PLN Ajak Masyarakat Jalani Gaya Hidup dengan Listrik Ramah Lingkungan

- Jurnalis

Minggu, 28 Juli 2019 - 01:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com, SurabayaDewasa ini gaya hidup ramah lingkungan sedang digalakkan beberapa komunitas. Misalnya saja menggunakan solar panel atau listrik tenaga matahari hingga motor listrik untuk kegiatan sehari-hari.

Hal ini lah yang mulai dibidik PLN UID Jatim. General Manager PLN UID Jawa Timur, Bob Saril mengatakan pihaknya memberikan penawaran paket atau bundle kepada masyarakat yang ingin menjalani gaya hidup ramah lingkungan.

“Karena ini diluncurkan untuk masyarakat. Green Smart Power dan eco green ini paket layanan kita bundle, apa saja yg kita bundlel pertama solar panel, kedua internet, dan semuanya termasuk IT, Electronic Vehicle (EV) dan ketiga PLN dengan tarif premium,” papar Bob di Tunjungan Plaza Surabaya, Sabtu (27/7/2019).

Gaya hidup ramah lingkungan ini, lanjut Bob sangat diminati masyarakat menengah ke atas hingga kaum milenial.

Baca Juga :  Gempa Bumi 5,5 Skala Ricter Guncang Cilacap

“Dengan bundle ini kita harapkan masyarakat punya lifestyle, karena rata-rata sekarang di dunia pada menggunakan energi bersih. Dan kita menyasar kaum menengah, muda milenial, yang menginginkan di mana di rumahnya itu dia bisa mengekspose dirinya di dunia nyata dan maya bahwa mereka sudah ramah lingkungan dan di rumah menggunakan kompor induksi tidak lagi LPG,” imbuhnya.

Sementara untuk solar panel, Bob menambahkan PLN kini bisa menyediakan untuk masyarakat yang ingin memasang. Jadi, masyarakat tak perlu khawatir akan susah dalam pengelolaannya.

“Dan yang paling penting kita menawarkan kepada masyarakat dengan kemudahan. Selama ini kan banyak yang tanya kalau kaum milenial di startup mereka pasti tidak mau mikir beli solar panelnya gimana. Nah tidak usah pikir cukup datang ke PLN dan langsung ada pokoknya kita hitungkan dan bisa nyicil. One stop solution,” lanjut Bob.

Baca Juga :  Suara Sirene Berhenti, Warga Carita Tetap Diimbau di Dataran Tinggi

Selain itu, Bob menyebut langkah ini bisa membantu pemerintah dalam mengurangi impor BBM. Menurutnya, impor Indonesia terbesar ada di BBM dan LPG.

Jika penggunaan BBM bisa dikurangi dengan kendaraan listrik, dan penggunaan LPG bisa dikurangi dengan kompor listrik, tentu akan sangat membantu.

“Nah kalau kita ubah tidak usah impor BBM, kita ganti listrik, kan listrik dihasilkan negara sendiri, pasti lebih efisien. Efektifitasnya sangat besar sekali, dan paling penting mengurangi emisi. Emisinya dapat dari mana? Kalau ada solar panel, kita mengurangi bahan bakar fosil itu nanti berkurang,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Meranti Bongkar Dua Kasus Peredaran Sabu dalam Sehari, Empat Diduga Pengedar Diamankan
Bekali Santri Hadapi Bencana, PT TIMAH Gelar Edukasi dan Simulasi Penanganan Kebakaran di Pondok Pesantren Darul Furqan
Polres Bengkalis Musnahkan 8,2 Kg Sabu dan 5.005 Butir Pil Ekstasi Tiga Tersangka
Bupati Asmar Dorong Kemudahan Layanan Pensiun ASN melalui Sinergi dengan BRK Syariah
Menaker: Pengawasan Ketenagakerjaan Harus Berbasis Risiko dan Preventif
Dapur Program MBG Dilarang Keras Gunakan Gas LPG 3 Kg hingga Beras SPHP
Polsek Kandis Tangkap Dua Pencuri Kabel Grounding PLN di Siak
Bupati Asmar Pimpin Rakor Lintas Instansi, Dorong Akses Langsung Meranti–Malaysia dari Rangsang
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:38 WIB

Polres Meranti Bongkar Dua Kasus Peredaran Sabu dalam Sehari, Empat Diduga Pengedar Diamankan

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:54 WIB

Bekali Santri Hadapi Bencana, PT TIMAH Gelar Edukasi dan Simulasi Penanganan Kebakaran di Pondok Pesantren Darul Furqan

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:53 WIB

Polres Bengkalis Musnahkan 8,2 Kg Sabu dan 5.005 Butir Pil Ekstasi Tiga Tersangka

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:19 WIB

Bupati Asmar Dorong Kemudahan Layanan Pensiun ASN melalui Sinergi dengan BRK Syariah

Selasa, 28 Juli 2026 - 00:03 WIB

Menaker: Pengawasan Ketenagakerjaan Harus Berbasis Risiko dan Preventif

Berita Terbaru