class="wp-singular post-template-default single single-post postid-1907 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Batam / Featured

Rabu, 5 Oktober 2016 - 20:48 WIB

Kepri Dinyatakan Darurat Narkoba

“Status ini sangat memprihatinkan. Penyalahgunaan narkotika ini dapat menyebabkan dampak buruk bagi masyarakat, di antaranya memicu tindak kejahatan,  menelantarkan anak, berperilaku seks menyimpang, hingga mengakibatkan kematian.”

 

Liputankepri.com,Batam: Kepulauan Riau (Kepri) saat ini masuk dalam daerah berstatus darurat narkoba. Angka prevalansi penyalahgunaan narkotika di daerah ini berada di angka 2,74 persen dari angka maksimal 2,2 persen yang ditetapkan Presiden.

Angka tersebut, menurut Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri Kombes Pol Benny Setiawan, merupakan hasil penelitian dan survei Pusdiklat Universitas Indonesia (UI) yang terdiri dari penyalahguna coba pakai, teratur pakai, dan pecandu narkotika.

“Kepri sudah masuk darurat narkoba. Angka prevalensinya bahkan di atas angka prevalansi nasional dua persen,” kata Benny di Kantor BNNP Kepri, Nongsa, Kota Batam, Rabu (5/10/2016).

Ia mengatakan status ini sangat memprihatinkan. Penyalahgunaan narkotika ini dapat menyebabkan dampak buruk bagi masyarakat, di antaranya memicu tindak kejahatan,  menelantarkan anak, berperilaku seks menyimpang, hingga mengakibatkan kematian.

BNNP Kepri bersama Polda dan aparat terkait mengaku tidak tinggal diam memerangi peredaran narkoba di Kepri. Namun, permasalahan terbesar dari perang melawan narkoba ini adalah terbukanya wilayah Kepri.

“Data yang ada pada kami, seluruh narkoba yang dimusnahkan BNNP justru masuk dari pelabuhan-pelabuhan yang terdaftar,” kata Benny.

Kondisi ini menjadi perhatian Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak. Ia mengakui wilayah Kepri, khususnya Batam, terlalu banyak memiliki pelabuhan.

“Singapura hanya punya dua pelabuhan dan satu bandara. Harbour Bay dan Pelabuhan Tanah Merah. Di Batam ada delapan pelabuhan resmi,” kata Jumaga.

Hal ini diperburuk dengan minimnya aparat keamanan di pintu-pintu masuk pelabuhan. Celah ini rawan dimanfaatkan para pengedar narkoba untuk memasukkan barang haram itu ke Kepri.

“Ini menjadi perhatian kita semua. Kami di DPRD siap membantu menganggarkan dana untuk pengawasan,” kata Jumaga.

Menyikapi maraknya penyelundupan narkoba ke Kepri, khususnya Batam, Jumaga mendorong peningkatan peran keluarga untuk membentengi anak-anak mereka dari ancaman narkoba.

“Kita terus mendorong agar orang tua ikut mengawasi anak-anaknya,” kata dia.

BNNP Kepri memusnahkan narkotika jenis sabu seberat 8,848 kilogram. Selain sabu, sebanyak 25 ribu butir ekstasi juga ikut dimusnahkan. Barang bukti ini berasal dari tujuh pengungkapan kasus narkoba sindikat internasional yang diungkap BNNP Kepri dan Bea Cukai Batam.

(UWA)

Share :

Baca Juga

Batam

Pulau Nipah Batuampar Strategis Menjadi Pelabuhan Jangkar Kapal Besar

Featured

Seleksi Sekda Dijaga Ketat,Jurnalis di Larang Meliput

Batam

Progres Rempang Eco-City, 187 Kepala Keluarga Telah Bergeser

Batam

Buka Sosialisasi Puspaga, Marlin: Ciptakan Generasi Tangguh Melalui Komunikasi Asertif

Featured

Kpu

Featured

Polres Meranti dan Kodim 0303 Bengkalis Gelar Olahraga Bersama

Batam

Muhammad Rudi Kukuhkan Pengurus KKML Kota Batam Masa Bakti 2024-2029

Batam

Sepi Pengunjung,Polda dan BNNP Kepri Razia Tempat Hiburan Malam
error: Content is protected !!