Karimun – Penataan parkir yang semrawut dan penerapan gerbang (gate) yang minim perencanaan di pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun merupakan masalah serius yang memerlukan tindakan dari otoritas terkait, seperti operator pelabuhan, pemerintah daerah, dan dinas perhubungan.
Sebagai pihak pengelola PT Malik Parking Kepri semestinya mengevaluasi dan mengatur ulang tata letak area parkir untuk memaksimalkan ruang yang tersedia sambil tetap mematuhi standar ukuran parkir yang aman dan nyaman.
“Sempitnya area parkir di pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun semestinya pihak pengelola dari awal sudah menerapkan sistem pengawasan dan penempatan kendaraan guna tidak terjadinya kesemrawutan di area parkir,” ujar Maspur warga Teluk Air.
Dari pantauan media ini Minggu (4/1/2026) di pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun terlihat aktifitas kendaraan roda dan roda empat sangat padat sehingga tempat parkir yang tersedia sangat sempit dan parahnya tempat parkir roda dan roda empat berbaur di satu area.
“Kami sangat kesulitan keluar parkir mobil disatukan dengan kendaraan roda dua berjejer di depan parkiran mobil,” terang Dido waga Batam.
Kendati demikian, Dido menilai pengelola parkir PT Malik Parking Kepri seperti kurang profesional dalam penataan parkir di kawasan yang sempit khususnya diarea pelabuhan Tanjung Balai Karimun.
“Perlunya evaluasi dan pengawasan tempat parkir sehingga tidak menyulitkan pengguna jasa parkir di pelabuhan ini,” harapnya.
Sampai berita ini diterbitkan, awak media berupaya untuk mengkonfirmasi pihak manajemen PT Malik Parking Kepri belum memberikan keterangan.***










