Polda Riau Mengaku Belum Mengetahui Persis Insiden Haji Permata

- Jurnalis

Minggu, 17 Januari 2021 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru – Pengusaha ternama di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Haji Permata tewas akibat ditembak Bea Cukai dalam penggerebekan rokok ilegal. Polda Riau disebut menunggu pelimpahan laporan keluarga Haji Permata.

“Untuk laporan dari keluarga H Permata sudah dibuat di Polda Kepri tadi malam,” kata Direktur Dit Reskrimum Polda Riau, Kombes Teddy kepada detikcom, Sabtu (16/1/2021).

Menurut Teddy, jajaran Polda Riau hingga saat ini belum mengetahui persis insiden yang terjadi di Indragiri Hilir itu. Sebab, seluruh saksi di lokasi diketahui langsung berangkat ke Batam mengantar jenazah H Permata.

Untuk Polda Riau sampai dengan saat ini masih belum mengetahui secara jelas posisi kasus seperti apa. Karena semua saksi yang mengetahui kejadian pada saat penembakan kemaren siang atau sore setelah kejadian langsung berangkat ke Batam antar jenazah,” katanya.

Baca Juga :  Bea Cukai Karimun Beri Penghargaan 4 Perusahaan Penyumbang Cukai Terbesar

Teddy mengaku saat ini masih menunggu limpahan berkas laporan serta kehadiran saksi. Hal ini untuk mengetahui seperti apa kronologi saat kejadian.

“Kita masih menunggu kehadiran saksi dari Batam dan pelimpahan laporan dari Polda Kepri ke Polda Riau. Jadi untuk kronologis yang pasti seperti apa masih belum terlalu pasti monitor,” katanya.

Sebelumnya, pengusaha asal Kepri tertembak dalam kegiatan pengejaran mafia penyelundup rokok ilegal oleh Bea-Cukai disebut karena situasi mendesak. Bea Cukai mengatakan petugasnya dilempari molotov oleh penyelundup rokok ilegal.

Baca Juga :  Pria yang biasa dipanggil Haji Permata meninggal dunia

Hal itu disampaikan dalam dokumen keterangan tertulis Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Ditjen Bea dan Cukai Syarif Hidayat, yang diterima detikcom dari Kepala Humas DJBC Kepri Arief Ramadhan pada Sabtu (16/1).

Syarif mengatakan kapal Bea-Cukai bernomor lambung BC 10009 dengan dibantu kapal BC 15040 dan BC 15041 mencoba menghalau kedua speedboat penyelundup. Saat itu anak buah kapal (ABK) kedua speedboat disebut hendak melawan petugas yang sedang memeriksa salah satu kapal speedboat penyelundup yang berhasil dikuasai pihak Bea-Cukai.***

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Respons BP Batam Soal Air Keruh Di Tiban: ABHi Lakukan Penanganan Dan Flushing Bertahap Pasca Pekerjaan Interkoneksi Pipa Transmisi Ladi
Dukung Kesehatan Masyarakat, PT TIMAH Bantu Biaya Pengobatan Warga di Wilayah Operasional
Seleksi Program Kelas Beasiswa PT TIMAH Berlanjut, 36 Peserta Jalani Tes Kesehatan di Tiga Wilayah Operasional
Menaker: Tata Kelola yang Kuat Hadirkan Layanan Ketenagakerjaan yang Lebih Baik
Pastikan Akurasi Data Sensus, Wabup Bengkalis Buka Pelatihan Petugas SE2026
Lewat Program JALUR, Polres Meranti Salurkan Sembako dan Dukung Pendidikan Anak Pesisir
TIM RAGA Polres Meranti Gencarkan Patroli Antipremanisme, Kamtibmas Tetap Kondusif
Wabup Bengkalis Bagus Santoso Pimpin Apel Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:06 WIB

Respons BP Batam Soal Air Keruh Di Tiban: ABHi Lakukan Penanganan Dan Flushing Bertahap Pasca Pekerjaan Interkoneksi Pipa Transmisi Ladi

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:49 WIB

Dukung Kesehatan Masyarakat, PT TIMAH Bantu Biaya Pengobatan Warga di Wilayah Operasional

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:46 WIB

Seleksi Program Kelas Beasiswa PT TIMAH Berlanjut, 36 Peserta Jalani Tes Kesehatan di Tiga Wilayah Operasional

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:33 WIB

Menaker: Tata Kelola yang Kuat Hadirkan Layanan Ketenagakerjaan yang Lebih Baik

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:06 WIB

Pastikan Akurasi Data Sensus, Wabup Bengkalis Buka Pelatihan Petugas SE2026

Berita Terbaru