Diduga Stress,Pria Ini Gantung Diri

- Jurnalis

Jumat, 7 Oktober 2016 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Setelah mendapat laporan dari keluarga korban, saat itu juga kami mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mencatat saksi-saksi. Selanjutnya jasad korban dibawa ke RSUD Selatpanjang untuk dilakukan visum,”

 

Liputankepri.com,Meranti – Salah satu warga Tionghoa yang tinggal di Jalan Jambu, Kelurahan Selatpanjang Selatan, tewas tergantung di teras belakang rumah dengan  tali nilon, Kamis (6/10) siang. Dia adalah Ating Alias Martono (44). Pria ini mengakhiri hidupnya dengan gantung diri karena diduga mengalami stres.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Barliansyah SIK melalui Kapolsek Tebingtinggi, AKP Ade Rukmayadi SH mengatakan, peristiwa  itu diketahui sekitar pukul 12.05 WIB. Waktu itu anaknya bernama Endrik alias Yang Cing (16), baru saja pulang sekolah. Tiba di rumah, ia pun memanggil-manggil sang ayah dan mencarinya. Karena tidak melihatnya, kemudian ia berkeliling rumah. Saat itulah ia melihat sang ayah telah tergantung di teras belakang rumah.

Kenyataan itu spontan membuat Endrik terkejut. Sambil berlari ke dalam rumah ia pun mengambil gunting dan langsung memutus tali yang melilit di leher sang ayah.

Kabar kematian Martono seketika menyebar. Saat itu juga Endrik memberitahu kakaknya Devina sambil meminta bantuan tetangga dan kepolisian.

“Setelah mendapat laporan dari keluarga korban, saat itu juga kami mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mencatat saksi-saksi. Selanjutnya jasad korban dibawa ke RSUD Selatpanjang untuk dilakukan visum,” sebut Kapolsek sambil menambahkan kematian Ating diduga stres.

Hal senada juga disampaikan Endrik, anak korban yang pertama kali mengetahui kejadian itu. Menurutnya, sebelum memotong tali tersebut ia bahkan sempat menelepon sang kakak dan memberitahukan kejadian tersebut. Tapi sang kakak belum juga datang.

“Saya mengambil gunting, kemudian saya naik ke atas tumpukan batu, kemudian saya langsung memotong tali tersebut, sehinga ayah saya terjatuh ke bawah. Setelah itu barulah kakak saya tiba di rumah,” cerita Endrik didampingi keluarganya yang lain saat ditemui di rumah sakit.

Edrik juga mengaku bahwa ibunya Lita belum mengetahui kejadian tersebut, karena masih di rawat di rumah sakit di Batam atas penyakit yang sudah enam bulan dideritanya. “Kami tingal di rumah sewa. Dan korban baru akan dikebumikan tiga hari yang akan datang. Karena kami harus menunggu kepulangan ibu dari Batam,” katanya. (amy)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim OVER Juara Kapolres Cup Mobile Legends, Siap Wakili Kep. Meranti ke Polda Riau
Polsek Tebing Tinggi Barat Lakukan Pembinaan Tanaman Timun
Dukung Program Nasional Polsek Tebing Tinggi Barat Bina Tambak Udang
42 Tim Berlaga, Kapolres Cup Mobile Legends Resmi Dibuka Polres Kep. Meranti
Hari Bhayangkara Ke -80 Polres Meranti Hadirikan Sumur Bor Prioritas Air Bersih Selatpanjang Timur
Wabup Muzamil Minta ASN dan Perangkat Desa Jaga Netralitas di Pilkades 2026
Tahun Baru Islam 1448 H, Wabup Muzamil Ajak Masyarakat Hijrah Menuju Meranti Unggul dan Agamis
Polsek Tebing Tinggi Tangkap Dua Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Meranti

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:06 WIB

Tim OVER Juara Kapolres Cup Mobile Legends, Siap Wakili Kep. Meranti ke Polda Riau

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:36 WIB

Polsek Tebing Tinggi Barat Lakukan Pembinaan Tanaman Timun

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:29 WIB

Dukung Program Nasional Polsek Tebing Tinggi Barat Bina Tambak Udang

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:34 WIB

42 Tim Berlaga, Kapolres Cup Mobile Legends Resmi Dibuka Polres Kep. Meranti

Senin, 22 Juni 2026 - 18:09 WIB

Hari Bhayangkara Ke -80 Polres Meranti Hadirikan Sumur Bor Prioritas Air Bersih Selatpanjang Timur

Berita Terbaru