Bupati Meranti Dan Kemenkes RI Teken MoU 

- Jurnalis

Kamis, 24 Agustus 2017 - 01:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liputankepri.com,Jakarta,Sekretaris Jenderal Kemenkes RI dr. Untung Suseno Sutarjo menandatangani Nota Kesepahaman antara Kementerian Kesehatan dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam hal ini Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si tentang Komitmen Penempatan Tim Nusantara Sehat (NS) Angkatan Kedua Tahun 2017 (Batch 7), di Jakarta (23/8).

Turut mendampingi Bupati Drs. H. Irwan M.Si, Sekretaris Daerah Yulian Norwis SE MM, Kepala Dinas Kesehatan Irwan Suwandi dan lainnya.

Menyikapi penempatan Tim NS ini, disambut baik oleh Bupati Kepulaua Meranti menurutnya hal tersebut dapat meningkatkan akses dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan khususnya keberadaan dokter dan tenaga kesehatan yang selama ini dinilai masih belum memadai. 

“Kita menyambut baik program Kementerian Kesehatan ini karena memang sangat dibutuhkan terutama bagi daerah perbatasan yang serba kekurangan seperti Kabupaten Meranti, semoga dengan adanya tenaga kesehatan ini dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kepulauan Meranti,” ujar Bupati.

Sementara itu Menkes RI Prof. Nila F Moeloek, kepada wartawan mengatakan, tim nusantara sehat ini bukan hanya untuk mengobati tapi mengubah perilaku masyarakat agar sadar akan kesehatan. Menolong orang hamil terutama di daerah terpencil.

“Daerah pinggiran ini bukan seperti di kota. Geografisnya betul-betul menangtang, seperti jembatan yang terbuat dari tali dengan aliran sungai yang deras. Tapi mereka harus terus melayani kesehatan,” kata Menkes dalam sambutannya pada Penandatanganan MoU antara Kemenkes dan 33 bupati/kota terkait penempatan tim NS.

Pada batch 7 ini sebanyak 347 Nakes akan ditempatkan di 19 provinsi, 33 kabupaten/kota dan 60 Puskesmas. Mereka terdiri dari 11 Dokter, 8 Dokter Gigi, 61 Perawat, 59 Bidan, 37 Tenaga Kesehatan Masyarakat, 49 Tenaga Kesehatan Lingkungan, 38 Ahli Teknologi Laboratorium Medik, 39 Tenaga Gizi, dan 45 Tenaga Teknis Kefarmasian. 

Rencananya tim NS akan diberangkatkan ke lokasi penugasan pada Minggu (27/8). Mereka akan ditempatkan di Puskesmas dengan kriteria terpencil atau sangat terpencil di DTPK di seluruh wilayah Indonesia selama 2 tahun termasuk Kepulauan Meranti.

Sasaran program NS adalah terpenuhinya jumlah dan jenis tenaga kesehatan sesuai dengan standar di Puskesmas di DTPK, serta terwujudnya penguatan dan pemenuhan kebutuhan pelayanan di Puskesmas. 

Dalam pelaksanaan program ini, pemerintah kabupaten/kota menjamin keselamatan dan keamanan peserta, menyediakan sarana, prasarana dan fasilitas tempat tinggal yang layak, menerbitkan Surat Izin Praktik (SIP) untuk peserta Penugasan Khusus Nakes, dan membiayai petugas dalam rangka penjemputan dan pengantaran peserta Penugasan Khusus Nakes.

“Kami mendukung bagaimana sarana dan prasarana dari fasilitas kesehatan bisa kita penuhi agar bisa bekerja dengan mksimal,” tambah Menkes

Selain itu, lanjut Menkes, mohon pada bupati dan walikota agar memperhatikan kesehatan, karena kesehatan adalah hal utama agar mereka bisa berpendidikan.

Upaya Capai Bonus Demografi,Saat ini, proyeksi populasi Indonesia mencapai lebih dari 250 juta orang. Indonesia diindikasikan akan mendapatkan bonus demografi pada tahun 2020 sampai tahun 2035. Jumlah penduduk usia produktif saat itu akan mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. 

Hal tersebut jadi peluang Indonesia untuk menjadi negara maju. Di sektor kesehatan, Bonus demografi harus disikapi melalui program bidang kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sehingga dapat terhindar dari bencana demografi. 

Indikasi bencana demografi yang mungkin terjadi yakni, penurunan angka kelahiran tidak sebanding dengan peningkatan umur harapan hidup. Dampaknya, beban tanggung usia produktif semakin meningkat, selain itu, terjadinya pergeseran pola penyakit dari menular ke tidak menular. 

​Bupati Meranti dan Kemenkes RI Teken MoU Penempatan Tim Nusantara Sehat Tahun 2017
Menkes mengajak mengajak pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota, bersama pemerintah pusat saling beriringan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui program yang inovatif, sehingga apa yang dicita-citakan bersama dapat terwujud. (LK1)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Meranti Gerak Cepat Padamkan Karhutla di Desa Insit, Call Center 110 Jadi Pintu Laporan Warga
SMP Negeri 4 Pulau Merbau Resmi Diresmikan, Pemkab Meranti Perkuat Sarana Pendidikan
Polri Bagun Jembatan Untuk Anak Negeri di Pelosok Riau Satgas Polda Riau Tuntaskan Misi 13 Hari
Jembatan Merah Putih Presisi Polres Meranti Hampir Rampung
Subbid Provos Polda Riau Gelar Gaktiblin Polres Meranti Ini Hasilnya.
Sita Uang Tunai Miliaran dan Emas 3 Kg, KPK Tangkap Eks Direktur Penyidikan & Penindakan Bea Cukai
Polres Meranti Dukung Panen Raya Oplah Bersama Bupati Di Desa Mekar Baru Rangsang Barat
Wakapolres Meranti Pimpin Apel Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026.

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:50 WIB

Polres Meranti Gerak Cepat Padamkan Karhutla di Desa Insit, Call Center 110 Jadi Pintu Laporan Warga

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:58 WIB

SMP Negeri 4 Pulau Merbau Resmi Diresmikan, Pemkab Meranti Perkuat Sarana Pendidikan

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:44 WIB

Polri Bagun Jembatan Untuk Anak Negeri di Pelosok Riau Satgas Polda Riau Tuntaskan Misi 13 Hari

Kamis, 5 Februari 2026 - 21:06 WIB

Jembatan Merah Putih Presisi Polres Meranti Hampir Rampung

Kamis, 5 Februari 2026 - 21:04 WIB

Subbid Provos Polda Riau Gelar Gaktiblin Polres Meranti Ini Hasilnya.

Berita Terbaru