class="wp-singular post-template-default single single-post postid-23762 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Karimun / Peristiwa

Jumat, 29 Maret 2019 - 17:05 WIB

Video : Fenomena Hujan Es Di Karimun

Liputankepri.com,KarimunHujan es terjadi di Kampung Baru, Urung, Kecamatan Kundur Utara, Kabupaten Karimun, pada Kamis (28/3/2019). Fenomena itu membuat heboh warga.

Sebelum terjadinya fenomena langka itu, cuaca di Kabupaten Karimun panas terik. Namun, kejadian tersebut tidak merata, hanya di satu lokasi.

Menurut keterangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), fenomena hujan es itu cuaca alamiah yang biasa terjadi.

Kejadian hujan lebat atau es disertai kilat dan petir dan angin kencang berdurasi singkat, lebih banyak terjadi pada masa transisi/pancaroba musim, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

“Ini fenomena alamiah, di mana pada masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan, bisa juga sebaliknya. Tapi durasinya tidak lama, masyarakat tidak perlu cemas,” kata Kepala BMKG Karimun, Raden Eko, Jumat (29/3/2019).

Eko menjelaskan, biasanya satu hari sebelum terjadi hujan es, udara pada malam hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

Hal itu disebabkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat, ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5°C) disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (> 60%)

Baca Juga :  Bupati Karimun Resmikan Pelabuhan Jang Moro

Mulai pukul 10.00 WIB terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis – lapis).

“Diantara awan tersebut, ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas, berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol,” ucapnya.

Baca Juga :  Bupati Karimun Hadiri Pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan

Lanjunya Eko, tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi hitam yang dikenal dengan awan Cb (Cumulonimbus). Sementara, terasa ada sentuhan udara dingin, sebelum turunnya hujan.

Selain itu, bisa saja karena 1 hingga 3 hari berturut – turut tidak ada hujan pada musim transisi, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun, diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.

“Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras atau es dengan tiba – tiba. Tapi, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita,” ujar Eko

Sumber : Batamnews.co.id

Share :

Baca Juga

Karimun

KM Bintang Surya Terbakar, Nahkoda Dikabarkan Meninggal Dunia

Featured

Samsudin: Setiap Tahun Zakat Fitrah Meningkat

Berita

Personil Baharkam Polri Gerebek Penampungan PMI Ilegal di Moro

Ekonomi

BC Kepri Amankan Tugboat saat Transfer 20 Ton Solar Ilegal

Karimun

Hanya Ingin Memiliki Ponsel Android, Seorang Remaja Berurusan Dengan Polisi

Karimun

HUT RI KE-77, Kabag Ops Polres Karimun Bertindak Sebagai Perwira Upacara

Ekonomi

Gubernur Kepri Inspeksi Proyek Infrastruktur di Berbagai Pulau

Peristiwa

Polsek Bungaraya Ungkap Peredaran Sabu 2,08 Gram di Pusako, Seorang Pengedar Diamankan
error: Content is protected !!