Kepri Dinyatakan Darurat Narkoba

- Jurnalis

Rabu, 5 Oktober 2016 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Status ini sangat memprihatinkan. Penyalahgunaan narkotika ini dapat menyebabkan dampak buruk bagi masyarakat, di antaranya memicu tindak kejahatan,  menelantarkan anak, berperilaku seks menyimpang, hingga mengakibatkan kematian.”

 

Liputankepri.com,Batam: Kepulauan Riau (Kepri) saat ini masuk dalam daerah berstatus darurat narkoba. Angka prevalansi penyalahgunaan narkotika di daerah ini berada di angka 2,74 persen dari angka maksimal 2,2 persen yang ditetapkan Presiden.

Angka tersebut, menurut Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri Kombes Pol Benny Setiawan, merupakan hasil penelitian dan survei Pusdiklat Universitas Indonesia (UI) yang terdiri dari penyalahguna coba pakai, teratur pakai, dan pecandu narkotika.

“Kepri sudah masuk darurat narkoba. Angka prevalensinya bahkan di atas angka prevalansi nasional dua persen,” kata Benny di Kantor BNNP Kepri, Nongsa, Kota Batam, Rabu (5/10/2016).

Ia mengatakan status ini sangat memprihatinkan. Penyalahgunaan narkotika ini dapat menyebabkan dampak buruk bagi masyarakat, di antaranya memicu tindak kejahatan,  menelantarkan anak, berperilaku seks menyimpang, hingga mengakibatkan kematian.

BNNP Kepri bersama Polda dan aparat terkait mengaku tidak tinggal diam memerangi peredaran narkoba di Kepri. Namun, permasalahan terbesar dari perang melawan narkoba ini adalah terbukanya wilayah Kepri.

“Data yang ada pada kami, seluruh narkoba yang dimusnahkan BNNP justru masuk dari pelabuhan-pelabuhan yang terdaftar,” kata Benny.

Kondisi ini menjadi perhatian Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak. Ia mengakui wilayah Kepri, khususnya Batam, terlalu banyak memiliki pelabuhan.

“Singapura hanya punya dua pelabuhan dan satu bandara. Harbour Bay dan Pelabuhan Tanah Merah. Di Batam ada delapan pelabuhan resmi,” kata Jumaga.

Hal ini diperburuk dengan minimnya aparat keamanan di pintu-pintu masuk pelabuhan. Celah ini rawan dimanfaatkan para pengedar narkoba untuk memasukkan barang haram itu ke Kepri.

“Ini menjadi perhatian kita semua. Kami di DPRD siap membantu menganggarkan dana untuk pengawasan,” kata Jumaga.

Menyikapi maraknya penyelundupan narkoba ke Kepri, khususnya Batam, Jumaga mendorong peningkatan peran keluarga untuk membentengi anak-anak mereka dari ancaman narkoba.

“Kita terus mendorong agar orang tua ikut mengawasi anak-anaknya,” kata dia.

BNNP Kepri memusnahkan narkotika jenis sabu seberat 8,848 kilogram. Selain sabu, sebanyak 25 ribu butir ekstasi juga ikut dimusnahkan. Barang bukti ini berasal dari tujuh pengungkapan kasus narkoba sindikat internasional yang diungkap BNNP Kepri dan Bea Cukai Batam.

(UWA)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 1,5 Kilogram Narkoba
Tim Patroli Bea Cukai Amankan 1.250 Kayu Balok Ilegal dari Tanjung Samak Tujuan Batam
Gelar Rangkaian Giat Sosial, Kapolda Kepri Hadiri Syukuran HUT Ke-75 Polairud
Ditsamapta Polda Kepri Tindak Penjual Miras Liar di Batam
Diduga Ada Upaya Penghentian Kasus Perusakan Mangrove dan Batching Plant Ilegal di Meranti, Sumber Klaim Polisi “Sudah Diatur”
Kodim 0316/Batam Bongkar Jaringan Penyelundupan 40 Ton Beras Tujuan Tanjung Balai Karimun
Polda Kepri Gelar Syukuran HUT Ke-80 Korps Brimob Tahun 2025
Diduga Institusi Polri Kembali “Melawan” Perintah Prabowo, Penyidikan Kasus Santo Cs Rusak Hutan Mangrove di Meranti Diduga Di-SP3 Diam-diam

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 15:58 WIB

Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 1,5 Kilogram Narkoba

Selasa, 2 Desember 2025 - 08:04 WIB

Gelar Rangkaian Giat Sosial, Kapolda Kepri Hadiri Syukuran HUT Ke-75 Polairud

Sabtu, 29 November 2025 - 16:02 WIB

Ditsamapta Polda Kepri Tindak Penjual Miras Liar di Batam

Rabu, 26 November 2025 - 11:39 WIB

Diduga Ada Upaya Penghentian Kasus Perusakan Mangrove dan Batching Plant Ilegal di Meranti, Sumber Klaim Polisi “Sudah Diatur”

Selasa, 25 November 2025 - 12:07 WIB

Kodim 0316/Batam Bongkar Jaringan Penyelundupan 40 Ton Beras Tujuan Tanjung Balai Karimun

Berita Terbaru

Berita

Jelang Nataru 2025, Polsek Tambang Gelar Rakor Pengamanan

Kamis, 4 Des 2025 - 19:36 WIB