class="wp-singular post-template-default single single-post postid-16495 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Ekonomi / Featured / Kepri / Nasional

Sabtu, 14 April 2018 - 10:36 WIB

Gubernur BI: Kita Sepakat Kembangkan Industri Berorientasi Ekspor di Kepri

Liputankepri.com,Batam – Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia (BI) menyepakati, stabilitas makroekonomi yang terjaga disertai struktur perekonomian kuat merupakan prasyarat untuk membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih kuat, berkelanjutan, berimbang, dan inklusif. Upaya untuk mencapai tujuan tersebut perlu didukung surplus neraca berjalan (current account).

“Salah satu strategi penting yang perlu ditempuh adalah melalui percepatan pengembangan industri berorientasi ekspor, baik padat karya maupun berteknologi tinggi (technology intensive), termasuk industri hilir,” kata Gubernur BI Agus DW Martowardojo dalam konferensi pers Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan BI di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (13/4/2018).

Perluasan akses pasar komoditas manufaktur serta penyediaan kawasan industri diyakini dapat mendorong berkembangnya industri nasional. Rapat koordinasi pub mengidentifikasi 4 arah kebijakan utama guna mempercepat pengembangan industri berorientasi ekspor.

Baca Juga :  Bawa Sabu 2,5 Kg,Empat TKI Diamankan BNNP Kepri

Pertama, pengembangan kawasan industri secara menyeluruh, didukung insentif yang memadai dan infrastruktur yang berkualitas. Kedua, penyediaan sumber daya manusia yang mampu mengimbangi aplikasi teknologi dan inovasi di manufaktur.

Ketiga, perluasan akses pasar melalui perjanjian perdagangan. Keempat, keterkaitan industri domestik dengan rantai nilai global.

Rapat Koordinasi diinisiasi bersama oleh Gubernur BI dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, serta dihadiri oleh Dewan Gubernur Bank Indonesia, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Rapat juga dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Gubernur Kepulauan Riau, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, para Walikota dan Bupati di Provinsi Kepulauan Riau.

Rapat tersebut juga menyepakati 4 langkah strategis yang akan diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang konsisten dan bersinergi. Pertama, mendorong berkembangnya industri berorientasi ekspor di daerah melalui pemberian kemudahan perizinan dan insentif fiskal.

Baca Juga :  Bocah 11 Tahun Tewas di Bekas Galian Pasir

Kedua, menurunkan biaya logistik industri domestik melalui peningkatan kapasitas dan efisiensi infrastruktur konektivitas, air dan listrik. Khusus untuk Kepulauan Riau, untuk mendukung pengembangan potensi Batam sebagai pusat industri, perdagangan dan logistik.

Ketiga, penguatan sumber daya manusia untuk mendukung penyediaan tenaga kerja dengan skill yang sejalan dengan kebutuhan perkembangan teknologi dan otomasi proses produksi (Industry 4.0).

Terakhir, perluasan pasar ekspor industri nasional dengan menambah kerja sama perjanjian perdagangan bilateral atau multilateral (Free Trade Agreement/FTA dan Preferential Trade Agreement/PTA) dengan tetap mempertimbangkan kepentingan nasional.(Sbr)

 

Share :

Baca Juga

Nasional

Wairwasum Polri Kunjungi Polres Kampar dalam rangka Kesiapan Penilaian Zona Integritas

Nasional

8 Orang Tewas Speed Boat Tabrak Pohon

Featured

​Kapolda Riau Pimpin Upacara Korp Raport Kenaikan Pangkat

Batam

Diduga Terlibat Pencurian,Polda Akan Ambil Alih Penyelidikan Kapal Nona Tang 2

Ekonomi

Indonesia Police Watch Apresiasi Film #22Menit. Yunus : “Alangkah Lebih Baiknya, Pak Kapolda Riau Menggratiskan Tiket Masuk Nonton Bioskop Tersebut”

Berita

Kapolres Karimun Cek Pos Satkamling, Serapan Aspirasi dan Perkuat Kamtibmas

Featured

Inilah Sembilan Pejabat Baru Polres Tanjungpinang

Featured

MenPAN Resmikan Pusat Tahfiz Al-Quran di Desa Permai Moro
error: Content is protected !!