liputankepri.com, KARIMUN – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Pangkalan TNI AL Tanjungbalai Karimun, berhasil menangkap empat dari delapan orang pelaku perompakan yang sering melakukan aksinya di perairan Selat Malaka. Mereka di tangkap saat hendak melakukan aksi di perairan Karimun Anak, Kamis (24/5/2018) sekitar pukul 19.00 WIB.
Penangkapan tersebut berawal adanya informasi, adanya tindak kejahatan perompakan terhadap kapal-kapal yang melintasi perairan tersebut. Para pelaku yang di tangkap diantaranya, Bisman, Dian, Iyos dan Hermansyah.
Wakil Komandan Pangkalan Utama (Lantamal) IV Tanjungpinang, Kolonel Laut (P) Imam Teguh Santoso, ST, M.Si mengatakan, saat upaya penangkapan, perahu pancung (perahu mesin tempel) 40 PK yang digunakan para pelaku sempat ditabrakkan ke speed boat petugas dan berupaya kabur. Akibatnya salah seorang pelaku jatuh ke laut.
“Awalnya tim kita menduga delapan orang penumpang perahu pancung tersebut TKI illegal, saat dilakukan pengejaran pancung di tabrakkan ke speed boat tim WFQR dan berhasil kabur. Satu orang pelaku jatuh ke laut dan kita lakukan pencarian,” kata Imam, saat memberikan keterangan pers di Makolanal Tanjungbalai Karimun, Jumat (2/5/2018) siang.
Menurutnya, komplotan ini memiliki tugas serta tanggung jawab masing-masing dan mereka adalah pemain lama. Selain menyita empat dus barang bukti hasil kejahatan, petugas juga mengamankan sejumlah alat dan senjata tajam yang digunakan komplotan tersebut untuk melakukan aksinya.
“Biasanya mereka lebih sering mengincar barang spare part kapal yang nilai ekonomisnya tinggi, selain barang-barang berharga milik para awak kapal. Sebagaian hasil kejahatan sudah ada yang dikirim pelaju ke Jakarta,” jelas Imam yang didampingi Asintel Lantamal IV, Kolonel Laut (S) Tatang dan Pjs Komandan Lanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (PM) Didik Wahyudi.
Imam menambahkaan, tim dari TNI AL masih melakukan pengembangan dengan mencari keberadaan para pelaku lainnya yang melarikan diri.
“Kita juga tengah menelusuri siapa pihak yang berkepentingan dan mendanai aksi para perampok yang sering meresahkan pelaku pelayaran di perairan sekitar Selat Malaka,” pungkasnya (syah)








