Warning: Undefined variable $txt in /home/liputank/public_html/wp-content/plugins/live-traffic-feed/admin/class-ltf-admin.php on line 196

Warning: Undefined variable $txt in /home/liputank/public_html/wp-content/plugins/live-traffic-feed/admin/class-ltf-admin.php on line 196
KPK Periksa Wakil Bupati Bintan Soal Dugaan Kuota Rokok dan Minuman Beralkohol | Berita Terkini class="wp-singular post-template-default single single-post postid-40488 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Bintan / Kepri

Kamis, 9 September 2021 - 09:47 WIB

KPK Periksa Wakil Bupati Bintan Soal Dugaan Kuota Rokok dan Minuman Beralkohol

Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri/Net

Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri/Net

  • Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam dalam kasus dugaan korupsi pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) wilayah Kabupaten Bintan tahun 2016-2018 pada Selasa (7/9/2021).

Dalmasri diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Bupati nonaktif Bintan Apri Sujadi.

“Saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan adanya intervensi khusus dari AS (Apri Sujadi) atas pengusulan kuota rokok dan minuman beralkohol di kawasan BP Bintan,” ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Rabu (8/9/2021).

Selain Wabup, KPK juga memeriksa Anggota DPRD Kabupaten Bintan, Muhammad Yatir, dan Staf Sekretariat Bidang Perindag dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan Bintan Wilayah Kabupaten Bintan, Yulis Helen Romaidauli.

Kemudian, ada dua wiraswasta yang diperiksa, yakni dari PT Tirta Anugerah Sukses, Ganda Tua Sihombing dan dari PT Nano Logistic, Mulyadi Tan.

Baca Juga :  Penyusunan anggaran Pemkab Karimun tidak mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah

Terkait pendalaman yang sama, KPK sebelumnya juga memeriksa enam orang saksi pada Senin (6/9/2021).

Mereka adalah Kasi Pengendalian Barang Pokok dan Barang Penting, Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Bintan, Setia Kurniawan dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bintan, Edi Pribadi.

Kemudian, Direktur PT Berlian Inti Sukses, PT Batam Shellindo Pratama dan PT Karya Putri Makmur, Aman; Direktur CV Tree Star Bintan cabang Tanjungpinang, Bobby Susanto dan Direktur CV Tree Star Bintan tahun 2019-sekarang bernama Agus.

Selain itu, ada juga dua pihak swasta bernama Budianto dan Mulyadi Tan.

Apri ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan, Mohd Saleh H Umar pada Kamis (12/8/2021).

Baca Juga :  Kasus Cukai Rokok Bintan, KPK Terima Pengembalian Rp3 Miliar

Dalam kasus ini, KPK menduga Apri menerima uang Rp 6,3 miliar pada tahun 2017 sampai dengan 2018. Sementara itu, Mohd Saleh H Umar diduga menerima uang sekitar Rp 800 juta.

Baca juga: ICW Laporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar ke Bareskrim Polri

Kasus dugaan korupsi yang menyeret Apri Sujadi dan Mohd Saleh H Umar diperkirakan telah merugikan keuangan negara hingga Rp 250 miliar.

Atas perbuatannya, Apri Sujadi dan Mohd Saleh H Umar disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.**

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Karimun Hadiri Kunduri Akbar Pasca Pilkada 2020

Featured

Danlanal Tbk Karimun Gelar Bersih Pantai Secara Serentak

Featured

Investor China Lirik Peluang Pertanian Di Tanjung Pinang

Kepri

Soal Isu Konflik Agraria, Gubernur Kepri Rakor Bersama Menteri ATR/BPN

Featured

WFQR Koarmabar Tangkap Speedboat Bawa Sabu 1 Kg di Perairan Karimun Anak

Karimun

Bupati Karimun Menilai Isolasi Mandiri Dirumah Sangat Rentan

Featured

Lebih Baik Kran Impor Beras di Buka Daripada Kucing-Kucingan Seperti Sekarang

Batam

BP Batam Gandeng Universitas Hasanuddin Kembangkan Industri Maritim
error: Content is protected !!