Satreskrim Polres Kep Meranti Gelar konferensi Pers dan Rekontruksi Kasus Pembunuhan Wanita Muda

- Jurnalis

Selasa, 17 Desember 2024 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_2

oplus_2

MERANTI – Polres Kepulauan Meranti Mengelar Konferensi Pers dilanjutkan Rekontruksi Dugaan Tindak Pidana Pembunuhan Atau Dugaan Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan bertempat di Lobby Mako Polres Meranti, Jalan Raya Gogok Darussalam, Selasa (17/12/24) Pagi.

Turut hadir Kapolres Kepulauan Meranti diwakili Kasat Reskrim Iptu Yohn Mabel, S.Tr.K., S.I.K., M.H., KBO Sat Reskrim Ipda Martin Alvian, S.Tr.K., Kanit Pidum Sat Reskrim Bripka Rijen Gurning,S.H., M.H, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Selatpanjang Vicky beserta Anggota Kejaksaan Negeri Selatpanjang, rekan Pers, Pihak Keluarga Korban, Saksi-saksi dan Tersangka.

Kasat Reskrim Polres Kep. Meranti Iptu Yohn Mabel, S.tr.k., S.i.k., M.h. Menjelaskan Perkara ini telah menjadi perhatian kita bersama dan tentunya menimbulkan keprihatinan mendalam baik bagi keluarga korban, masyarakat Kepulauan Meranti, maupun bagi kami selaku aparat penegak hukum.

Oleh karena itu, melalui konferensi pers ini, kami ingin menyampaikan perkembangan proses penyidikan yang telah dilaksanakan oleh Polres Kepulauan Meranti secara profesional, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Iptu Yohn Mabel, S.Tr.K., S.I.K., M.H mengungkapkan bahwa sebelumnya pelaku mengaku ditipu oleh korban saat memesan jasa layanan kencan via Aplikasi Hijau.

“Pengakuan terduga pelaku, sebelumnya pernah ditipu dua kali melalui akun ‘Aplikasi Hijau’ yang sama. Pelaku mengaku sudah transfer uang Rp 400.000 dan sudah janjian ketemu korban,” ungkap Yohn

Setelah itu, lanjut dia, pelaku mengajak korban bertemu untuk meminta kembali kerugiannya dan juga ingin mengambil barang milik korban.

Selanjutnya, pada pukul 13.55 WIB korban (WI) menghubungi Tersangka melalui panggilan WA dan Tersangka angkat sambil membuka kunci kamar 105 dan korban sudah berada didepan pintu kamar, lalu korban masuk kedalam kamar tersebut.

“Didalam kamar Tersangka bersama korban ngobrol-ngobrol dan saat itu Tersangka memberikan uang kepada korban sebesar Rp. 50.000,- sebagai DP (tanda jadi) dan sisanya sebesar Rp. 250.000,- Tersangka sampaikan kepada korban setelah selesai main (selesai bersetubuh) dan uang tersebut dimasukkan disimpan korban kedalam tas kecil miliknya,” Ungkap Kasat Reskrim Iptu Yohn Mabel.

Lalu korban naik keatas tempat tidur sambil baring, tidak lama kemudian korban memakan Nasi Bungkus yang Tersangka beli yang telah di campur dengan Obat tidur, lalu saat korban mau minum korban ada bertanya kepada Tersangka

“ini minuman apa, kok lain warnanya?”, lalu Tersangka menjawab “itu saya campur dengan obat kuat”, namun korban tetap meminumnya sedikit.”

Sebelum bertemu korban, pelaku sudah membawa sebilah pisau cutter yang akan digunakan untuk mengancam korban agar uangnya dikembalikan. Selain itu, pelaku juga membawa obat tidur untuk diberikan kepada korban, namun tidak mempan.

Setelah melakukan aksi keji tersebut, Tersangka mengambil isi Tas korban berupa 1 (satu) unit
Handphone Merk Oppo CPH2591 warna Hitam dan uang tunai sebesar Rp. 70.000,- yang mana Rp. 50.000,- uang yang ia berikan kepada korban sebagai DP / tanda jadi dan Rp. 20.000,- uang milik korban Tersangka masukkan ke dalam kantong celana sebelah kanan yang Trsangka pakai saat itu, sedangkan tas kecil milik korban Tersangka letakkan di atas tempat tidur.

Pelaku kemudian hendak membawa kabur tas korban, Namun, korban melawan hingga terjadi kontak fisik. Saat itulah, pelaku melukai leher korban dengan pisau cutter hingga tewas.

Kemudian Tersangka langsung keluar dari dalam kamar No. 105 dan pintu kamar Tersangka tutup dari luar menggunakan engsel pintu, lalu Tersangka pergi meninggalkan lokasi kejadian.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 365 ayat 3 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (curas) dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.

Kegiatan rekonstruksi sebanyak 18 adegan, selesai dilaksanakan sekira pukul 11.45 WIB dengan situasi aman dan kondusif. Demikian kami sampaikan sebagai laporan.**

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta
Polres Meranti Evakuasi Penumpang Yang Sakit di Tengah Padatnya Aktivitas Pelabuhan
LAMR Meranti Tegaskan Pihak Bersengketa Patuhi Kesepakatan Damai Proyek Simur JIAT melalui Musyawarah Adat
Untuk Bancakan’ Fee’ Kepala BWS Sumatera III Daniel Diduga Cairkan Proyek Swakelola JIAT Tahap II Yang Bermasalah
Jadi Ajang Pungutan ‘Fee’ Proyek Swakelola Sumur JIAT Tahap II di Meranti Terancam Gagal Serah Terima
Jelang Idul Fitri 2026, Pejabat Pemkab Meranti Terancam Dapat Sangsi Tegas Jika Gunakan Kendaraan Dinas Untuk Mudik
Pemkab Kepulauan Meranti dan Kanwil DitjenPAS Riau Teken MoU, Perkuat Pembinaan Warga Binaan Menuju Kemandirian
Subuh On The Road Pamapta Sampaikan Aduan Masyarakat lewat 110 Polres Meranti

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:46 WIB

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Selasa, 7 April 2026 - 10:58 WIB

Polres Meranti Evakuasi Penumpang Yang Sakit di Tengah Padatnya Aktivitas Pelabuhan

Minggu, 5 April 2026 - 19:26 WIB

LAMR Meranti Tegaskan Pihak Bersengketa Patuhi Kesepakatan Damai Proyek Simur JIAT melalui Musyawarah Adat

Jumat, 27 Maret 2026 - 12:07 WIB

Untuk Bancakan’ Fee’ Kepala BWS Sumatera III Daniel Diduga Cairkan Proyek Swakelola JIAT Tahap II Yang Bermasalah

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:18 WIB

Jadi Ajang Pungutan ‘Fee’ Proyek Swakelola Sumur JIAT Tahap II di Meranti Terancam Gagal Serah Terima

Berita Terbaru