Pasca Lebaran, Harga Cabai Merah Masih ‘Pedas’ Rp 80.000/Kg

- Jurnalis

Sabtu, 8 Juni 2019 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com,JakartaPerayaan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran telah usai. Namun, harga cabai merah keriting di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan masih dijual tinggi, yakni Rp 80.000 per kilogram (kg).

Salah satu pedagang, Emilia mengatakan pada dasarnya harga cabai tersebut normalnya dijual Rp 25.000 per kg. Kenaikan telah terjadi secara bertahap dari bulan puasa.

“Keriting naik, modalnya besar. Sekarang dijual Rp 80.000-70.000-an per kg. Normalnya itu Rp 25.000 padahal,” jelasnya dilansir detikFinance, Sabtu (8/6/2019).

Bahkan, kata Emilia, harga jual cabai keriting merah saat Lebaran sempat mencapai Rp 100.000 per kg. Namun, pasca Lebaran harga berangsur turun.

Baca Juga :  Gempa 4,8 SR Guncang Kabupaten Pohuwaton Gorontalo

“Kan sempat dijual Rp 100.000 per kg. Tapi Alhamdulillah sudah turun sejak dua hari lalu,” ungkapnya.

Selain cabai merah keriting, cabai merah besar juga mengalami kenaikan menjadi Rp 80.000 per kg. Padahal biasanya harga berada di kisaran Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per kg.

“Cabai merah besar juga naik itu beli sekarang Rp 65.000, jual di sini Rp 80.000. Pas Lebaran lebih tinggi lagi, modal beli sempat Rp 70.000,” jelas dia.

Senada dengan Emilia, pedagang lainnya Lanjar mengaku kenaikan harga cabai keriting merah telah terjadi sejak bulan puasa. Saat ini harga dijual di kisaran Rp 70.000 per kg dari normalnya Rp 25.000 per kg.

Baca Juga :  Kurir Sabu Bawa 1,5 Kg Ditangkap Polda Kepri

“Keriting merah jual Rp 70.000-an, normalnya Rp 25 ribu. Ini naik sebelum Lebaran,” papar dia.

Ia pun mengungkapkan kenaikan harga dikarenakan kurangnya panen dari daerah serta permintaan yang meningkat mengingat adanya Lebaran.

“Nah ini emang dari daerah kurang panennya deh, dan di sini juga banyak permintaan kan buat masak, sambal goreng hati atau yang lain,” tutup dia

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kolaborasi BP Batam-OIKN Lewat FGD Perencanaan Infrastruktur
Kapolsek Tambang Dinginkan Aksi Spontan Wali Murid Demontrasi di SD N 02 Desa Tarai Bangun
Diduga Ada Oknum Bea Cukai Beking Cukong Rokok Ilegal
Pemkab Meranti Dorong Pemuda HMI Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir
Warga Karimun Lapor ke Menkeu Purbaya Soal Peredaran Rokok Ilegal
Jumat Barokah: Sahabat H. Asmar Ringankan Beban Lansia di Kepulauan Meranti
TVRI Dapat Hak Siar Piala Dunia 2026, Masyarakat Bisa Nonton Gratis
Pemkab Kepulauan Meranti Luncurkan Buku Muatan Lokal Budaya Melayu Riau untuk SD dan SMP
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:13 WIB

Kolaborasi BP Batam-OIKN Lewat FGD Perencanaan Infrastruktur

Rabu, 12 November 2025 - 19:42 WIB

Kapolsek Tambang Dinginkan Aksi Spontan Wali Murid Demontrasi di SD N 02 Desa Tarai Bangun

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 10:53 WIB

Diduga Ada Oknum Bea Cukai Beking Cukong Rokok Ilegal

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 09:40 WIB

Pemkab Meranti Dorong Pemuda HMI Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 09:35 WIB

Warga Karimun Lapor ke Menkeu Purbaya Soal Peredaran Rokok Ilegal

Berita Terbaru