Tingkatkan Taraf Ekonomi, Disbun Meranti Berdayakan Masyarakat Melalui Program LEM

- Jurnalis

Sabtu, 24 November 2018 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIPUTANKEPRI.COM,SELATPANJANG-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam hal ini Dinas Perkebunan dan Hortikultura terus berupaya meningkatkan ekonomi masyarakat seperti yang dilakukan saat ini melalui Program Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM), program pemberdayaan masyarakat ini terselenggara atas kerjasama antara Pemkab. Meranti dengan pihak Kementrian.

“Program LEM ini adalah salah satu upaya kita untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan taraf ekonominya,” ujar Sekretaris Dinas Perkebunan dan Hortikultuta Meranti Agustia Widodo, saat berbincang dengan wartawan, diruang kerjanya kemarin.

Dijelaskan Widodo, program LEM ini hanya dilaksanakan di dua Kabupaten

Kota Se-Riau yakni Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Inhil.

Tahapan pelaksanaan sendiri dijelaskan Widodo, diawali dengan Bimbingan Teknis di Provinsi Riau untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pengurus LEM terkait tugas dan fungsi LEM itu sendiri, selanjutnya dalam menjalankan prakteknya pengurus LEM akan didampingi oleh Fasilitator dari Provinsi.

“Untuk wilayah Kepulauan Meranti sendiri kepengurusan Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM), sudah dibentuk di 3 Desa yakni Desa Kundur, Desa Lukun dan Desa Kedaburapat,” jelas Widodo.

Lebih jauh dijelaskan Wododo, Pembentukan LEM ini setelah di lakukan sosialisai dan pemilihan melalui berbagai kriteria sehingga terbentuklah kepengurusan LEM yang terdiri dari Ketua Sekretaris dan Bendahara serta anggota. Status kepengurusan LEM memiliki Akta Notaris oleh Pemerintah Pusat.

“Kita berharap kedepannya, Lembaga ini bisa menjalankan program dalam rangka meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, dengan menggali berbagai potensi SDA dan SDM yang ada diwilayah kerjanya masing-masing,” papar Widodo.

Program LEM ini dikatakan Wododo, juga diharapkan mampu memutus mata rantai kegiatan monopoli pengelolaan dan pendistribusian sumber alam di tengah tengah masyarakat atau yang lebih dikenal dengan sistem ijon.

“Dengan begitu Lembaga LEM akan mampu mensejahterakan anggota dan mampu maningkatkan taraf ekonomi masyrakat,” ucap Mantan Sekretaris BKD Meranti itu.

Dan yang tak kalah penting dengan kehadiran Lembaga LEM di Kepulauan Meranti akan mampu menjadi sarana pendistribusian hasil-hasil produksi perkebunan mayarakat yang otomatis akan memudahkan masyarakat menjual hasil kebun dengan harga pasaran yang relatif lebih baik.

Dijelaskan Widodo, ditiap wilayah Lembaga LEM menjalankan progran pemberdayaan sesuai dengan potensi dan kearifan lokal setempat, seperti di Desa Kedabu Rapat untuk tahap awal akan fokus pada pengambangan Kopi Liberika yang saat ini tengah gencar-gencarnya dibudidayakan oleh masyarakat, untuk Desa Kundur khusus mengembangjan sayur-mayur dan serai wangi yang diolah minyaknya.

“Kedepan Lembaga LEM ini bukan saja bergerak dala hal pengelolaan hasil perkebunan, lebihb dari itu akan mampu mendukung dan melaksanakan berbagai kegiatan pemerintahan yang berorientasi dibidang pembiayaan hasil-hasil produksi masyarakat lainnya,” pungkas Widodo, Sekretaris Dinas Perkebunan dan Hortikultura Meranti. (red/An)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp8,3 Miliar
Motif Cemburu, Polres Kampar Tangkap Pelaku Pembunuhan di Desa Pasir Sialang
Kolaborasi BP Batam-OIKN Lewat FGD Perencanaan Infrastruktur
Personel Polres Kampar Terus Melakukan Pencarian Ipda Angga di Sungai Batang Anai
APBD Kepulauan Meranti 2026 Disahkan Rp 1,162 Triliun
Bupati Asmar Buka Perkemahan Besar III Pramuka Meranti, Tegaskan Pramuka Pilar Generasi Mandiri
Bupati Asmar Ajak Perkuat Hak Anak Penyandang Disabilitas
Bupati Asmar Sampaikan Jawaban Padum Fraksi DPRD Meranti

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:43 WIB

Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp8,3 Miliar

Jumat, 12 Desember 2025 - 18:47 WIB

Motif Cemburu, Polres Kampar Tangkap Pelaku Pembunuhan di Desa Pasir Sialang

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:13 WIB

Kolaborasi BP Batam-OIKN Lewat FGD Perencanaan Infrastruktur

Jumat, 5 Desember 2025 - 06:11 WIB

Personel Polres Kampar Terus Melakukan Pencarian Ipda Angga di Sungai Batang Anai

Jumat, 28 November 2025 - 17:35 WIB

APBD Kepulauan Meranti 2026 Disahkan Rp 1,162 Triliun

Berita Terbaru