AS Dilaporkan Jalin Kontak dengan Oposisi Israel, Cari Pengganti Netanyahu

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Internasional – Pemerintah AS dilaporkan menjalin komunikasi dengan oposisi Israel di tengah kemungkinan perubahan pemerintahan Benjamin Netanyahu menyusul meningkatnya perbedaan pandangan antara Amerika Serikat dan Israel.

Melansir dari Channel 12 Israel melaporkan pada Minggu 21 Juni bahwa para pejabat di pemerintahan Presiden AS Donald Trump meyakini pemerintahan Netanyahu berpotensi digantikan.

Karena itu, AS mulai menjalin kontak informal dengan tokoh oposisi seperti Naftali Bennett, pemimpin Partai Together, dan Gadi Eisenkot, pemimpin Partai Yashar, menurut laporan itu.

“Pemerintahan AS telah menyatakan keprihatinan terhadap kelompok garis keras dalam pemerintahan Netanyahu dan berupaya membangun basis dukungan publik baru menjelang pemilu,” kata Channel 12 dalam laporannya.

Baca Juga :  Polda Riau Tunjuk Megi Irawan dan Kendrick Zhang sebagai Duta Green Policing

Disebutkan pula, oposisi Israel dalam beberapa bulan terakhir berupaya membangun hubungan dengan pemerintahan AS, tetapi baru memperoleh hasil terbatas di kalangan pejabat yang mengkritik kebijakan Netanyahu.

“Langkah Amerika bertujuan memanfaatkan peluang politik di tengah krisis kepercayaan terhadap pemerintah Israel saat ini,” sebut laporan itu.

Disebutkan, AS memandang perlu membangun “mekanisme kepercayaan informal baru” dengan Israel, meski Trump belum memberikan dukungan kepada tokoh politik Israel lainnya.

Sementara itu, jajak pendapat yang dimuat harian Maariv pada Jumat menunjukkan oposisi Israel berpeluang membentuk pemerintahan apabila pemilu digelar saat ini. Oposisi diperkirakan meraih 61 kursi di parlemen, sementara blok Netanyahu memperoleh 49 kursi.

Baca Juga :  Panglima TNI Perintahkan Siaga 1 Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah

Survei tersebut juga menunjukkan partai-partai Arab berpotensi meraih 10 kursi dalam pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober.

Laporan itu muncul ketika AS dan Iran menggelar perundingan di Swiss dengan mediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik militer yang dipicu serangan AS-Israel terhadap Iran pada Februari.

Kesepakatan sementara menyerukan penghentian permusuhan di semua front, termasuk Lebanon. Namun, pemerintah Israel menolak mengaitkan isu Iran dengan Lebanon.

Netanyahu menegaskan Israel tidak akan menarik diri dari wilayah yang didudukinya di Lebanon selatan.

Menurut data resmi Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan hampir 4.000 orang dan melukai lebih dari 12.000 lainnya.(Ant)

Follow WhatsApp Channel www.liputankepri.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Luput dari Pantauan Ataukah Sengaja Dibiarkan, Sabung Ayam di Pelipit Tidak Tersentuh Hukum
Insiden Maut, Seorang Pria Warga Teluk Air Tewas di Tangan Lettu CPM di THM Satria
KLM Setia Bersama Karam di Perairan Selat Ringgit, Nahkoda dan ABK Selamat
Iran Tutup Kembali Selat Hormuz Pasca serangan Israel ke Lebanon
Konflik Intimidasi Wartawan, Kapolsek Kampar Kiri Sukses Damaikan Antoni SOS dan Hasbi IWO
Polsek Tebing Tinggi Tangkap Dua Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Meranti
Soal Kasus PT Karimun Sembawang Shipyard, LSM SNPP Laporkan DLH Kabupaten Karimun ke Ombudsman Kepri Terkait Dugaan Maladministrasi
Pria di Selatpanjang Ditemukan Meninggal dikamar Penginapan

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Luput dari Pantauan Ataukah Sengaja Dibiarkan, Sabung Ayam di Pelipit Tidak Tersentuh Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:43 WIB

Insiden Maut, Seorang Pria Warga Teluk Air Tewas di Tangan Lettu CPM di THM Satria

Senin, 22 Juni 2026 - 18:24 WIB

KLM Setia Bersama Karam di Perairan Selat Ringgit, Nahkoda dan ABK Selamat

Senin, 22 Juni 2026 - 12:28 WIB

AS Dilaporkan Jalin Kontak dengan Oposisi Israel, Cari Pengganti Netanyahu

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:57 WIB

Iran Tutup Kembali Selat Hormuz Pasca serangan Israel ke Lebanon

Berita Terbaru