liputankepri.com,Karimun – Komandan Kodim 0317/TBK, Letkol Inf I Gusti Ketut Artasuyasa, menegaskan kepada seluruh jajaran dan keluarganya untuk tidak terlibat kasus narkoba dalam bentuk apapun. Dirinya mengharamkan narkoba masuk di lingkungan Kodim 0317/TBK.

Hal ini disampaikannya, saat memberikan sambutan pada acara Penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), bagi Personel Kodim 0317/TBK Beserta Persit Cabang LXXI TW IV TA. 2017 di Aula Makodim, Kamis (2/11/2017).
“Tidak ada kompromi dengan saya kalau masalah narkoba. Seluruh anggota Kodim 0317/TBK, saya haramkan terlibat di dalamnya,” kata Ketut, dihadapan seluruh peserta.
Keterlibatan yang dimaksudnya ini baik sebagai pemakai, pengedar atau lain sebagainya. Bahkan larangan yang sama juga berlaku untuk anggota Persit Cabang LXXI TW IV yang tak lain adalah istri daripada prajurit TNI AD sendiri.
“Hingga saat ini kita terus menjaga Kodim 0317/TBK bersih dari narkoba baik prajuritnya maupun keluarganya masing-masing,” ucap Ketut
Penyuluhan dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karimun ini, merupakan salah satu upaya mencegah masuknya narkotika di lingkungan Kodim 0317/TBK. Disamping itu melakukan tes urine secara periodik.
“Dan semuanya upaya ini kita lakukan menyeluruh ke semua personil tanpa terkecuali, termasuk saya sendiri,” tegasnya
Ketut juga mengatakan, bahwa sanksi yang di berikan kepada anggota TNI AD di tubuh TNI AD yang terlibat dalam kasus narkoba sangat final dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.
“Langsung saat itu juga dipecat dari kesatuan, dari anggota TNI Angkatan Darat,” katanya.
Di tempat yang sama, Kepala Badan BNNK Karimun, Kompol Ahmad Soleh Siregar mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi partisipasi Kodim 0317/TBK, yang ikut berperan mencegah peredaran narkoba di Kabupaten Karimun.
“Kodim 0317/TBK ini adalah satu-satunya Instansi yang sangat aktif melakukan penyuluhan seperti ini,” kata Ahmad Soleh.
Ia mengatakan, pada dasarnya narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman, yang dahulu digunakan untuk kepentingan medis dan militer, namun seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, tanaman atau obat ini tak begitu lagi sulit ditemukan.
“Oleh sebab itu, dibutuhkan peran optimal darinseluruh komponen masyarakat, khususnya seluruh orangtua untuk mengawasi dan mencegah ini di lingkungan keluarganya,,” jelas Sholeh
Menurutnya sesuai data dari BNNP Kepri, Kabupaten Karimun merupakan penyumbang terbesar ketiga setelah Batam dan Tanjungpinang dalam peredaran Narkoba.
“Ini memang menjadi perhatian kita bersama dan kita harus turut serta. Kalau kita tidak mau, anak kita akan menjadi korban penyalahgunaan narkoba,” katanya. (ron/red)








