Aksi Damai Berujung Dorong Pagar, Massa Sungai Sarik Desak Pemkab Kampar Bangun Jembatan Permanen

- Jurnalis

Kamis, 13 November 2025 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKINANG, liputankepri.com — Ratusan warga bersama mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sungai Sarik serta Empat Kota Setingkai Lubuk Agung menggelar aksi unjuk rasa di gerbang Kantor Bupati Kampar, Kamis (13/11/2025).

Mereka menuntut Pemerintah Kabupaten Kampar segera memperbaiki jembatan penghubung di wilayah mereka yang kondisinya kini sangat memprihatinkan.

Koordinator umum aksi, Putra Rahmat Ilahi, dalam orasinya menyebut jembatan tersebut sudah lapuk dan membahayakan keselamatan warga. Ia mendesak agar perbaikan jembatan segera dimasukkan dalam APBD Kampar tahun 2026.

“Kondisinya sudah sangat parah, kayunya lapuk dan besinya kropos. Jangan sampai ada korban jiwa dulu baru pemerintah turun tangan,” tegas Putra kepada wartawan di sela aksi.

Selain meminta percepatan pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan Desa Sungai Sarik dengan Empat Kota Setingkai, massa juga menuntut transparansi anggaran proyek di Kecamatan Kampar Kiri, termasuk pembangunan infrastruktur yang dinilai tidak merata.

“Kami juga meminta Bupati atau pihak Dinas PUPR turun langsung meninjau lokasi. Tadi memang sudah ditemui oleh perwakilan dari PUPR dan staf ahli, tapi kami ingin mendengar langsung komitmen dari pimpinan daerah,” lanjutnya.

Baca Juga :  Manajemen PT Timah Gelar Town Hall Meeting Bersama Karyawan

Putra menyebut, masyarakat datang jauh-jauh dari kampung dengan harapan suara mereka benar-benar didengar. Ia juga menegaskan massa aksi akan tetap bertahan di lokasi hingga ada kepastian dari Pemerintah Kabupaten Kampar.

“Kami minta dijumpai langsung oleh Wakil Bupati Kampar, Ibu Misnarni. Kalau tidak ada tanggapan, kami siap menginap di sini sampai ada kejelasan. Ini bukan sekadar aksi, ini jeritan masyarakat dari kampung,” tutupnya.

Suara masyarakat dari pedalaman Sungai Sarik, Lubuk Agung, dan Sungai Siasam menggema di depan Kantor Bupati Kampar, Rabu (13/11/2025). Mereka datang bukan untuk berbuat onar, melainkan menagih janji pembangunan jalan dan jembatan utama yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga.

Baca Juga :  Kepala BP Batam Paparkan Kinerja Investasi, Ajak Insan Pers Kolaborasi Jaga Iklim Investasi

Perwakilan masyarakat, Heriyanto Sembiring, dengan nada tegas namun penuh harap menyampaikan tujuan aksi damai tersebut.

“Kami datang bukan untuk buat anarkis, hanya ingin mengingatkan pemerintah. Mungkin Bupati lupa, jalan dan jembatan kami itu sudah hancur. Kami hanya ingin beliau ingat dan segera memperbaikinya,” ujarnya di sela aksi.

Menurut Heriyanto, jembatan di kawasan Lubuk Agung–Sungai Sarik adalah satu-satunya akses utama masyarakat menuju pasar dan pusat aktivitas ekonomi. Jika jembatan itu rusak, warga otomatis terisolir.

“Itulah akses utama kami, tidak ada jalan lain. Kalau jembatan itu putus, habis semua urusan masyarakat,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan Bupati dan Wakil Bupati Kampar belum ada menemui massa aksi, sebagaimana yang diharapkan masyarakat aksi.

Sempat saling dorong bersama pihak keamanan, akhirnya pagar kantor bupati kampar roboh didorong massa aksi.

(Ocu Arun)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resmi! Anak di Bawah Umur 16 Tahun Dilarang Main Medsos dan Roblox
Peringatan Nuzulul Qur’an, Bupati Asmar Ajak Masyarakat Jadikan Al-Qur’an Penuntun Mewujudkan Daerah Unggul Agamis dan Sejahtera
Bebas dari Hukuman Mati, ABK Fandi Ramadhan Kasus 2 Ton Sabu Divonis 5 Tahun Penjara
Polda Riau Amankan Heroin dari Dua Tersangka di Bengkalis, Ditaksir Bernilai Rp68 Miliar
Safari Ramadan Kepala BP Batam: Momentum Perkuat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat
Sinergi Pemkab dan Swasta, Bupati Asmar Resmikan Jalan Batang Malas–Tenan Sepanjang 1,8 Km
Pendekatan Religius Polsek Dan Camat Tualang, Subuh Keliling Jadi Sarana Edukasi Kamtibmas
Polda Kepri Gagalkan Pengiriman 7 Orang Calon PMI Ilegal ke Malaysia
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 05:13 WIB

Resmi! Anak di Bawah Umur 16 Tahun Dilarang Main Medsos dan Roblox

Sabtu, 7 Maret 2026 - 04:03 WIB

Peringatan Nuzulul Qur’an, Bupati Asmar Ajak Masyarakat Jadikan Al-Qur’an Penuntun Mewujudkan Daerah Unggul Agamis dan Sejahtera

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:08 WIB

Bebas dari Hukuman Mati, ABK Fandi Ramadhan Kasus 2 Ton Sabu Divonis 5 Tahun Penjara

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:01 WIB

Polda Riau Amankan Heroin dari Dua Tersangka di Bengkalis, Ditaksir Bernilai Rp68 Miliar

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:04 WIB

Safari Ramadan Kepala BP Batam: Momentum Perkuat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat

Berita Terbaru