Liputankepri.com,Tanjungpinang – Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Kepri, Naharuddin mengatakan APBD Kepri 2018 nanti mengalami peningkatan sebesar Rp95miliar dibandingkan dengan APBD Perubahan 2017 ini. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh naiknya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepri dari sektor pajak daerah.

“Kekuatan APBD Kepri 2018 sudah diketahui dan disepakati sebesar Rp3,594 triliun ada kenaikan beberapa persen dari APBD P 2017 ini,” ujar Naharuddin menjawab pertanyaan media di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang, Jumat (3/11).
Nahar berharap, untuk MoU dan penyerahan draf KUA PPAS ini, akan terlaksana sesuai yang telah diagendakan, yakni tanggal 17 November mendatang. Maka sekarang ini, Komisi di DPRD Kepri bersama mitra kerja masing-masing terus melakukan evaluasi kinerja atas capaian pelaksanaan APBD TA 2017 ini.
Dijelaskan Nahar, Gubernur menekankan untuk penyelenggaraan kegiatan di APBD 2018 nanti harus dipercepat. Khususnya untuk kegiatan-kegiatan fisik. Bahkan Gubernur mengharapkan pada Januari mendatang proses pelelangan kegiatan fisik sudah dilaksanakan. Selain ingin hasil yang optimal, APBD yang beredar bisa membantu perputaran ekonomi masyarakat.
“Penyerapan anggaran untuk kegiatan fisik memang menjadi sorotan Gubernur. Makanya pembahasan APBD 2018 ini, semua tahap diikuti langsung Gubernur dengan satu persatu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kepri,” papar Nahar.
Nahar menambahkan, Guberbur ingin mengetahui secara detail kegiatan apa saja yang sudah disusun oleh setiap OPD Kepri. Diungkapkan Nahar, pembahasan anggaran yang dipimpin Gubernur pernah berlangsung sampai pagi hari.
Dijelaskan Nahar, ada beberapa komponen yang diperhatikan dalam penyusunan APBD Tahun 2018 ini.
Karena penyusunan Rancangan APBD Kepri 2018 sudah menggunakan sistem e-Planing. Diuraikannya, komponen tersebut adalah hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kepri Tahun 2017. Kemudian adalah inisiatif Gubernur Kepri. Sedangkan yang ketiga adalah melihat usulan DPRD Kepri.
“Ini yang akan kita lakukan penyeleksian. Artinya, mana yang prioritas itu yang akan diutamakan. Dalam sistem e-Planning ini, semua rencana kegiatan disetiap bidang sudah tercatum. Bahkan juga sudah terintegritas dengan perangkat lunak yang bisa diakses secara publik,” tutup Nahar.
Sebelumnya, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menargetkan untuk pelaksanaan kegiatan APBD 2018 nanti, targetnya pada bulan Januari mendatang, masing-masing OPD sudah bisa melakukan proses lelang. Sehingga bisa memaksimalkan penyerapan anggaran daerah. Masih kata Nurdin, APBD juga diharapkan bisa membantu pergerakan ekonomi masyarakat.
“Kita bekerja siang dan malam untuk menyusun APBD 2018. Yang jelas, prioritas kita adalah pembangunan dan peningkatan infrastruktur disetiap daerah di Kepri,” ujar Gubernur Nurdin.(jpg)










