Pembalakan Liar di Karimun Anak

- Jurnalis

Minggu, 7 Agustus 2016 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Pulau Karimun Anak termasuk salah satu pulau terluar di wilayah Bumi Berazam. Sayangnya, kelestarian alamnya mulai terusik. Kelangsungan ekosistem kehidupan di alam liar Pulau Karimun Anak pun mulai terganggu.

 

Liputankepri.com,Karimun – Kehijauan, dan keheningan hutan di Pulau Karimun Anak, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, mulai terusik. Raungan mesin-mesin chinsaw dari aktivitas penebangan kayu, mulai akrab terdengar oleh warga tempatan.

Aktivitas penebangan kayu yang diduga ilegal ini, sudah berlangsung lama. Hanya warga tempatan tidak bisa berbuat banyak, dan tidak berani mendekati areal pelaku pembalakan. Meski begitu, mereka menyanyangkan aktivitas yang dapat merusak kelestarian alam tersebut.

“Hutan di Pulau Karimun Anak ini, bisa menjadi paru-paru kota bagi Pulau Karimun besar. Mengingat di Pulau Karimun besar, hutannya sudah mulai tergerus oleh aktivitas penambangan batu granit, dan pembalakan liar. Jadi sangat disayangkan kalau pengrusakan hutan terus dibiarkan, dan juga terjadi di Pulau Karimun Anak,” papar Junaidi, penggiat lingkungan hidup, Rabu (3/8) kemarin.

Pria yang kerap mengunjungi Pulau Karimun Anak ini mendapat informasi kalau hasil penjarahan hutan dijadikan untuk pembuatan kapal. Sayangnya, warga tidak berani mendekati aktivitas pembalakan meski dilakukan pada siang hari.

“Bagi mereka yang mendiami Pulau Karimun Anak, hanya ingin kelestarian lingkungan tetap terjaga. Sehingga masih dapat dinikmati anak cucu mereka kelak,” imbuh Junaidi seraya mengaku mendengarkan deru mesin cinsaw saat berkunjung.

Pulau Karimun Anak termasuk salah satu pulau terluar di wilayah Bumi Berazam. Sayangnya, kelestarian alamnya mulai terusik. Kelangsungan ekosistem kehidupan di alam liar Pulau Karimun Anak pun mulai terganggu.

“Dulu katanya, Pulau Karimun Anak menjadi wilayah favorit untuk berburu. Tapi sekarang, seekor pun tak nampak. Ini berarti, kehidupan hewan-hewan sudah terganggu. Lebih baik, pemerintah mengambil langkah cepat sehingga menghindari dari kerusakan lebih parah kelestarian hutan di Pulau Karimun Anak ini,” harap Junaidi.

Sebagaimana diketahui, keberadaan pohon terbukti menyelamatkan jiwa dan mencegah penyakit pernapasan. Pohon di hutan maupun di perkotaan, mampu menghilangkan polusi udara dengan cara menyerap benda-benda partikulat dan gas-gas polutan melalui daun-daunnya.

“Jadi, selamatkan, dan jagalah kelestarian alam kita,” ajak Junaidi diamini rekan-rekannya.**

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Karimun Pimpin Taptu dan Pawai Obor HUT RI Ke-81
BNN dan Tim Gabungan Bongkar Kasus 2,6 Ton Narkotika Cair di Perairan Karimun
Kapolres Meranti Sambangi SLB Selatpanjang, Serahkan Alat Bantu Dengar dan Kursi Roda
Terkesan Dibiarkan, Aktifitas Pengerukan Tanah Urug Milik Bujang Disorot
Jaga Ketahanan Pangan, Polsek Kampar Kiri Pantau Perkembangan Jagung
Luput dari Pantauan Ataukah Sengaja Dibiarkan, Sabung Ayam di Pelipit Tidak Tersentuh Hukum
Konsumen Keluhkan Timbangan Para Pedagang di Pasar Puan Maimun
Polres Karimun Ungkap Kasus Kekerasan Terhadap Pengemudi Ojol Wanita

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:40 WIB

Kapolres Karimun Pimpin Taptu dan Pawai Obor HUT RI Ke-81

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:19 WIB

BNN dan Tim Gabungan Bongkar Kasus 2,6 Ton Narkotika Cair di Perairan Karimun

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:28 WIB

Kapolres Meranti Sambangi SLB Selatpanjang, Serahkan Alat Bantu Dengar dan Kursi Roda

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Terkesan Dibiarkan, Aktifitas Pengerukan Tanah Urug Milik Bujang Disorot

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Jaga Ketahanan Pangan, Polsek Kampar Kiri Pantau Perkembangan Jagung

Berita Terbaru

error: Content is protected !!