasilitas ambulan kepada keluarga korban Muhammad Husein (8) yang meninggal lantaran tenggelam di sungai Cisadane dan segera membenahi pengelolaan seluruh Puskesmas yang tidak manusiawi yang berada diwilayah hukum Kota Tangerang.

Kisah pilu melengkapi ke sedihan keluarga Husein bocah berusia 8 tahun yang tewas tenggelam di sungai Cisadane Jumat 23 Agustus 2019 lalu jenazah bocah malang itu terpaksa digotong sendiri oleh pamannya dari Puskesmas Cikokol Tangerang Banten karena tidak mendapat fasilitas ambulan dari Puskesmas Cikokol.

Peristiwa ini bermula saat Husein dan temannya Pitra (12) dilaporkan tenggelam di sungai Cisadane. Husein ditemukan pada Jumat 23 Agustus sore sementara Fitra baru ditemukan malam harinya dalam kondisi meninggal dunia.

Husein pada malam itu langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat lantaran saat ditemukan dia sempat bernafas namun nyawanya tak terselamatkan karena terlalu banyak menelan air sungai.

Paman Husein berusaha mengikhlaskan kepergian keponakannya, kemudian paman korban meminta Puskesmas untuk memberikan pinjaman jasa ambulan untuk pengantaran jenazah, namun permohonannya ditolak. Keluarga Husein harus menerima kenyataan buruk, kemudian Husein malang langsung digotong oleh pamannya sendiri dari Puskesmas Cikokol Tangerang Banten menuju rumahnya karena tidak mendapat fasilitas ambulan.

Tak pikir panjang sang Paman kemudian memilih menggotong jenazah Husein yang hanya dibungkus kain jarik berwarna kuning berjalan kaki ke luar Puskesmas agar bisa segera sampai di rumah duka dan untuk dikebumikan.

“Apapun alasannya, penolakan pemberian jasa Ambulan kepada keluarga Husein yang dibenturkan dengan SOP Dinas Kesehatan adalah tindakan tidak manusiawi dan berprikemanusiaan negeri ini adalah negeri beradap yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian”, tegas Arist.(Rls)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Tualang Optimalkan Pengamanan CFD Aman dan Meriah
Kemnaker Perluas Kesempatan Kerja Disabilitas lewat Pelatihan Wirausaha
Semangat Kebersamaan, Progres HARI KE-03 Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Di Kabupaten Kepulauan Meranti
Menaker: Itjen Harus Cegah Masalah, Bukan Sekadar Cari Temuan
Wabup Meranti Terima Kunjungan PLN, Bahas Penguatan Layanan Listrik hingga Respons Keluhan Masyarakat
Pengurus Warga Agam Kabupaten Karimun 2023-2026 Dibubarkan, Bentuk Pengurus Baru
Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru
Kepala BP Batam Harap Kajian Seskoau Berikan Rekomendasi Strategis bagi Perkembangan Batam

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 12:02 WIB

Polsek Tualang Optimalkan Pengamanan CFD Aman dan Meriah

Minggu, 19 April 2026 - 12:01 WIB

Kemnaker Perluas Kesempatan Kerja Disabilitas lewat Pelatihan Wirausaha

Minggu, 19 April 2026 - 09:20 WIB

Semangat Kebersamaan, Progres HARI KE-03 Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Di Kabupaten Kepulauan Meranti

Kamis, 16 April 2026 - 12:47 WIB

Wabup Meranti Terima Kunjungan PLN, Bahas Penguatan Layanan Listrik hingga Respons Keluhan Masyarakat

Kamis, 16 April 2026 - 11:59 WIB

Pengurus Warga Agam Kabupaten Karimun 2023-2026 Dibubarkan, Bentuk Pengurus Baru

Berita Terbaru

Berita

Polsek Tualang Optimalkan Pengamanan CFD Aman dan Meriah

Minggu, 19 Apr 2026 - 12:02 WIB