Meranti– Ketua DPC PDIP Kepulauan Meranti,Jagdev Singh. akhirnya buka suara terkait tindak tanduk yang dilakukan oleh Bupati Kepulauan Meranti.
Sebagai partai pengusung kemenangan itu tidak serta merta setuju dengan tindak tanduk yang dilakukan Bupati Bupati H Muhammad Adil terutama apa yang disampaikan berkali-kali dalam berbagai kesempatan dan memberikan sinyal, bahwa kemungkinan tahun 2022 ini Kepulauan Meranti tak akan mengirim kafilah ke Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-XL Tingkat Provinsi Riau tahun 2022, di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
Ketua DPC PDI Perjuangan Meranti mengingatkan kepada Bupati untuk menarik kembali pernyataannya tersebut. Dia sangat menyayangkan sikap bupati yang terkesan terburu-buru memberikan pernyataan tersebut.
“Sangat disayangkan sikap Bupati seperti itu, padahal Kepulauan Meranti menjadi khafilah yang diperhitungkan dalam momentum yang berbasis keagamaan tersebut,” kata Jagdev.
Ketua DPC PDIP itu juga menanggapi pernyataan Bupati yang mengatakan saat mengirimkan kafilah harus menjadi juara pertama. Namun, jika dipandang belum maksimal, maka Bupati memilih tidak memberangkatkan kafilah.
“Sebagaimana yang saya ketahui bahwa Kepulauan Meranti pernah menempati juara umum II beberapa kali dalam ajang keagamaan ini. Tentu ini menjadi PR Bupati dalam meningkat kan kualitas qori dan qoriah melalui MTQ pada tahun-tahun mendatang. Bagaimana mungkin kita bisa mengetahui kualitas peserta dari Kepulauan Meranti termasuk kelebihan dan kekurangan peserta jika pemerintah tidak mengutus utusannya. Untuk itu saya harap Bupati harus tetap memberangkat kan peserta dari Kepulauan Meranti dalam ajang keagamaan ditingkat Provinsi Riau tahun 2022 ini,” ujarnya.
Tanggapan yang sama juga disampaikan oleh Sekertaris DPC PDIP Kepulauan Meranti H. Khalid Ali. Wakil Ketua DPRD ini juga menyayangkan pernyataan Bupati yang menyebutkan jika kegiatan tersebut terkesan memboroskan anggaran.
“Itu hanya alibi Bupati saja untuk tidak memberangkatkan utusan dari Kepulauan Meranti dalam ajang MTQ tingkat Provinsi Riau. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa peserta dari Meranti sudah mengharumkan nama daerah beberapa kali, terkait anggaran untuk keberangkatan, tentu menjadi PR Bupati untuk menyelesaikanya, karena itu wewenangnya eksekutif. Jadi jangan mencari-cari alasan yang tidak logis untuk tidak memberangkatkan peserta dari daerah kita,” ungkapnya.
Senada dengan yang disampaikan keduanya, Wakil Ketua DPC PDIP Kepulauan Meranti Rudi Tanjung juga menyebutkan jika memberangkatkan kafilah dalam ajang MTQ bukanlah suatu pemborosan.
“Saya pikir memberangkatkan peserta dari Kepulauan Meranti bukanlah bagian dari pada pemborosan anggaran kabupaten dan kota lain yang tidak finish sebagai juara saja masih bersemangat untuk memberangkatkan kafilahnya dengan harapan bisa menjadi juara, sementara Bupati Meranti menyatakan kemungkinan tidak akan memberangkatkan kalau tidak juara umum satu,” kata Rudi Tanjung.
Ketua KNPI Kepulauan Meranti itu juga berharap, Bupati tetap memberangkat kan kafilah agar ini bisa menjadi barometer prestasi yang akan dicapai.
“Harapan saya Bupati menarik kembali pernyataanya terkait kemungkinan tidak memberangkatkan peserta untuk ajang MTQ tingkat Provinsi Riau, sehingga kita betul-betul tahu kelemahan peserta dari Meranti yang kemudian bisa dimaksimalkan pelatihannya agar menjadi pemenang pada momentum MTQ pada tahun depan,” pungkasnya.**
(tm)










