class="wp-singular post-template-default single single-post postid-1609 single-format-standard wp-custom-logo wp-theme-detak-terkini unselectable">

Home / Kepri / Nasional

Kamis, 15 September 2016 - 16:39 WIB

Pemerintah Dinilai Kecut Sikapi Singapura

“Aneh bin ajaib. Seharusnya pemerintah pro aktif melindungi warganya dari potensi besar tertularnya virus zika dari Singapura, dan negara ASEAN lainnya. Jangan mengorbankan kesehatan warga negara Indonesia hanya karena mempertimbangkan kepentingan ekonomi jangka pendek dengan Singapura,” jelas Tulus.

 

Liputankepri.com,Jakarta – Menyusul peningkatan penularan virus Zika melalui Singapura, sejumlah negara telah mengeluarkan travel warning ke negara kecil tersebut. Tercatat, sudah enam negara yang membuat larangan berkunjung ke Singapura, yaitu Australia, China, Amerika Serikat, Korea Selatan, Taiwan dan Hong Kong.

Lambannya pemerintah dalam menyikapi keamanan warganya ini, bagi Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), cukup mengherankan. Hingga sekarang, pemerintah hanya mengeluarkan advisory travel (himbauan) untuk tidak bepergian ke Singapura.

“Padahal tingkat risiko warga negara Indonesia tertular virus zika di Singapura sangat tinggi, karena setiap tahun terdapat minimal 2,5 juta orang Indonesia yang berkunjung ke Singapura, atau 6.844 orang per harinya,” ucap Tulus Abadi, Ketua Harian YLKI di Jakarta,seperti yang dilansir laman jurnas.com Rabu (14/9).

Sebaliknya pula, yaitu warga Singapura yang datang ke RI juga harus dideteksi secara intensif, baik di bandara, atau di pelabuhan seperti di Batam.

Menurut Tulus, memberikan perlindungan terhadap warga negara dan konsumen Indonesia atas merebaknya virus Zika di Indonesia perlu mendapat perhatian serius. Maka, Tulus menilai sangat penting bagi pemerintah (Kemenkes) untuk mengeluarkan travel warning bagi warga negara Indonesia.

“Sampai virus zika di Singapura mereda, mumpung virus zika belum menjadi wabah baru di Indonesia,” ujar Tulus.

Terkait belum dikeluarkannya travel warning ke Singapura, Tulus menduga pemerintah ciut nyali menghadapi Singapura, sehingga belum/tidak berani mengeluarkan travel warning ke Singapura. Indonesia adalah salah satu pengunjung tertinggi di Singapura.

“Aneh bin ajaib. Seharusnya pemerintah pro aktif melindungi warganya dari potensi besar tertularnya virus zika dari Singapura, dan negara ASEAN lainnya. Jangan mengorbankan kesehatan warga negara Indonesia hanya karena mempertimbangkan kepentingan ekonomi jangka pendek dengan Singapura,” jelas Tulus.

Sementara itu, hingga sekarang sejumlah 320 warga telah terkonfirmasi terpapar virus Zika di Singapura, dan mulai ditemukan peningaktan kasus di Thailand, Malaysia dan Filipina. Jika pemerintah lamban mengantisipasinya, akan menjadi kerugian sosial ekonomi bagi Indonesia.[]

Share :

Baca Juga

Karimun

Latihan Pra Operasi Zebra Seligi-2022 Polres Karimun

Featured

Mendagri: Gaji dan Tunjangan DPRD Harus Sesuai Kemampuan Daerah

Anambas

Bupati Natuna serahkan bantuan kepada tukang ojek dan petugas harian pertamanan

Batam

Polda Kepri Raih Empat Penghargaan Stakeholder AWARD TA 2022

Kep Meranti

Tujuh Rumah Warga Di Selatpanjang Timur Hangus Terbakar

Karimun

Razia Kosan di Karimun, Polisi Amankan 11 Pasangan Bukan Suami Istri

Berita

Korupsi Dana Hibah KPU Rp1,5 Miliar, Jaksa Tahan 4 Orang Tersangka

Featured

Pusat Kucurkan Dana DAK Sebesar Rp 176 M Untuk Karimun
error: Content is protected !!