Meranti– Ketua Umum Laskar Muda Melayu Riau (LM2R) Jefrizal,Senin 14/02/2022 pagi lakukan pertemuan bersama Bupati Meranti H.M.adil di rumah dinas Bupati di jalan Dorak Selatpanjang disambut baik oleh bupati kepulan Meranti.
Pertemuan yang berlangsung lebih kurang dua jam lamanya membahas dari hati ke hati terkait kebijakan jalan satu arah atau One way, pemutusan kontrak honorer yang selama ini menjadi polemik ditengah tengah masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut ketua LM2R Jefrizal untuk mendengar langsung penjelasan dan meminta kepada Bupati untuk mempertimbangkan kembali atas kebijakan-kebijakan tersebut, namun belum membuahkan hasil kesepahaman, keduanya masih mempertahan argumen masing-masing.
Menyikapi itu Jefrizal, mengatakan permintaan tersebut berawal dari dorongan dan masukan banyak pihak untuk bisa ketemu langsung tatap muka dengan bupati dengan harapan ada solusi positif, maka dari itu sengaja membuka diri berkomunikasi langsung melalui WhatsApp, bahwa dirinya hanya sendiri, karena ia yakin bupati tidak akan mau jika organisasi ataupun dengan anggota lainnya.
“Pertemuan itu mulai dari hati ke hati, Namun tetap konsisten dan Optimis pada Pertanyaan sesuai pernyataan sikap atas lanjutan aksi sebelumnya agar soal Honorer segera diaktifkan dan hasil verifikasi segera diumumkan mengingat para SKPD sangat perlu kehadiran tenaga honorer. Ternyata benar disambut baik oleh Bupati dan berawal kehangatan dengan canda tawa hingga tetap mempertahankan argumen masing-masing,”kata Jefrizal.
Bupati Meranti H M Adil masih kukuh melanjutkan programnya jalan satu arah atau One way, dilanjutkan karena itu merupakan salah satu dari 7 program kita agar pengguna jalan di selatpanjang lebih baik.
“Untuk One Way tetap kita jalankan dan kita mau perubahan, itu dimulai dari sekarang dan memang belum bisa dirasakan sekarang karena itu untuk jangka panjang lebih baik,” kata bupati.
Selanjutnya,”Untuk Soal Honorer, Bupati beranggapan secepatnya bisa selesai, mungkin hari ini akan ditandatangani hasil verifikasi itu,bayangkan dengan melalui tes kemaren terdapat lebih kurang 600 orang yang tidak mengikuti yang selama ini bisa kita anggap tidak jelas. Bayangkan dari sebanyak itu berapa anggaran yang bisa kita selamatkan,”jelas Bupati.
Baik soal meminta Bupati menggesa hasil verifikasi Tenaga Honorer dan Minta Program satu arah atau one way kota selatpanjang dikatakan Jefrizal tidak perlu diadakan, ia mengaggap dan mendang belum saatnya dan masih dianggap prematur dan hal ini diungkapkannya akibat tidak berdampak sama sekali bahkan terkesan hanya sebuah penzaliman. Untuk menjalankan Meranti bermarwah ungkapnya. Meski menurut Jefrizal, meranti bermarwah dan soal program jalan satu arah masih jauh hubungannya.
“Saat ini sudah dalam pembahasan kita dan masih dalam proses di dishup dan nanti akan kita pasang lampu rambu-rambu jalan dan nanti kita akan kerja sama dengan pihak satlantas untuk melakukan razia. Untuk parkiran kendaraan akan kita atur semuanya di sebelah bagian kanan jalan,”Jelas Bupati kepada putra asal desa centai itu.
Selanjutnya, Bupati juga meminta jika agar Jefrizal bersama rekan-rekan seandainya tidak senang dengan program silakan di PTUN, hal ini disanggah jefrizal, bagi jefrizal langkah PTUN sangat tidak objektif dan masih terlalu jauh dari keseimbangan masalah yang pemerintah daerah hadapi hari ini.
Terkait menyampaikan aspirasi dimuka umum tidak menjadi masalah bagi Bupati,”Tidak ada masalah mau demo menyampaikan aspirasinya setiap hari asal jangan sampai menggangu pelayanan masyarakat, contohnya kayak kemaren sampai membanting hp. Jika ada orang hamil terkejut dan apa lagi sampai ada yang meninggal akibat terkejut, tentu itu bisa dituntut,” ujar bupati
Selanjutnya Bupati meminta kepada bawahannya kalau ada demo lagi, jangan ada aparat menjaga maupun pihak kepolisian, menurut jefrizal bahwa Pemahaman bupati soal aturan unjuk rasa dan kewenangan kepolisian hingga satpol pp kurang dipahami oleh bupati.
Terkait persolan membangun MOU dengan beragam kampus untuk melahirkan para sarjana empat tahun kedepan bolehlah, namun ketua LM2R itu tetap mengharap agar Bupati bisa menjamin para sarjana yang ada sekarang tidak lagi menganggur. Dan sisa itu di usahan untuk menjadi para usahawan-usahawan dengan menggu hasil MOU dengan Bank Riau kepri itu cetusnya. Meski belum ada kepastian soal ini. Jefrizal berharap hasil pertemuan ini hendaklah di tindaklanjuti andai tidak keberatan demi kesejahteraan dan pengurangan angka pengangguran di negeri ini.
Ditambah hari ini sesuai data statistik angka kemiskinan meranti masih 25.28 %, artinya hampir masuk sebelas bulan masa kerja bupati hari ini belum ada prestasi signifikan, meski program Rumah sakit rujukan nasional, ketuk pintu layan dengan hati, melahirkan Sarjanawan, kewirausahawan bahkan para petani dan nelayan profesional itu. Apalagi bicara menjadikan guru Komite dan meningkatkan gaji Intensifnya.
“Atas pertemuan tatap muka secara langsung itu tidak menemukan kesepahaman sehingga jefrizal terus menyatakan siap melakukan aksi, andai permintaan itu tidak bisa dijalankan dalam minggu ini, mengingat persoalan ini sudah lama bergulir dinegeri ini dan sangat berdampak jika tidak segera diambil solusi,”tutupnya.***
(tm)










