liputankepri.com,Karimun – Pada peringatan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia IBI ke 66 dan HUT IBI Cabang Kabupaten Karimun ke 17, ratusan bidan se Kabupaten Karimun kenakan seragam batik khas IBI Cabang Kabupaten Karimun, Sabtu (16/9/2017) di Gedung Nasional.

Pada rangkaian acara peringatan HUT IBI kali ini juga dilaksanakan peresmian bahan batik pertemuan IBI Cabang Kabupaten Karimun, oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq. Ditandai dengan penandatanganan pada bahan batik tersebut.
Dalam sambutannya Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengatakan, peresmian bahan batik ini diharapkan dapat menjadi motivasi para bidan srbagai ujung tombak pealyanan kesehatan.
“momentum ini hendaknya dijadikan sebagai fase introspeksi diri dalam arti melihat kebelakang apa yang sudah di kerjakan dan menatap ke depan apa yang akan dilakukan untuk kepentingan masyarakat Karimun. Apalagi bahan batik ini merupakan simbol kearifan lokal,” ungkap Rafiq.
Dirinya juga berharap, IBI sebagai mitra pemerintah daerah diharapkan dapat terus meningkatkan peran sertanya dan kiprahnya dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah di bidang kesehatan.
“Saya harapkan, sebagai mitra pemerintah para bidan dapat membantu pemerintah bidang kesehatan, Khususnya menurunkan angka kematian ibu dan bayi,” jelasnya.
Sementara itu Ketua IBI Cabang Kabupaten Karimun, Hj Yeli mengatakan, dengan di resmikannya bahan batik pertemuan IBI Cabang Kabupaten Karimun, diharapkan dapat menambah rasa semangat para bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan semakin baik.
“Saya harapkan batik yang dikenakan pada HUT IBI kali dapat dijadikan motivasi bagi 330 bidan yang atersebar di setiap kecamatan s Kabupaten Karimun. Karena ini sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah kepada IBI agar seluruh anggota IBI, agar menjaga kualitas pelayanan dan kemampuan sesuai perkembangan teknologi,” kata Yeli kepada wartawan..
Yeli juga menghimbau kepada semua anggota IBI supaya dapat meningkatkan pendidikan, baik formal maupun nonformal, iptek, skill dan kualitas pelayanan sesuai dengan standar kesehatan, sehingga angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Kabupaten Karimun benar-benar dapat diturunkan. (cp)










