Natuna – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Natuna, Daeng Amhar menghadiri
perayaan HUT ke-4 Kelurahan Batu Hitam.

Acara tersebut berlangsung di Kantor Kelurahan Batu Hitam, Jalan Peramuka, Gang Pancur, pada Senin (24/7/2023).
Di sela sela kegiatan, Daeng Amhar mengucapkan Selamat Hari jadi Kelurahan Batu Hitam ke-4.”
Amhar juga berpesan kepada seluruh lurah yang ada di natuna agar bisa bekerja dengan sebaik-baiknya dalam pelayanan terhadap masyarakat, karena dengan pelayanan yang baik akan menghasilkan suatu kemajuan untuk suatu daerah.
“Alhamdulillah setiap kelurahan yang ada di seluruh natuna, sangat mengarah pada kinerja mereka yang sangat luar biasa, terutama untuk kelurahan yang lagi merayakan hari jadinya hari ini,” terang Amhar.
Bahkan, Ia juga berharap pembangunan kantor kelurahan batu hitam ini bisa permanen secepatnya dan tidak menyewa lagi seperti sekarang ini.
Sementara itu, Lurah Batu Hitam Dessy Ratnasari, mengatakan
semenjak dibentuk pada 23 Juli 2019, Kelurahan Batu Hitam belum memiliki kantor tetap. Hingga kini, kelurahan termuda di Natuna ini masih menyewa bangunan kecil di daerah Jalan Pancur, Batu Hitam, Kecamatan Bunguran Timur.
“Dengan umur yang sangat baru masih banyak fasilitas kantor yang perlu dipenuhi, termasuk kantor kami yang masih mengontrak. Semoga tahun depan kita sudah punya kantor baru, mohon bantuan pak Bupati dan dukungan Ketua DPRD untuk mendorong hal ini,” pinta Dessy.
Dessy juga memohon dukungan seluruh pihak, agar Kelurahan Batu Hitam semakin maju dan makmur.
“Saya ucapkan terimakasih atas kerjasamanya selama ini dan semoga menjadi kelurahan yang baik, masyarakatnya sejahtera,” harapnya.
Menanggapi permintaan Dessy, Bupati Natuna, Wan Siswandi, mengatakan akan mulai membebaskan lahan untuk pembangunan kantor Lurah Batu Hitam pada tahun 2024.
“Tahun depan tanah di samping Gedung Srindit kita bebaskan, tempatnya pas lah, disitu punya warga. Masa iya kantor lurah di tengah kota kabupaten tak ada kantor,” ujar Wan Siswandi.
Menurut Wan Siswandi, kantor kelurahan merupakan identitas pelayanan pemerintah kabupaten yang dilihat langsung oleh masyarakat. Sehingga bakal menjadi prioritas.
“Minimal kedepan tanahnya dulu kita bebaskan,tentunya bu lurah sudah usulkan lewat musrenbang, kita masuk di APBD 2024. Mohon pak ketua dewan bisa mengesahkan,” ucap Wan Siswandi.**
Reporter: Khairud
Editor: Ura










