liputankepri.com, Karimun – Penasehat Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Riau, Hj Noorlizah Nurdin, merasa sangat prihatin terhadap penyalahgunaan narkoba yang sudah menjarah kalangan pelajar di Kepri, khususnya di Kabupaten Karimun.

Keprihatinan tersebut disampaikan Noorlizah kepada para wartawan, usai menghadiri acara Jambore PKK ke 3 tahun 2017 Kabupaten Karimun, di halaman rumah dinas Bupati Karimun, Rabu (20/9/2017).
Respon positif yang diberikan oleh Noorlizah sebagai penasehat PKK tersebut, mencerminkan bahwa ia ingin peran para kader PKK dapat lebih proaktif dalam dan ikut berperan dalam penanggulangan bahaya narkoba di dalam keluarga.
“Pelaksanaan program-program tersebut intinya untuk membantu Pemerintah dalam mewujudkan Kesejahteraan masyarakat yang paling dekat dengan ibu-ibu, yakni keluarganya,” kata istri Gubernur Kepri, Nurdin Basirun ini.
Dia mencontohkan bahwa permasalahan-permasalahan didalam masyarakat patut dijadikan prioritas, seperti kekerasan perempuan dan anak juga permasalahan narkoba.
“Permasalahan-permasalahan seperti ini sangat komplek dan ada di sekitar kita, untuk itu saya berharap para kader dapat melaksanakan tugasnya dengan hati yang ikhlas. Kekerasan terhadap perempuan dan anak serta penyalahgunaan narkoba ada di sekitar kita, mengintai anak-anak kita sebagai generasi bangsa,” ungkap Noorlizah.
Noorlizah merasa sangat miris setelah mendengar dari BNNP Kepri, bahwa penyalahgunaan narkoba di Kepri sudah sangat memprihatinkan, terutama bagi kalangan pelajar. Apalagi baru-baru ini muncul pemberitaan di media, bahwa hasil uji sample urine yang dilakukan Yayasan Sado Karimun menyebutkan puluhan pelajar SMP di Karimun positif menggunakan narkoba.
“Kita tidak bisa tinggal diam dan hanya melihat, terutama para kader PKK. Kegiatan jangan hanya dijadikan tempat ngumpul, hura-hura ataupun hanya sekedar seremonial saja. Bekerjalah secara riel dan turun ke lapangan, pantau langsung dan sama-sama kita berantas. Meskipun mereka bukan anak-anak kita namun mereka adalah generasi bangsa ini, apakah kita akan biarkan seandainya hal tersebut menimpa anak-anak kita sendiri,” ungkapnya.
Dirinya berharap kepada semua elemen masyarakat, aparat penegak hukum, BNN maupun institusi lain, untuk lebih meningkatkan lagi pengawasan dan penaggulangan terhadap penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. (cp)










